Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

366 - 01

Beberapa dari kita pernah menghitung 2020 dari angka 1. 1/366, 2/366, 3/366 hinga kini kita sudah berada di penghujung perhitungan dari 366. Kita sudah melewati ratusan hari, dengan ujian yang datang silih berganti, disetiap bulan, disetiap hari. Aku yakin, banyak hal yang bisa kita pelajari di tahun ini. walaupun dalam beberapa bab kehidupan, kita membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengerti apa maksud Tuhan, seperti.. ketika tahun ini membawa kita masuk ke bab mengikhlaskan, ketika hanya ada kita, terbaring, meringkuk,  sendiri didalam suatu ruang, yang menjadi saksi bisu..  akan rasa pahit kehidupan. beberapa kali hujan datang tanpa diundang, meredam suara tangis yang hampir terdengar. seperti ikut mengerti arti kesedihan yang tidak bisa kita ungkapkan.  Tapi syukurlah, kita bisa melewati semua itu hingga akhirnya kita ada disini. Berdiri di depan perhitungan yang menunjukan angka 1 lagi. 1 dari 2021. Kita tidak tahu, cerita apa yang menanti di depan sana, bab apa ya...

Menarik Diri

kini kusadari, kehidupan yang aku jalani, bukanlah untuk memenuhi seluruh ekspektasi,  bukan untuk mewujudkan harapan yang berbeda dengan jalan pilihan.  tidak jarang, berusaha 'ada' terkadang begitu menyiksa, karna 'kehadiran' nyatanya tidak cukup untuk membuat bangga.  lalu aku hidup untuk siapa? jika pada akhirnya, semua pergi dan hanya ada aku disini. sendiri, memeluk apa yang tersisa di dalam hati. kini kusadari, siapa yang paling tersiksa dijalan ini, aku yang selalu berusaha mewujudkan apa yang diharapkan, mewujudkan apa yang diperintahkan, lupa,  lupa jika ada suara yang juga harus aku dengarkan, suaraku sendiri,  suaraku yang juga punya harapan,  yang juga punya impian, yang ingin menikmati kehidupan.  aku yang selalu berusaha agar dicintai, tak jarang merasa bahwa mungkin sebenarnya aku dibenci. aku lupa, bahwa diam-diam tanpa diketahui, aku juga telah menanam ekspektasi. yang merugikan diri sendiri. mungkin kini, aku perlu sedikit menarik di...

Karna kami masih ingin ada disini.

Beberapa manusia memilih bersembunyi, menenggelamkan semua yang ia simpan sendiri, dan berjalan seakan tidak ada yang terjadi.  Terkadang kita begitu pintar bermain peran, dalam sandiwara yang tidak sadar kita ciptakan. Terbeban akan ekspektasi orang, tertatih akan menyusun harapan, namun yang ditunjukan .. sebuah senyum yang susah payah dikembangkan.  Mungkin beberapa manusia sedang tidak baik-baik saja, mereka menyembunyikan kesedihan, agar tak usah kita rasakan, mereka menunjukan kebahagiaan, agar bisa ia tularkan. Tapi entah kenapa,  kebahagiaan yang jarang ia dapatkan, sering dihancurkan. Sehingga beberapa manusia mungkin kini kebingungan, karna apapun yang ia lakukan, berujung disalahkan. Tidak ada tempat untuk menjadi benar, hingga ia merasa mungkin bukan disinilah tempatku untuk besar. dan kemudian beberapa manusia memilih pergi, beberapa pergi jauh sekali tidak kembali, beberapa masih disini namun berkeliling mencari tempatnya di bumi. Mencoba, memulai, mengusah...

Perihal Tenang

Sebentar, sebelum kalian mulai membaca tulisan ini.. aku ingin bertanya, Adakah manusia di sekeliling kalian yang membantu kalian bertahan? Sekedar mendengarkan cerita kalian sehari-hari, atau mendukung impian kecil yang kalian ceritakan malam hari ? Adakah manusia yang memberikan kalian tenang ? siapapun itu,banyak atau sedikit, sejauh apapun mereka, apakah ada ? .. Jika ada,  bersyukurlah karena adanya dia atau mereka. dan lanjutkan membaca, agar kamu tahu seberapa beruntungnya dirimu. Jika tidak, tidak apa-apa, lanjutkanlah membaca, agar kamu tahu apapun kamu rasakan sekarang, yang kamu simpan dalam diam, kamu tidak sendirian.  .. Berbicara perihal "tenang", tidak semua manusia bisa merasakan. Tidak semua manusia.. mempunyai lingkungan yang mendukung asa mereka. Banyak yang merendahkan, Jangan tanya perihal "dibandingkan" karena sangat akrab untuk dirasakan.  Yang selalu berkata peduli, tak jarang malah dia atau merekalah yang paling menyakiti.  Seakan hidup menj...

Bunga

Seseorang berkata kepadaku bahwa .. manusia terkadang seperti bunga, tidak pernah sadar bahwa dirinya indah, tidak pernah sadar karna yang dilihat selalu sekitar. Namun bagiku manusia tetaplah manusia, tidak ada perumpamaan yang mampu menyerupainya.  karena yang berkata mencintai namun nyatanya melukai. yang memuji tak jarang berujung membenci. Sama halnya dengan bunga, apakah ia hidup hanya untuk dipetik lalu mati? apakah ia hidup hanya untuk dihirup sesaat lalu dibiarkan mengering sendiri? Bisa jadi bunga tidak mau tau tentang siapa dirinya, karna ketika ia tahu, bisa menjadi ancaman tersendiri baginya.  seperti bunga bangkai yang dihindari karna aromanya sendiri, atau bunga mawar yang didekati hanya untuk dipetik lalu mati.  Bisa jadi dengan melihat sekitar, memberikannya sebuah ketenangan. jangan menyalah artikan melihat sama halnya dengan membandingkan.  bunga mungkin tidak perlu tahu siapa dirinya, tidak perlu mengetahui bunga lain juga, cukuplah ia hidup denga...

