Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Kehidupan

Ternyata mereka sedang diingatkan, tentang terbang yang jangan lupa akan daratan, namun, mereka terlanjur terlalu senang dilambungkan, hingga kehidupan menyelamati mereka dengan cara menghempaskan, Di kejatuhan yang dalam, mereka sama-sama menangis sesenggukan, sama-sama belajar terus menguatkan, walau sama-sama tidak tahu tentang apa yang harus dilakukan. hingga akhirnya kehidupan menyayangi mereka dengan cara mempertemukan. Dan kini, mereka sama-sama mengerti, bahwa semua yang terjadi, haruslah sesuai porsinya sendiri-sendiri. Seperti, memahami, tentang bagaimana cara mencukupkan diri, bahkan, ketika kehidupan datang memberikan hadiahnya lagi. Tetap menapak di bumi, dengan kesederhanaan yang dipupuk dalam hati, mungkin begitu, bagaimana kehidupan ingin mendukung perjalanan ini.

Berkecukupan

Satu yang kini ia tahu, terkadang dalam perjalanan kehidupan, tentang kemana ternyata bukan satu-satunya yang harus ditetapkan, tapi tentang dengan siapa, ternyata juga butuh lebih banyak perhatian. Tentang dengan siapa, kita akan merayakan apa yang kita temukan, tentang dengan siapa, yang akan mengajak kita untuk terus belajar ketika menghadapi suatu perubahan. Terlepas dari panjang penantian, pada akhirnya nanti kita akan saling menemukan, siapa yang dapat meringankan, siapa yang dapat menerangkan, beberapa titik gelap yang kita rasakan. Satu yang kini ia tahu, perihal menemukan tidak pernah terasa begitu membahagiakan, walau sedih terkadang tetap bisa mengambil peran, setidaknya, ia merasa hidupnya seimbang. Setidaknya, kini ia merasa berkecukupan. 

Paradoksial

Yang terkuat dan yang terapuh, terangkum dalam satu tubuh,   Yang memberi dan yang butuh, tersusun dalam perjalanan untuk tumbuh. Yang mendengarkan tanpa didengarkan, terjadi dalam setiap kehidupan. Yang menyembuhkan dan yang jarang dipedulikan, adalah kita yang setiap hari mencoba bertahan.

Tanyakan Anak Kecil itu

Ada masa dimana anak kecil itu hanya ingin pergi, jauh atau dekat, baginya jarak bukanlah suatu masalah lagi. Namun kemana tempat untuk menepi, mengistirahatkan diri dari segala memori. Walau ramai, ada masa dimana anak kecil itu merasa sendiri, terlepas dari siapapun yang ada di sisi, sepi seperti pengisi paru-paru diri. Ada masa dimana anak kecil itu hanya ingin ditanyai, karna memulai bukanlah yang ia ahli. Namun tetap jarang ia mendengar tentang peduli, karena ia tumbuh, di tengah orang dewasa yang berkutat dengan peliknya sendiri. "Tanyailah aku." "perasaanku." "hariku" "sekali saja, dan akan aku ceritakan padamu."  

Selamat Jalan

Pak,  Saya adalah perempuan yang jarang sekali memakai rok ketika pergi, Namun hari ini, Saya kenakan sebagai perlambangan rapi untuk menghantarkanmu kembali. Lengkap dengan sepatu yang saya sayangi, Sebagai simbol sopan untuk bertemu denganmu terakhir kali. Pak, Siang tadi hening lebih banyak mengisi, Dan seluruh yang hadir sungguh kuat sekali, Melepasmu dengan ketegaran dalam hati. Dan langit seakan begitu peka dengan kondisi ini, Seluruh air yang susah payah tertahan, Seperti tetap tergambarkan, Melalui rintikan tipis hujan di tempatmu bersemanyam. Pak, Selamat jalan, Segala yang kau tinggalkan, Kini adalah tugas kami untuk melanjutkan. Ikhlas akan kami isi untuk menghadapi perpisahan ini, Sekali lagi, Setiap hari, Terlebih jika wajahmu teringat di dalam panjang perjalanan ini..

Merpati Kita Telah Bahagia

Merpati terbaik itu telah bebas, tidakkah kau mendengar kepakan lantangnya di setiap angin yang menyapa? Dari atas sana, mungkin saja ia sedang tertawa, dengan suara khasnya, mengamati wajah mana yang bersedih disaat ia berbahagia. "Aku sudah tidak sakit lagiiii" katanya. Jadi..  tersenyumlah semua.. bersyukurlah karena ia pernah ada, disini, dengan sabar hati, mengajari kita banyak arti. Merpati terbaik kita, telah terbang bahagia. Ringankanlah jalannya, agar ia bisa bebas, bersenandung riang dan menari di angkasa agungNya.

Ia Kembali

 "Jadi, merpati terbaik itu telah pergi yaa..?" "iya, tidakkah kau lihat kepakan sayapnya begitu hebat?" "ya, aku melihatnya.." "tapi, kemana dia akan pergi? apakah akan jauh dari sini?" "ia tidak pergi.." "lalu? kemana ia terbang tinggi?" "ia kembali." "..." "ia kembali, ke tempat terbaik yang nanti juga akan kita datangi."

Karena Aku Percaya Kau Akan Bisa

 dan aku ingin terus menyaksikan, satu-satu yang nanti berhasil kau dapatkan. dan aku ingin terus ikut merayakan, setiap kurang dan penuh yang kau rasakan. teruslah berusaha, teruslah ada, karena aku, percaya kau akan bisa. 

Panjatan Pengikhlasan

Begitu banyak yang ingin ia tuangkan, namun halaman yang tetap kosong seakan sudah mampu menggambarkan, perihal dalamnya haru pengikhlasan yang akhirnya menemukan jawaban. Hatinya penuh syukur akan harapan, satu-satunya yang membuat ia terus berjalan, kini seakan menuntun ke arah yang ia dambakan. Tidak ada kata lain, selain "Terimakasih Tuhan", yang ia tanam dalam-dalam. Walaupun perjalanan masih jauh untuk diarungi, namun dengan keajaiban yang ia rasakan kini, tidak ada selain rasa percaya dalam hati, kalau pada waktunya ia akan sampai juga nanti. "Terimakasih Tuhan atas segala jalan" "Terimakasih Tuhan atas segala arahan." "beserta orang-orang sekitar yang engkau titipkan." Karena, di dunia yang tidak jarang haus akan kelebihan, malam ini, ia merasa begitu berkecukupan. dengan tangan kosong, ia percaya akan ada sesuatu yang dapat ia hasilkan, kembali dengan hati berisi harapan,  dan langkah kaki yang berbalut keikhlasan, ia percaya akan ada ke...

Usaha Kita

Diproses yang tidak sama, di waktu yang berbeda, kita semua berusaha. Nikmati semua, pada akhirnya, kita akan sampai juga, Di tempat yang masih rahasia, di waktu yang tidak terkira, sesuai proses dan usaha kita.