Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Fase

Ternyata seperti ini ya rasanya, hidup menuju fase usia yang lebih dewasa. Dimana, sudah mulai terdengar, suara-suara yang memberi patokan terhadap kehidupan yang kita jalankan. sudah mulai terasa, lelahnya berjalan mengemban segala tuntutan yang seakan harus cepat untuk direalisasikan.  Dan.. dimana, kehilangan diri sendiri dipertengahan jalan, sudah menjadi kebiasaan.  Ternyata seperti ini, bergabung menjadi salah satu dari ribuan atau jutaan, yang kehidupannya diisi untuk membuktikan, berniat membahagiakan walau selama ini tidak dipedulikan, menyuguhkan kesuksesan agar lebih diperhatikan. Ternyata seperti ini, menjadi manusia yang menjalankan ritual pagi dengan menyemangati diri sendiri, menjadi sandaran yang paling tegar untuk sebuah bahu, disaat diri sendiri sebenarnya sedang menjalankan kehidupan yang ia juga tidak tahu. Tanpa kita sadari, menuju fase usia yang lebih dewasa ini, terkadang pandangan tentang kebahagiaan kita lihat dari kacamata pencapaian, tidak jarang, ki...

Api Jiwa

Terkadang, dalam sebuah perjalanan panjang, sangat tidak disangka, ketika kehidupan membawa kita masuk kedalam suatu liku cerita, bernama.. kehilangan. Jalannya sungguh berliku, berputar berkali-kali, diimpit perasaan hampa, mencari jalan keluar dari seluruh lara. Dan aku melihat, banyak sekali yang tersesat, terombang ambing dalam keputus asaan, berjalan dengan raga yang harapannya telah terbang.  Dan aku mendengar, sebuah pertanyaan samar-samar, "untuk apa aku melalui ini semua?" "tidak bisa, tidak bisa lagi aku bertahan, semua kenyataan begitu pahit untuk ditelan." hai, jalan ini memang berliku, namun menyerah tidaklah membantu. Tidak ada yang tahu, kemana kehidupan nanti akan mengarahkanmu, walau kini harapan tampak begitu semu, namun tetap dekaplah hal itu dalam dadamu. Nyalakan kembali, api jiwa yang telah lama padam, Bangkitlah, tegakkan keyakinanmu, teguhkan hatimu, capailah tujuanmu, itu. 

Sudahkah kita?

Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata menghabiskan waktu.. dengan mencemaskan beberapa hal yang tidak tentu. Seakan kita telah menjadi manusia yang bisa memprediksi masa depan.. disaat semua masih jauh dari pandangan.  Lupa, bahwa semua.. masihlah menjadi rahasiaNya. Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata juga sering, menghabiskan malam bersama pikiran-pikiran yang menakutkan. Segala macam pikiran seperti kecemasan,kepahitan dan rasa ketidak-adilan, seakan menjadi teman penghantar sekaligus pengisi kesepian.  Lelah dalam menjalani kehidupan, namun tidak ingin menyerah karena takut akan kegagalan, menjadi motif pengisi perjalanan, dan penyelimut tekad dalam bertahan menuju masa depan.  Mungkin, beberapa dari kita kemudian berteman dengan segala pertanyaan yang menanti akan jawaban, "setelah ini apa?"  "setelah ini bagaimana?" Seakan waktu merupakan sebuah janji yang akan selalu kita miliki.  Tanpa disadari, kini ada pertanyaan yang terlewat untuk kita ...