Perihal Kenapa

Kenapa seiring bertambah usia, teman akrab kita adalah hampa? Kenapa seiring bertambah dewasa, sering sekali kita .. Menjaga jarak dengan manusia? Berdoa ingin bahagia, namun ketika ada yang memberi tawa, kita curiga. Kenapa ? Apakah sudah sejauh itu kita mengenal luka ? hingga bahagia seperti menjadi ancaman datangnya duka. .. Bukankah sepertinya ada yang salah dari kita?

Bab Perjuangan

Mungkin dia hanya ingin bahagia, dengan mewujudkan harapannya, dengan bekerja keras meraih impiannya, dengan menjaga apa yang ia punya. Namun sayangnya, kehidupan seakan tidak adil padanya. Yang ia harapkan, dijauhkan yang ia impikan, dipatahkan yang ia sayangi, melukai. Mungkin baginya kali ini, menyerah atau coba lagi. Dan diapun membenturkan dirinya sendiri, berkali-kali untuk muat masuk ke tempat yang ia nanti-nanti, berkali-kali untuk terlihat oleh orang yang ia sayangi, berkali-kali hingga ia dapat mendapatkan apa yang ia inginkan. Tidak ada yang salah dari dirinya, dia hanya manusia, yang memaksimalkan perjuangan, dengan meminimalisirkan penyesalan. Tidak ada yang salah dari dirinya, dia hanya manusia, yang bertahan karena menyerah bukanlah sebuah pilihan. Teruslah melakukan apa yang diinginkan, apapun yang terjadi, tetap sisakan ikhlas di dalam hati. 

Sederhanakan Pikiran

Mungkin ada yang kali ini harus dikendalikan, yaitu pikiran.  Engga semua hal sepertinya harus diartikan, apalagi perihal pertemuan. Bisa saja semuanya hanya kebetulan, iyakan? Namanya ekspektasi pasti terkadang berlebihan, sehingga mampu mengambil banyak peran. Pikiran ternyata perlu disederhanakan. Karena jika tidak, akan selalu ada rasa sesak yang tidak bisa diselesaikan. Mungkin sudah saatnya melupakan, berhenti memikirkan hal-hal yang tidak diperlukan. Sederhanakan jalan, melalui pikiran. 

Berhenti Sejenak

Perihal "kemana?" bisa jadi pertanyaan umum, dari sebagian besar manusia. Kemana kita harus pergi, ketika tidak ada yang mengharapkan kita disini. Kemana kita harus berjalan, ketika semua petunjuk tidak ada di tangan. Kemana kita harus kembali, ketika semua pintu tampak tertutup rapat terkunci. Perihal "tersesat"  bisa jadi gambaran umum, dari situasi sebagian besar manusia. Tersesat di dunia sendiri Terkunci di pikiran sendiri dan terhenti di langkah kaki sendiri. Berjuang untuk selalu "ada" terkadang rasanya sangat "mengada-ada", Mungkin kali ini, kita perlu sedikit menarik diri dari peredaran bumi, memberi jarak dari segala hal yang menghabiskan energi, Mungkin kali ini, kita perlu berhenti sejenak dari perjalanan ini, bukan untuk menyerah karena hal-hal yang telah terjadi, hanya saja sebatas meluruskan kaki, menenangkan diri, untuk nanti mampu berjalan lagi.  

tidak ada judul untuk tulisan ini

"Perasaan" bisa menjadi kelebihan yang dimiliki oleh seseorang, namun bisa juga menjadi kelemahan diwaktu bersamaan.  Tidak ada yang akan menolak jika yang dirasa adalah kesenangan, namun belum tentu semua bisa menahan jika yang dirasakan adalah kesedihan. Beberapa orang tidak siap untuk keduanya, beberapa orang memilih untuk mengubur perasaanya, karena ia takut terhadap kebahagiaan yang akan disusul kesedihan,  karena ia takut terhadap hal-hal "sementara" yang akan menyiksa "selamanya" Sehingga ia memberi jarak, karena ia fikir itulah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanya, "dengan memilih untuk tidak merasakan apa-apa" "dengan tidak percaya terhadap siapa-siapa"

asa dan harapan

ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan menghilangkan perasaanya, karena setiap hal yang ia rasa, pada akhirnya hanya akan membuatnya sengsara. ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan perasaan hampa, karena setiap ia merasa sedikit bahagia, akan ada sekelompok luka melahap dan menyakitinya, ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan memilih untuk tidak menggenggam siapa-siapa, karena setiap yang ia percaya, hanya akan menaruh luka dan meninggalkannya pada akhirnya. ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan tidak menggenggam apa-apa, selain asa yang ia tanam di kepala. selain harapan yang ia perkuat di dalam dada. seseorang itu mungkin kita semua, yang memberanikan diri untuk terus mengambil langkah setiap hari, membiasakan diri dengan hal-hal yang dihadapi. mengobati diri atas hal-hal yang telah dilalui.  entah kehidupan apa yang kini sedang kita hadapi, semoga nyala asa dan harapan selalu terjaga dalam hati.

