Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Nahkoda Kapal

kapal kecil itu barulah berlayar, dan ombak kala itu begitulah tenang, ia berjalan perlahan, ditemani semburat cahaya yang hendak tenggelam, siapapun yang berada di dalam kapal kecil itu pastilah senang,  bercengkrama, tertawa, hingga waktu berlalu begitu saja.  kapal kecil itu barulah berlayar, dan kali ini ombak menghantamnya begitu keras, ia terombang ambing, nyaris karam. siapapun yang berada di dalam kapal kecil itu pastilah tidak tenang,  berebut megang kendali, agar tiada satupun yang tersakiti.. kapal kecil itu barulah berlayar, namun pengemudi di balik layar,  begitu dapat dihandalkan.. siapapun yang berada di dalamnya, pasti lah senang, karena mereka terselamatkan sampai tujuan..

Pupuk

  “hei! aku akan menjadi pupukmu disini!”   “pupuk??” “ya, kau tidak tahu bahwa makhluk biologis adalah sebaik baiknya pupuk untuk tanaman yang layu?”  “ya, aku mengerti, tapi kenapa harus kamu?!” “aku harus melihatmu hidup..”  “tapi aku tidak bisa melihatmu mati!” “aku tidak akan mati.. malah aku hidup dalam dirimu sesudah ini” “….” “aku tidak akan mati,  aku akan menjadi apa saja, dalam bentuk-bentuk yang tidak kau ketahui, di sini, di kehidupan ini.. dan di kehidupan nanti”

Perkusi

  hatinya seperti perkusi, dan begitu banyak kurcaci-kurcaci yang memainkannya malam ini.. tidak bernada, tapi semua suara dimainkan berirama, mereka meloncat-loncat seperti bergembira, merayakan sesuatu yang mereka tidak mengerti apa artinya, hatinya seperti perkusi, dan kurcaci-kurcaci itu tampak riang sekali, kali ini menghentak-hentakan kaki, bersorak seakan ini adalah perayaan yang mereka nanti.. hatinya seperti perkusi, berdebar kencang sekali.

Putri Tidur dan Kuda Terbang

Malam itu, sebuah menara terbakar, hebat,  dan seorang putri terjebak,  sakit menahan isak, asap menggumpal, gelap memenuhi awan, dan semua orang berhamburan,  “ayo cepatt! cepatt!” teriak seekor kuda putih terbang menyelinap,  sayapnya ia kepakan, kesana kesini mencari seseorang yang ingin ia selamatkan..  dan putri itu telah tertidur di sudut ruangan,  dengan satu kepakan, kuda itu berhasil membawanya ke awan. berpandu cahaya rembulan, mereka terbang menyitas kegelapan, ntah kemana semua kerumunan, tidak ada siapa-siapa, kecuali mereka, sang putri dan kuda terbang. malam itu, sebuah menara terbakar, hebat, dan seorang putri tlah selamat ..

Eyang (2)

Eyang,  Saya janji akan selalu jatuh cinta kepada setiap kesederhanaan, Tidak gelap mata terhadap semua kegemilangan,  Seperti pesan-pesan yang Eyang titipkan. Karna betul Eyang.. Lebih tenang rasanya hidup seperti itu,  Lebih ringan rasanya karna jauh dari kekhawatiran, Terimakasih Eyang,  Semoga kesederhanaanmu selalu mengalir dalam setiap kebiasaan-kebiasaanku 🤍

Eyang

 Eyang, badanmu begitu kaku, Tapi aku masih ingat betapa hangatnya tiap pelukmu, Eyang, aku beruntung terlahir sebagai cucumu, Aku masih ingat panggilan khusus yang kau beri untukku, Eyang, kau tampak cantik di terakhir kita bertemu, Semoga hangat dirimu dalam balutan kain putih itu, Eyang, aku janji akan selalu mengingat pesan-pesanmu, Terimakasih atas segala doa dan restu yang kau pupuk dalam diriku, Eyang, aku mencintaimu

