Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

it's ok, it's gonna be ok

hidup di tengah-tengah manusia yang .. mudah menghakimi, mudah melempar kesalahan sendiri, dan mudah mencari celah kelemahan diri, benar-benar melelahkan hati, menguras energi, seakan tidak ada kebaikan yang telah kita beri.  apakah kehidupan sekarang memang begini? terlalu banyak yang mengujar benci, hingga kita lupa rasanya dicintai. terlalu banyak yang membandingkan diri, hingga kita lupa rasanya dihargai. terlalu banyak yang memarahi, hingga kita lupa rasanya dibela dan dilindungi. tidakkah sulit terkadang menjalani semuanya sendiri? namun bisa apa lagi? hanya diri sendiri yang ada disini hanya ada kita yang menutupi semua luka dengan tawa, berharap hidup akan baik-baik saja, walau yang dirasa malah sebaliknya.  untuk siapapun yang sedang merasakan ini : "..gapapa, it's ok, it's gonna be ok.." terkadang hanya itulah kalimat terkuat yang bisa kita ucapkan bersama, menyadari bahwa mungkin perjalanan sedang tidak mudah untuk dilalui, terlalu banyak hal yang menghala...

"Ragu"

 yang namanya "Ragu" pasti akan muncul sewaktu-waktu, menguji sudah setegak apa kaki kita berdiri, meyakinkan apakah jalan yang kita pilih sudah benar-benar sesuai tujuan. Tak jarang, "Ragu"pun menang, dengan caranya sendiri.. sukses membuat manusia kebingungan, beberapa memilih berbalik badan, tidak melanjutkan perjalanan, karena takut akan masa depan. Mungkin manusia lupa, yang namanya "Ragu" pasti akan tetap muncul sewaktu-waktu, kemanapun tempat yang dituju, terkadang ia juga disitu. Berbalik arah dengan menyerah, tidak membuat "Ragu" berhenti untuk mengganggu. Malah ia tak akan ragu untuk  menenggelamkanmu ke dasar laut penyesalan yang tak tentu, Menyiksa untuk menyadari- kalau kamu .. bisa saja menjadi lebih baik pada waktu itu. Sudah. Yang tlah lalu, biarkan berlalu. Jangan lupa, di dalam diri kita juga punya suara yang harus didengarkan, jangan biarkan yang namanya "Ragu" mampu selamanya membungkam- suara impian terdalam.  Jadi...

tokoh utama

 Apakah setiap buku cerita harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum ditutup rapat dengan sempurna? entah kemudian disimpan dalam rak kenangan, atau dibuang jauh dari ingatan? Apakah semua cerita memang harus diselesaikan terlebih dahulu dengan baik? Karena rasanya,  berlari menjauh, mencari perlindungan, mencari pertolongan, dari cerita yang tidak tertahankan, hanya akan membuat Sang Penulis menghadirkan kembali, menghadapkan kita kepada sang tokoh yang selama ini kita hindari.  Kita yang katanya menjadi tokoh utama di cerita hidup kita, terkadang rasanya tidak mampu memahami cerita Sang Penulis cipta. Hingga berbagai pertanyaanpun muncul di tengah perjalanan, tentang alur yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, atau akhir cerita yang jauh dari harapan. Aku tahu apapun cerita yang penulis cipta, tetap harus kita jalankan secara suka rela, namun karena aku manusia .. aku mengakui kalau aku tidak sekuat itu juga,  untuk menjalankan cerita yang tidak aku suka, e...

Sebentar Lagi

Terkadang rasanya tidak mudah, tidak mudah untuk menjadi manusia yang  berjalan  menyusuri waktu untuk mencari tempat baru, berpindah dari tempat lama, meninggalkan beberapa bahkan melupakan segala cerita yang pernah ada sebelumnya. mungkin manusia itu tidak memiliki tempat untuk saat ini, tempat lama yang telah tertutup rapi, terkunci rapat, dan telah jauh dari genggaman. tempat baru yang entah ada dimana, jauh dari pandangan.  Ada kalanya manusia itu kehilangan arah juga, berdiri sendiri tidak selamanya mudah untuk diakui, badai yang menyelimuti tak jarang juga menyakiti,  apapun badai yang menghampiri, hanya bisa dirasakan sendiri.  bahagia yang katanya akan datang sebentar lagi, membuat ia lupa kapan ia tertawa lepas terakhir kali. sehingga bagi manusia itu "ya hidup mungkin memang begini" Seiring berjalannya waktu, kini manusia itu menyadari sesuatu, Terkadang tempat yang kita cari untuk perlindungan diri,  mengistirahatkan kaki dan membantu kita bang...