it's ok, it's gonna be ok

hidup di tengah-tengah manusia yang .. mudah menghakimi, mudah melempar kesalahan sendiri, dan mudah mencari celah kelemahan diri, benar-benar melelahkan hati, menguras energi, seakan tidak ada kebaikan yang telah kita beri.  apakah kehidupan sekarang memang begini? terlalu banyak yang mengujar benci, hingga kita lupa rasanya dicintai. terlalu banyak yang membandingkan diri, hingga kita lupa rasanya dihargai. terlalu banyak yang memarahi, hingga kita lupa rasanya dibela dan dilindungi. tidakkah sulit terkadang menjalani semuanya sendiri? namun bisa apa lagi? hanya diri sendiri yang ada disini hanya ada kita yang menutupi semua luka dengan tawa, berharap hidup akan baik-baik saja, walau yang dirasa malah sebaliknya.  untuk siapapun yang sedang merasakan ini : "..gapapa, it's ok, it's gonna be ok.." terkadang hanya itulah kalimat terkuat yang bisa kita ucapkan bersama, menyadari bahwa mungkin perjalanan sedang tidak mudah untuk dilalui, terlalu banyak hal yang menghala...

"Ragu"

 yang namanya "Ragu" pasti akan muncul sewaktu-waktu, menguji sudah setegak apa kaki kita berdiri, meyakinkan apakah jalan yang kita pilih sudah benar-benar sesuai tujuan. Tak jarang, "Ragu"pun menang, dengan caranya sendiri.. sukses membuat manusia kebingungan, beberapa memilih berbalik badan, tidak melanjutkan perjalanan, karena takut akan masa depan. Mungkin manusia lupa, yang namanya "Ragu" pasti akan tetap muncul sewaktu-waktu, kemanapun tempat yang dituju, terkadang ia juga disitu. Berbalik arah dengan menyerah, tidak membuat "Ragu" berhenti untuk mengganggu. Malah ia tak akan ragu untuk  menenggelamkanmu ke dasar laut penyesalan yang tak tentu, Menyiksa untuk menyadari- kalau kamu .. bisa saja menjadi lebih baik pada waktu itu. Sudah. Yang tlah lalu, biarkan berlalu. Jangan lupa, di dalam diri kita juga punya suara yang harus didengarkan, jangan biarkan yang namanya "Ragu" mampu selamanya membungkam- suara impian terdalam.  Jadi...

tokoh utama

 Apakah setiap buku cerita harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum ditutup rapat dengan sempurna? entah kemudian disimpan dalam rak kenangan, atau dibuang jauh dari ingatan? Apakah semua cerita memang harus diselesaikan terlebih dahulu dengan baik? Karena rasanya,  berlari menjauh, mencari perlindungan, mencari pertolongan, dari cerita yang tidak tertahankan, hanya akan membuat Sang Penulis menghadirkan kembali, menghadapkan kita kepada sang tokoh yang selama ini kita hindari.  Kita yang katanya menjadi tokoh utama di cerita hidup kita, terkadang rasanya tidak mampu memahami cerita Sang Penulis cipta. Hingga berbagai pertanyaanpun muncul di tengah perjalanan, tentang alur yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, atau akhir cerita yang jauh dari harapan. Aku tahu apapun cerita yang penulis cipta, tetap harus kita jalankan secara suka rela, namun karena aku manusia .. aku mengakui kalau aku tidak sekuat itu juga,  untuk menjalankan cerita yang tidak aku suka, e...

Sebentar Lagi

Terkadang rasanya tidak mudah, tidak mudah untuk menjadi manusia yang  berjalan  menyusuri waktu untuk mencari tempat baru, berpindah dari tempat lama, meninggalkan beberapa bahkan melupakan segala cerita yang pernah ada sebelumnya. mungkin manusia itu tidak memiliki tempat untuk saat ini, tempat lama yang telah tertutup rapi, terkunci rapat, dan telah jauh dari genggaman. tempat baru yang entah ada dimana, jauh dari pandangan.  Ada kalanya manusia itu kehilangan arah juga, berdiri sendiri tidak selamanya mudah untuk diakui, badai yang menyelimuti tak jarang juga menyakiti,  apapun badai yang menghampiri, hanya bisa dirasakan sendiri.  bahagia yang katanya akan datang sebentar lagi, membuat ia lupa kapan ia tertawa lepas terakhir kali. sehingga bagi manusia itu "ya hidup mungkin memang begini" Seiring berjalannya waktu, kini manusia itu menyadari sesuatu, Terkadang tempat yang kita cari untuk perlindungan diri,  mengistirahatkan kaki dan membantu kita bang...

Jika tidak ada

Jika tidak ada yang menyukai dirimu, tidak papa, belajarlah untuk menyukai diri sendiri. Jika tidak ada yang menyemangati dirimu, tidak papa, belajarlah untuk bangkit sebelum keresahan menguasaimu, Jika tidak ada yang memperdulikanmu, tidak papa juga, belajarlah untuk memperdulikan diri sendiri terlebih dahulu, Sudahkah kamu benar-benar memperlakukan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu benar-benar menghidupkan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu ..? Belum? Mungkin beberapa dari kita belum sepenuhnya baik ke diri sendiri juga, tidak papa, pelan-pelan kita belajar. Belajar menghargai diri sendiri, belajar merawat diri sendiri, belajar menerima diri sendiri, dan belajar mencintai diri sendiri.  Mulai saat ini, dari sini, dari diri sendiri. 