Tuhan

Tuhan, begitu banyak manusia yang ia cintai ada di bumi, Tidak mampu hatinya jika harus menampung sedih untuk menghadapi hal seperti ini, Maka dari itu, Bolehkah aku pinta untuk jaga mereka semua selagi di dunia? Berikan kehidupan yang bahagia untuk mereka jalani, Berikan tenang dan cukup di setiap jalan yang mereka tapaki, Jadi, jika aku harus kembali menghadapi hal seperti ini, Hatiku dapat tersenyum, Mengetahui mereka telah hidup dengan baik sebaik-baiknya dengan penuh suka cita, Sisakan sedihku sedikit saja, Karena bahagia mereka adalah bahagiaku juga 

Pewangi Terakhir

Kapur barus bertabur kopi, Adalah pewangi kita terakhir di bumi.

Ia tidak akan bertanya

Ia tidak akan bertanya tentang "kenapa" kepada Tuhan, Ia percaya semua sudahlah digariskan, Ia hanya meminta, semoga hatinya dikuatkan, Karna Tuhanlah yang paling tahu, Seberapa takutnya ia jika "kehilangan" bertamu. Tuhan, ia sungguh ingin sekali tersedu, Menuangkan semua sedihnya satu persatu, Tapi ia tidak akan bertanya tentang "kenapa" kepadaMu, Mungkin, inilah kekuatan yang Engkau titipkan padaku..

Fana

Dan kita hidup di dunia, Dimana akhir adalah awal dari kehidupan selanjutnya, Dimana sementara berubah menjadi kekal ketika waktunya telah tiba, Dan semua sungguh fana, Sudahkah kita hidup dengan sebaik-baiknya?  Apa yang akan kau bawa ke langkah selanjutnya?

Pecah

 Ia pun menunggu, Kapan pecahnya akan berderu,  Atau sudahkah ia seperti batu, Terbiasa tercabik-cabik hingga pilu bukanlah rasa asing yang mengganggu

Terkenang Abadi

Beberapa manusia, Akan selamanya terkenang dalam jiwa, Abadi melampaui batas-batas semesta,

Tidak Ada

Dan aku menyaksikan betul, Tidak ada yang kita bawa pada akhirnya, Selain amal dan kenangan di mata mereka, Bersalam-salam, satu persatu, Mengenang kapan terakhir bertemu, Dan satupun kita tidak ada yang tahu, Kapan malaikat malaikat akan giliran bertamu, Dan aku menyaksikan betul, Tidak ada yang kita bawa pada akhirnya, Selain siapa dan apa yang kita perbuat di dunia.

Merpati Terbaik

Dan ia melepaskan merpati terbaiknya lagi kali ini, merpati yang telah lama mengabdi pada bumi, yang tlah menyaksikan dan melewati seluruh suka cita yang diberi,  Ia bisikkan maaf pada langit, karena anak kecil itu sedikit terlambat untuk berpamit, Ia lepaskan merpati terbaiknya tahun ini, lagi, untuk kedua kali, ia tahu merpati itu telah bertemu pasangannya yang tlah menanti,  dan ia harus tersenyum melihat keabadiannya yang mulai terpatri, "Terbanglah bebas wahai merpati!!" bisik anak kecil itu kepada langit sekali lagi, maaf jika aku tidak sempat berada di sisi ketika kau mau pergi, tapi doaku akan selalu menjagamu dalam hati, "Berbahagialah dan menjadi mudalah lagi!!" teriak anak kecil itu sedikit memaksa kali ini, Dan ia melepaskan merpati terbaiknya malam ini, Dengan senyum dan keikhlasan agar ia bisa terbang tinggi..

