Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Suara Baru

Suatu ketika, aku pernah berada di situasi yang .. sungguh berisik.  semuanya .. benar-benar terasa berisik.  tidak hanya dari dalam kepalaku sendiri, namun dari luar juga terasa sangat pekik.  Aku tidak tahu suara mana yang harus aku dengar, dan akhirnya aku memilih untuk diam.  Membiarkan semua suara berteriak sesuka mereka, sambil berharap suatu saat mereka akan lelah dan berganti untuk memilih diam.  Namun.. tidak terduga di titik lelah dan hampir menyerah, tiba-tiba pada suatu pagi ada seseorang yang mengirimkan aku pesan. Pesan itu berisi tautan, tidak ada kata, tidak ada basa-basi.  hanya 1 tautan, tautan itu menggiring aku untuk mendengarkan suara baru, suara yang berbeda dari semuanya,  suara yang bahkan tidak pernah terfikirkan untuk aku cari dan aku dengarkan. Tautan itu berisi suara alam. Awalnya aku berfikir "apa ini?" namun setelah aku dengar .. suara alam benar-benar terasa menenangkan.  dan aku menjadi mengerti, di hidup ini terdap...

apakah manusia benar-benar adil?

Apakah manusia benar-benar diciptakan untuk mampu menerima? Lalu kenapa banyak orang yang lari dari kenyataan? kenapa banyak orang yang marah atas keadaan? kenapa banyak orang yang mengutuk, menyumpah, dan mendendam tentang penderitaan? Seakan semua hal-hal yang diberikan Tuhan,  baik mengecewakan atau menyedihkan, bukan seharusnya untuk mereka rasakan.  Namun, lain cerita jika yang diberi Tuhan adalah kebahagiaan, banyak manusia merasa itulah yang layak mereka terima.  itulah yang seharusnya Tuhan selalu beri.. "Kebahagiaan dan ketenangan sejati"  Sayangnya, beberapa manusia merasa.. bahwa Tuhan terkadang tidak adil dalam memberi, Lalu bagaimana jika Tuhan merasa.. bahwa manusialah yang tidak adil dalam menerima ?? Kita tahu, tentang Bahagia dan Derita adalah fase yang datang silih berganti, kita tidak dapat merasa bahagia jika tidak dulu menderita. pun sebaliknya. Jadi, terima saja dulu apa fasemu saat ini. Karena bahagia juga ingin segera bertemu di perputaran bu...

Persimpangan

Ruang untuk pulang

Di dalam diri kita pasti ada satu ruang, yang susah payah ditata dan dirapikan. Ruang itu cukup luas, namun anehnya terkadang rasanya begitu sesak, padahal hanya ada diri kita sendiri di dalamnya. Alih-alih membiarkan ruang itu hancur dan berantakan, Kita memilih untuk merawatnya, membiasakan diri dengan segala cerita yang pernah terjadi di dalamnya, sehingga cerita sakit, tidak lagi terasa sakit. dan cerita manis, akan selalu terkenang manis. Di dalam diri kita pasti ada satu ruang, yang terkadang kita abaikan, Namun, terkadang menjadi satu-satunya tempat tujuan.. ketika kita ingin pulang.

Berhenti Bertanya

Berbicara tentang kehidupan, terkadang ada baiknya.. manusia untuk berhenti bertanya.. terkait segala hal yang terjadi dikehidupannya, "kenapa?" "bagaimana bisa?" "bagaimana mungkin?" "mengapa?" Karena pertanyaan-pertanyaan seperti itu, Terkadang semakin mengantarkanmu kepada luka, kepada kecewa, dan kepada lara. Semakin membuatmu merasa, gagal, karena realita tidak berjalan sesuai rencana, dan kamu mulai menyalahkan semesta, menyalahkan semua, termasuk .. menyalahkan dirimu juga. Soal kehidupan, berhentilah bertanya, dan belajarlah menerima. Menerima dan percaya, Menerima dan mengimani, Bahwa Tuhan punya rencana-Nya, yang lebih bagus, dan tidak pernah kau duga sebelumnya.