Kuatkan hati, untuk mengikhlaskan segalanya yang pergi.

Di situasi yang tidak terkendali, Di tekanan yang semakin menjadi, dan di sudut ruang yang hanya terdapat kita sendiri, Kita menepi, meratapi.. segalanya yang telah pergi. Tawa, canda, suka cita dan bahagia.. rasanya seperti masih mengudara. Namun tak ada siapa-siapa, hanya diri kita yang tidak ingin melupa. hanya diri kita yang memeluk luka. hanya diri kita yang bertahan tanpa suara. Menghadapi hari kini terasa begitu berat seperti hidup tak ada arti, seperti hidup tanpa nyali. "Apakah hidup akan berakhir dengan begini?" "Apakah hidup ujungnya hanya seperti ini?" "Apakah hidup semenyiksa ini?" segala pertanyaan tentang penderitaan seakan tidak ada habis berputar dalam pikiran. kemudian kita mulai meragukan yang namanya harapan. karena rasanya hal itu selalu dikikis habis oleh keadaan. Rehat. Istirahat. tenangkan pikiran sebelum semakin kehilangan. Mungkin kita kehilangan orang yang dulunya ada, orang yang dulu suka berbagi cerita, orang yang dulu suka be...

Fakta

Terkadang yang namanya Fakta itu.. menyakitkan. mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan dari fakta yang tidak sejalan dengan harapan, dengan usaha yang belum menghasilkan air mata bahagia, atau dengan doa yang belum terkabulkan sepenuhnya. Fakta selalu hadir apa adanya, siap tidak siap, kita sebagai manusia selalu dituntut untuk menerima. Sebagian manusia tidak bisa, sebagian lagi butuh waktu yang lebih lama untuk memahami petunjukNya. Sejatinya, manusia akan selalu merasakan hal yang sama, pada akhirnya. namun, tempo dan waktunya saja yang berbeda. Semua manusia pasti pernah merasakan sebuah fakta yang susah mereka terima, semua manusia pasti memiliki waktu dimana mereka ingin menyerah di dunia, ..namanya juga kita manusia.. Apakah manusia sebenarnya hanya memiliki satu harapan untuk hidup di dunia? sehingga ketika fakta datang membawa berita menyayat hati, kita seakan sudah tidak memiliki apapun yang berarti. Apakah kita sudah memanusiakan diri kita sendiri? atau malah mengurung dir...

Alternatif

2020 mengajarkan ku kalau hidup ternyata harus selalu menyiapkan alternatif, banyak rencana yang terhalang, banyak tekad yang kembali disimpan, dan banyak kejadian yang tidak diharapkan, namun terjadi secara berulang. Ya, alternatif. alternatif dapat membantu kita dalam menjaga harapan, mencari jalan dalam kesulitan, agar tidak menjadi manusia yang hanya penuh alasan. 2020 mengajarkan ku kalau hidup terkadang tidak jalan sesuai dengan yang kita impikan, namun dapat membantu kita menjadi manusia yang tidak pernah kita bayangkan, manusia yang mampu bertahan, manusia yang mampu bersabar, dalam segala cobaan. 2020 memperlihatkan aku tentang hidup yang benar-benar sulit, sulit dalam menuntut ilmu, sulit dalam mencari kerja dan pendapatan, dan sulit dalam mengontrol diri dalam kebosanan, Ya, perubahan terkadang benar-benar menakutkan dan meresahkan, tapi dengan alternatif, kita sama sama bisa menghadapi kesulitan. Sesuaikan alternatif dengan permasalahan, setiap manusia pasti berbeda, dan se...

Dewasa atau Menua?

Aku mau bertanya,  pernah tidak.. bertemu atau mengenal seseorang yang sudah dewasa, namun masih bersifat atau bersikap seperti kekanak-kanakan? pernah tidak.. bertemu atau berbicara dengan seorang yang masih anak-anak, namun sifat, sikap dan cara bertutur katanya sungguh bijaksana ? dan aku mau bertanya lagi.. Kenapa manusia seperti itu? Kenapa kamu seperti itu? Kenapa aku seperti itu? "Apa mungkin kebanyakan dari kita hanyalah seorang anak kecil yang menua?" Sudahkah kita yang bertambah tua setiap tahun, bertambah bijaksana juga? Sudahkah kita mampu belajar menerima? atau kita masih merengek dan menyalahkan orang lain atau keadaan ketika kita terluka? Sudahkah kita benar-benar tumbuh dewasa? bukan hanya menua? Semua jawaban atas pertanyaan, hanya kita yang mengetahuinya. Semoga tahun-tahun yang sudah kita tempuh,  membawa kita menjadi orang yang bijaksana, bukan hanya dari tutur kata, namun sikap kita di dunia juga. Semoga hari-hari yang sudah kita lalui, tidak terlewat beg...