Melayang Terbang

Hatinya telah melayang ke arah kemustahilan, Dan ia sudahlah sampai ke atas awan, Terbang, berdansa, menari-nari dengan angan dalam pikiran, Ia lupa, kakinya haruslah tetap menapak pada daratan, Nyaris ia hilang seluruh kewarasan.  "Tapi bagaimana?" tanyanya dalam hati, Dan bimbang seraya menyapa seakan teman sejati, Ia turut menemani, membumbung tinggi, sebelum kembali menghempaskannya ke bumi.  Namun, hatinya sudah terlanjur melayang tinggi,  Dan mungkin.. Untuk sebentar, ia ingin menikmati awan ini.

Landak Kecil (2)

dan landak kecil itu meringkukkan badannya, menegangkan durinya seakan ia bersiap menerbangkannya kepada siapa saja, karena ia tahu, semua hanyalah perkara waktu, semua akan tersakiti olehnya satu persatu, tapi demi tuhan, ia menahan. ia tidak ingin melukai setiap pemilik hati, karena ia tahu, bagaimana rasanya ingin hidup setengah mati. dan landak kecil itu meringkukkan badannya, bersembunyi di sana untuk menyelamatkan semua, karena ia tahu, dirinya hanyalah pembawa petaka yang lucu, dan semua akan tersakiti olehnya satu persatu.

Khayal

Mungkin seratus atau seribu tahun yang lalu, dua jiwa manusia itu pernah bertemu, ntah menjadi raja dan permaisuri, atau menjadi rakyat biasa yang hidup bersama, adalah tebak-tebakannya yang buntu. Begitu banyak tanda tanya yang berakhir dengan tanda seru, mereka tahu tidak akan bisa melewati batas-batas itu, karena takdir kini berbeda dengan kehidupan yang lalu. Dan tidak apa-apa juga jika seperti itu, pada akhirnya dua jiwa itu tetap bertemu,  Setelah seratus atau seribu tahun yang lalu,  dengan wujud pribadi yang baru,  mata mereka tetap mengenali,  tatapan mana yang akhirnya menyapa lagi. 

Penuh Kosong

dan beberapa manusia, begitu penuh dengan "kosong" yang mereka bawa kemana-mana, dengan bentuk yang berbeda, kita pikir semua orang baik-baik saja, jarang yang mengerti, tentang kosong yang tidak pernah terasa ringan di hati, tidak pun ada yang bertanya, barang sesekali, dan "kosong" semakin mengisi,  berani menggaris bawahi bahwa, perihal ini tidaklah terlalu berarti, "masih banyak yang harus aku urusi!" kata kita sambil berjalan lagi. dan beberapa manusia, memiliki "kosong" yang kini menjadi separuh diri. sedikit berharap kian waktu semoga ada yang bisa mengisi, hingga hidup bisa terasa "penuh" kembali.

Berjumpa dengan Pohon Tua

Anak kecil itu masih ingat betul, bagaimana hidupnya setengah tahun yang lalu,  bagaimana hening mengisi seluruh petak ruangan pada malam itu, dan bagaimana kecamuk ramai di kepalanya, bertanya tentang bagaimana langkah-langkah selanjutnya. Hingga akhirnya, lelah menyapa dan badai di benaknya reda, dan sebuah sinar muncul di dalam hatinya, bersama ingatan yang melayang kepada sebuah pohon tua yang pernah ia jumpa, Pohon tua itu tidak akan pernah tahu, sudah berapa kali ia menyelamatkan nyawa anak kecil itu, dan pada malam itu, anak kecil itu berkata dalam hatinya, "Aku ingin menjadi seperti dia!" dan malam pun berlalu, anak kecil itu kini memiliki api yang baru. Tidak diduga, Sang Kuasa mendengar  langit menjawab dan semesta mengantarkannya, ke tempat dimana anak kecil itu harusnya berada. Di samping pohon tua, belajar dan bertanya sebanyak yang ia bisa, dan juga menjaganya,  seperti halnya pohon tua yang sudah membuatnya bisa selalu ada di dunia.