Jalan

Tulisan ini ditujukan kepada .. manusia yang pernah bertahan namun diacuhkan, berusaha sabar setiap tidak ada kabar, berusaha menemani namun berujung ditinggal sendiri.. dan yang pernah atau masih berjuang namun yang didapat hanyalah hal-hal mengecewakan. Mungkin beberapa dari manusia itu kini berhenti, menyadari "sepertinya bukan jalanku disini" kemudian pergi, memulai cerita baru dengan jalan baru, walaupun tak selamanya lurus bahkan beberapa penuh liku, sebab rasa kecewa, marah dan sedih dan rasa yang mempertanyakan kepantasan diri seperti mengisi jalan itu. Hingga.. Jalan itu bercabang, membawa manusia kepada persimpangan kehidupan. dan setiap manusia pasti memiliki tujuan atau nilai hidupnya masing-masing, secara alami paham tentang sampai mana harus bertahan, sampai mana harus melupakan dan kembali menyusun kehidupan.. Sehingga, di persimpangan itu aku melihat ada manusia yang memilih meneruskan jalan ke kiri dan ke kanan. Sesuai dengan pilihannya masing-masing. Jika ka...

"sayangnya tanpa mereka sadari, merekalah yang kini melukai."

Mungkin setiap manusia datang kepada manusia lainnya dengan .. perannya masing-masing, dan durasi masing-masing juga. Beberapa ada yang datang membawa tawa, namun urusan bahagia terkadang tidak bertahan lama, waktunya telah habis sesuai durasinya. yang begitu cepat, tidak terasa.  tiba-tiba.. hilang saja semuanya.  dan beberapa juga ada yang datang membawa luka, sayangnya jika berbicara tentang luka durasinya seperti lebih lama, seperti abadi, walaupun manuasianya telah pergi.  Tapi, terkadang ada juga manusia yang datang membawa tawa, namun pergi meninggalkan luka. mungkin terkadang manusia tidak pernah benar-benar diciptakan hanya untuk meluka, namun, terkadang mereka hanya ingin menyelamatkan dirinya. dan manusia lain terluka karena rasanya seperti ditinggalkan begitu saja.  Mungkin itu semua.. Bisa terjadi karena ada ketidak siapan yang ia rasakan, sehingga dia memilih pergi dari pada menghadapi. Atau ada bayang-bayang jika ia bertahan maka dirinya lah yang akan ...

Kenapa ?

Kenapa seiring kita beranjak dewasa,  maka kita akan semakin merasa tidak memiliki siapa-siapa? kita kehilangan satu persatu orang yang dulunya ada, yang entah karena apa, Entah dia atau kita yang sama sama menarik diri, dan kita juga tidak mencari,  karena rasanya yasudah tidak apa apa hidup sendiri. yasudah tidak memaksa siapa-siapa untuk peduli.  Tapi.. semua seperti begitu menyiksa, ketika malam datang, kita berfikir untuk mencari tempat cerita, sekedar hanya untuk berbagi hal hal lucu yang terjadi hari ini, tapi ternyata yang ada hanya diri kita sendiri. Dan lagi-lagi, kita menghibur diri,  melakukan apa yang harus dilakukan, agar tidak terasa sepi. seperti itu, setiap hari. Terkadang lelah bukan ? lelah saat kita harus berpura-pura baik baik saja saat kita tidak baik-baik saja. lelah saat harus menerima "bahwa ya mungkin memang seperti ini tumbuh menjadi dewasa" Kalau begitu, kenapa harus seperti ini rasanya?

I lost my words

Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, bukan dari apa yang ia punya, tapi dari apa yang tersimpan di dalam dirinya. Tentang tekad, impian dan harapan yang ia bawa kemana ia pergi, dan tentang luka, kecewa, dan lelah yang ia rasakan dan cukup ia simpan seorang diri,  dimana hal itu tidak menghentikan langkah kakinya untuk bergerak maju lagi. Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, bukan hanya dari kata kata yang ia ucapkan, namun dari mata yang seakan menceritakan tentag pahit dan manis kehidupan. dari badan yang tegap seakan tidak goyah walau dunia mungkin menghempasnya berkali kali. dari kaki yang kuat untuk berdiri sendiri dan mampu membawanya menjadi pribadi yang mandiri. Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, dengan caranya sendiri.

Cause You Know That Everybody is Falling

Mungkin sebagian dari kita seperti sedang berjalan di perjalanan yang sunyi, ramai namun hening.  Dibeberapa bagian perjalanan kita menemukan mereka yang kehilangan arah, mereka yang semangatnya patah, dan mereka yang ingin menyerah.  dan kita datang menegakan bahunya, berharap dia menyadari bahwa dia tidak sendiri, ada kita, tempatnya untuk bercerita kapan saja.  Namun terkadang pada suatu bagian perjalanan yang lain, kita menemukan diri kitalah yang kini kehilangan arah. terbiasa menegakan bahu lain,  sehingga tidak terasa bahwa bahu kita dengan bahunya ternyata sama saja, kita juga bisa lelah.  Perjalanan yang sunyi, Ramai namun hening. tidak ada yang menegakan kembali,  cause you know that everybody is falling.  Sehingga, di perjalanan kali ini, kita menemukan diri kita belajar menguatkan diri sendiri, sekali lagi, disetiap malam hari untuk bisa berjalan di esok hari. Dan aku berharap, pada siapapun yang sedang berjalan di perjalanan ini. Akan ter...

Untuk Mimpi dan Harap

Sebagai manusia  yang terus berjalan ..untuk mimpi ..untuk harap .. dan untuk hidup Dengan.. menyelesaikan apa yang harus diselesaikan melakukan apa yang harus dilakukan memulai apa yang harus dimulai semuanya demi..  kehidupan yang lebih baik dari saat ini Namun,  menjalaninya terkadang tidak seindah seperti apa yang kita bayangkan tak jarang dipertengahan jalan kita kehilangan arah sebab rutinitas yang berulang disetiap harinya seperti belum menghasilkan apa apa ..selain lelah. Nafas yang berat Hati yang sepi Teman yang pergi dan diri kita yang berjuang sendiri, Semakin membuat semua langkah seperti tidak berarti, dan menyerah seperti hal yang menyenangkan karena begitu mudah. Tapi.. sebentar Bukankah jalan untuk menjadi apa yang diimpikan, memang terkenal susah? terkenal berat? terkenal terjal? Untuk mendapatkan apa yang diharapkan, bukannya memang harus berjuang? bukannya memang harus menahan tangis? bukannya memang harus menahan luka? Selalu akan ada cobaan dan ujian...

sekali saja

sometimes you just can get tired, don't you ? Kamu berjuang, Kamu berjalan, istirahat, kemudian kembali tergelincir, kemudian tegak lagi tersungkur, kemudian merangkak lagi Jika sedang seperti ini, hidup terasa melelahkan bukan? Katanya kita harus terus melangkah,  katanya karena bumi terus bergerak maju, bumi kan terus berjalan, berputar, tidak akan berhenti apalagi hanya untuk menanti dirimu seorang diri. Lalu.. apa yang akan terjadi, jika sekali saja sekali saja kita berhenti ? rasanya tenaga sudah benar-benar terkuras berkali-kali.  tapi, ya, nanti kita akan kembali lagi, kita akan berjuang lagi, kita akan berjalan lagi, walaupun tergelincir lagi, kita akan belajar untuk tegak lagi, untuk merangkak lagi, berkali-kali. Tapi sekali saja, apakah tidak apa apa? untuk berhenti, beristirahat, disini, sendiri? Bumi berotasi saja, dengan perputarannya sendiri Nanti juga ku susul lagi. 

Harapan

Aku percaya kalau hidup ini terkadang berat untuk dijalani, Aku percaya kalau sebagian manusia di bumi pasti pernah ingin menyerah, Aku percaya tentang perjalanan yang terasa statis,  terasa tidak berubah dan segala yang dilakukan terasa tidak begitu berbuah, dan malam yang sendiri dipojok kamar menepi, menahan tangis seorang diri. Aku percaya tentang rasa sakit yang ingin kita lupakan,  tentang seseorang yang ingin kita maafkan, tentang diri sendiri yang berjuang untuk berdamai di setiap hari. dan Aku percaya, Tuhan telah memberikan bahu yang kuat pada setiap manusiaNya, yang kuat menopang tanggung jawab yang sedang diemban, yang masih mampu menjadi pundak ketika ada orang yang ingin bersandar. Aku percaya, Tuhan telah mempersiapkan air mata yang tidak akan ada habisnya, yang mampu untuk menyapu luruh kesedihanmu, yang akan mengalir untuk melegakan hatimu, dan yang akan turun untuk ikut merayakan kabar bahagia yang tidak pernah kamu sangka atau bayangkan sebelumnya. Aku perc...

Suara Baru

Suatu ketika, aku pernah berada di situasi yang .. sungguh berisik.  semuanya .. benar-benar terasa berisik.  tidak hanya dari dalam kepalaku sendiri, namun dari luar juga terasa sangat pekik.  Aku tidak tahu suara mana yang harus aku dengar, dan akhirnya aku memilih untuk diam.  Membiarkan semua suara berteriak sesuka mereka, sambil berharap suatu saat mereka akan lelah dan berganti untuk memilih diam.  Namun.. tidak terduga di titik lelah dan hampir menyerah, tiba-tiba pada suatu pagi ada seseorang yang mengirimkan aku pesan. Pesan itu berisi tautan, tidak ada kata, tidak ada basa-basi.  hanya 1 tautan, tautan itu menggiring aku untuk mendengarkan suara baru, suara yang berbeda dari semuanya,  suara yang bahkan tidak pernah terfikirkan untuk aku cari dan aku dengarkan. Tautan itu berisi suara alam. Awalnya aku berfikir "apa ini?" namun setelah aku dengar .. suara alam benar-benar terasa menenangkan.  dan aku menjadi mengerti, di hidup ini terdap...

apakah manusia benar-benar adil?

Apakah manusia benar-benar diciptakan untuk mampu menerima? Lalu kenapa banyak orang yang lari dari kenyataan? kenapa banyak orang yang marah atas keadaan? kenapa banyak orang yang mengutuk, menyumpah, dan mendendam tentang penderitaan? Seakan semua hal-hal yang diberikan Tuhan,  baik mengecewakan atau menyedihkan, bukan seharusnya untuk mereka rasakan.  Namun, lain cerita jika yang diberi Tuhan adalah kebahagiaan, banyak manusia merasa itulah yang layak mereka terima.  itulah yang seharusnya Tuhan selalu beri.. "Kebahagiaan dan ketenangan sejati"  Sayangnya, beberapa manusia merasa.. bahwa Tuhan terkadang tidak adil dalam memberi, Lalu bagaimana jika Tuhan merasa.. bahwa manusialah yang tidak adil dalam menerima ?? Kita tahu, tentang Bahagia dan Derita adalah fase yang datang silih berganti, kita tidak dapat merasa bahagia jika tidak dulu menderita. pun sebaliknya. Jadi, terima saja dulu apa fasemu saat ini. Karena bahagia juga ingin segera bertemu di perputaran bu...

Persimpangan

Ruang untuk pulang

Di dalam diri kita pasti ada satu ruang, yang susah payah ditata dan dirapikan. Ruang itu cukup luas, namun anehnya terkadang rasanya begitu sesak, padahal hanya ada diri kita sendiri di dalamnya. Alih-alih membiarkan ruang itu hancur dan berantakan, Kita memilih untuk merawatnya, membiasakan diri dengan segala cerita yang pernah terjadi di dalamnya, sehingga cerita sakit, tidak lagi terasa sakit. dan cerita manis, akan selalu terkenang manis. Di dalam diri kita pasti ada satu ruang, yang terkadang kita abaikan, Namun, terkadang menjadi satu-satunya tempat tujuan.. ketika kita ingin pulang.

Berhenti Bertanya

Berbicara tentang kehidupan, terkadang ada baiknya.. manusia untuk berhenti bertanya.. terkait segala hal yang terjadi dikehidupannya, "kenapa?" "bagaimana bisa?" "bagaimana mungkin?" "mengapa?" Karena pertanyaan-pertanyaan seperti itu, Terkadang semakin mengantarkanmu kepada luka, kepada kecewa, dan kepada lara. Semakin membuatmu merasa, gagal, karena realita tidak berjalan sesuai rencana, dan kamu mulai menyalahkan semesta, menyalahkan semua, termasuk .. menyalahkan dirimu juga. Soal kehidupan, berhentilah bertanya, dan belajarlah menerima. Menerima dan percaya, Menerima dan mengimani, Bahwa Tuhan punya rencana-Nya, yang lebih bagus, dan tidak pernah kau duga sebelumnya.

:)

Kali ini aku hendak bercerita, tentang seseorang.. yang memiliki hati sekuat baja, hatinya sungguh luas bagaikan samudera, sabarnya seakan tidak terbatas bagaikan angkasa, dan cintanya seperti tidak pernah habis bagaikan air di laut sana. Kita manusia, tentu pernah mengalami.. tentang jatuh dan terpuruk, tentang luka dan kecewa, tentang derai air mata, dan tentang bertahan ketika harapan seakan menghilang. Pada saat itu, ada seseorang yang duduk bersamaku, menangis bersamaku, memeluk bahuku, dan menguatkan aku, dia berkata "tidak papa, yang kuat, kamu pasti bisa" kemudian dia tersenyum, dan mengajarkan aku tertawa ditengah luka, katanya biar tetap waras dan tidak gila. Dia memberikan aku contoh, bagaimana manusia harus bertahan disegala cobaan, dia tetap memberikan aku cinta, walau aku tahu bukan hanya aku saja yang terluka, namun dia juga, aku yang terkadang gagal membahagiakan, sedikit-banyak pasti pernah menggores hatinya, aku yang jarang m...

Pertarungan

Pernah tidak kamu menghadapi sebuah pertarungan? pertarungan yang sulit dimenangkan, tak jarang, kamu menganggapnya seperti.. pertarungan dirimu melawan dunia, dunia seperti benar-benar tidak memihakmu, bahkan memusuhimu, menikammu, dan hampir menghancurkanmu. Padahal kenyataanya.. peperangan itu.. hanyalah dirimu melawan dirimu sendiri. Hanyalah tentang rasa melawan logika, pemikiran melawan kenyataan, ekspektasi melawan realita, dan harapan melawan kemampuan, Tak jarang kamu dihadapi oleh situasi yang membingungkan, apalagi jika pertarungan itu berujung kepada.. pemilihan antara rasa dan logika Logika seperti menyuruhmu berkata "tidak" namun rasa tidak takut memberontak untuk berteriak "iya" dan kamu hanya bisa terdiam, ketika banyak suara di dalam kepala yang menikam. Kini kamu tahu, Pertarungan itu tidak bisa dimenangkan, maka.. Berdamailah, jangan sampai dirimu menjadi korban, atas apa saja...

1 Nama Manusia

Ada manusia yang mengajarkan aku untuk menjadi seorang manusia, membawaku melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda, ternyata dunia.. tidak selalu penuh dengan rasa sakit dan derita, ada ceria yang harus dijaga, dan ada harapan yang harus terlaksana, dan akupun teringat, setiap manusia memiliki bebannya juga, ada sedih yang ia pikul sendiri, ada tanggung jawab yang ia bawa kesana kemari, dan ada sepi yang ia ramaikan seorang diri, tapi, hebat. Manusia itu masih bersedia menjadi tempat berbagi luka, mendengarkan tanpa suara, memahami lara tanpa bertanya, dan entah kenapa, Manusia itu mampu mengajarkan aku menjadi manusia seutuhnya. Membaca tulisan ini, kemudian kalian akan teringat, kepada siapa diri kalian berhenti untuk beristirahat, telinga siapa yang selalu bersedia ketika kalian ingin bercerita, akan selalu ada 1 nama manusia disetiap manusia, entah itu nama ibu, bapak, kakak, adik atau 1 nama manusia lainnya yang kemudian kehadirannya, kalian...

Monster

Monster itu nyata, ia menjelma dalam tubuh manusia, yang bisa kau temui dimana saja. Mereka menyakitimu, menikammu tanpa menyentuhmu, beberapa membenturkan mu, kepada kenyataan bahwa mereka tidak pernah benar benar.. ..menyayangimu. Namun, kehidupan memaksamu untuk tetap hidup dengan tidak melawan, melainkan menerima. Menerima kenyataan bahwa hidup terkadang tidak baik-baik saja, tapi kamu, harus baik baik saja.

Terdiam

dan kamu mendapati dirimu terdiam, seorang diri, Perihal rasa sakit yang tidak tertahan, dan amarah yang susah payah kamu redam. Suaramu tidak pernah didengar, dan sikapmu yang selalu ditertawakan. dan lagi-lagi, Kamu mendapati dirimu terdiam, di depan cermin yang memantulkan diri, kamu  mulai bertanya, untuk apa kamu ada di bumi? seolah tak ada seorangpun yang mampu membuatmu berarti. dan kamu mendapati dirimu terdiam, kini.. di dalam sujud malam panjang, memohon pengampunan.

Bab Pertemuan

Aku tidak tahu tulisan ini tentang mensyukuri sebuah pertemuan, atau mengikhlaskan sebuah perpisahan Namun, jika berbicara tentang sebuah pertemuan, Entah membahagiakan atau menyakitkan, tidak perlu kita sesalkan. Cukup disimpan. Entah menjadi sebuah kenangan, yang kamu tata rapi dalam ingatan atau Menjadi sebuah memori, yang nantinya mampu kamu lupakan sendiri.

"Sampai Kapan?"

Ada satu pertanyaan, yang mungkin aku atau beberapa dari kalian, menjawabnya akan gelagapan. Pertanyaan itu.. tentang "Mau sampai kapan?" Mau sampai kapan menyimpan sendirian? Mau sampai kapan bertahan diam diam? Mau sampai kapan berpura-pura, tapi ditengah malam.. kamu hancur berantakan? Tentang "sampai kapan" kita tidak akan tahu, karena "harapan" saja terkadang rasanya begitu semu. Tapi jika ditanya tentang "Bertahan" "Belajar melupakan" "Menerima" "Mencoba mengikhlaskan" dan pelan-pelan "berjalan menyusun kehidupan" mungkin kita sudah handal memerankan. Kehidupan yang tidak tahu pendek atau panjang, buatlah suatu cerita yang bisa kamu simpan atau bagikan. Tidak melulu tentang seberapa kuat kamu berjuang, tidak melulu tentang luka yang susah payah kamu sembuhkan, atau tentang lama perjalanan yang sudah kamu habiskan, Tapi cukup suatu cerita, tentang bagaimana dirimu mencoba...

Perlombaan

Katanya hidup bukanlah sebuah perlombaan, tapi, kenapa menjadi unggul seakan sebuah keharusan ? sampai-sampai yang merasa kalah, malah mengujar kebencian bahkan tak jarang menjatuhkan. Katanya hidup bukanlah sebuah perlombaan, tapi kenapa kita stress ketika melihat yang jauh lebih duluan? sampai-sampai kita menyerah, merasa kalah, payah, padahal belum melangkah. Kalau begitu.. Hidup memanglah sebuah perlombaan, Namun, Bukan dengan orang lain, apalagi pesaing. Tapi, Dengan diri sendiri. Berfikir lebih majulah dari diri yang lalu, berlatih menjadi mandiri jika dulu takut sendiri, mencoba, menata, dan berencana jika dulu tidak tahu apa-apa. Hidup adalah perlombaan, dengan diri sendiri untuk maju jauh kedepan.

Nada

Aku mempelajari tentang sebuah nada, didalamnya terdengar ada duka, ada luka, juga kecewa. Ada sepi, ada sunyi, yang ia mainkan seorang diri.  Namun walau begitu, seperti tersimpan ambisi, ada nyala harapan yang ia genggam dalam hati. tentang perjalanan, mengubah keadaan, menyelamatkan, hingga membahagiakan, segala hal yang semesta titipkan. Dari nadanya aku mengerti, tentang sakit tidak melulu harus disimpan sendiri, namun dapat dibagi, agar saling mengobati. dan dari nadanya, aku terobati. 

Seni

Seni adalah bentuk pelarian terindah, menjadi wadah ketika diri merasa 'kalah' penampung segala lara ketika hidup terasa susah. Seni adalah sebaik-baiknya pelarian, tempat 'menghilang' ketika diri mencari kenyamanan, pendengar setia walau tak satupun suara dapat terkeluarkan. Seni adalah obat bagi kehidupan, peredam marah atas kekecewaan, dan pelega hati untuk segala kerinduan. Tak jarang, beberapa seni tidak dapat diartikan, karena terkadang ada luka yang disembunyikan, dan itu terlalu dalam.

Lari

beberapa dari kita pasti pernah merasa salah, salah dalam mengambil keputusan, salah dalam mengambil sikap, salah dalam menangani permasalahan kehidupan, kemudian, beberapa dari kita lari. mencari kesenangan diri, melupakan apa yang sebenarnya sedang terjadi. kamu boleh lari, menyegarkan nafas dan fikiran sekali dua kali. tapi satu pesanku, jangan lupa kembali. kembali untuk menata kembali untuk merapikan kembali untuk membereskan semua hal hal yang pernah kau tinggalkan. jika sudah selesai, kamu tidak perlu lari lagi. berjalan saja, menikmati hari. 

Kita manusia tapi kita Lupa

kita manusia tapi kita lupa, beberapa dari kita, saling membunuh tanpa senjata, hanya menggunakan kata kata, manusia lain bisa mati tak berdaya. kita manusia tapi kita lupa, jika manusia lain punya perasaannya juga. mematikannya tidak membuat kita hidup, menikamnya tidak membuat kita sejahtera. kita manusia tapi kita lupa, tentang luka dan karma. bisa berbalik kapan saja.