Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Tulisan yang Tidak Pernah Kita Tulis

Terkadang, aku juga tidak mengerti, tentang kemana arah yang aku jalani.  Terkadang, aku juga belum dapat memahami, tentang untuk apa semua ini harus dilalui. Rasanya, begitu banyak tanya yang menuntut jawaban secepat dini, namun, aku juga belum melakukan sesuatu, untuk siap mendengar apapun itu. Terkadang, aku salah dalam mengambil keputusan, hingga tidak jarang aku hilang arah atas kehidupan. Terkadang, aku hanya ingin menangis diam-diam, mengeluh tentang betapa beratnya semua tuntutan harus aku emban sendirian. Terkadang, aku ingin pergi, hanya untuk mengetahui, adakah yang mengharapkan aku kembali? Terkadang, aku menunggu, kapan kehidupan akan berbaik hati, membalas semua yang telah aku lalui, membawa cerita bahagia yang selama ini aku nanti.. Namun, bertahun waktu itu tidak kunjung tiba, dan aku terjebak di lingkaran yang sama, berputar tiada henti,  dan kembali pada titik yang sama berulang kali. Mungkin, terkadang aku hanya terjebak kepada kecemasan yang menghantui, ter...

Wanita Paruh Baya

Wanita paruh baya itu bercerita, tentang hidup yang benar-benar tidak terduga. Awalnya baik-baik saja, namun dengan cepat semua bisa berubah tanpa aba-aba. Ditengah sakit yang ia rasa, ceria selalu ada di wajahnya, tawa selalu ada disetiap dia bersuara. tidak ada yang bisa mengetahui seberapa menderitanya ia, karna siapapun yang mendengarnya, akan percaya jika ia baik-baik saja.  Tidakpun ia pernah menyalahkan keadaan, kecelakaan yang terjadi tanpa peringatan, ia terima apapun bentuk ujian Tuhan. Ditengah keputus-asaan yang tak jarang mengetuk kehidupan, tak pernah ia biarkan masuk untuk mengambil alih harapan yang ia simpan. ditengah kesulitan yang ia rasakan, ia percaya akan tetap dapat melanjutkan kehidupan yang diberikan. Wanita paruh baya, yang dalam sujud ia mengetahui bahwa ia bukanlah siapa-siapa, ujian dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk dirinya juga. Tidak ada marah, tidak ada kesal, wajahnya begitu cerah menyinari kehidupan.  Kepada wanita paruh baya itu, teri...

Rumah yang Berbeda

"Kita buat rumah yang kokoh ya!" kata seorang anak kecil kepada temannya sambil membawa dua buah ember plastik penuh berisi harapan ditangannya. "Disini!" katanya sambil menghentakan kaki, menunjuk titik dimana lokasi rumahnya harus berdiri. Matanya sungguh berbinar seindah pemandangan lautan yang ada di hadapan, senyumnya mengembang seakan inilah waktu yang ia dambakan akhirnya telah datang.  Diawali dengan anggukan setuju, tangan-tangan mungil itu mulai menggali dan menumpuk gundukan harapan satu persatu.  "Kau mau rumah berbentuk seperti apa?" tanya temannya sewaktu-waktu. "Hmm.. jajar genjang?"  "Jajar genjang?" "iyaa! bisa engga kita buat rumah dengan bentuk yang berbeda? tidak seperti biasanya?"  "hmm.. kenapa?" "entahlah, tidak ada alasan, tanpa karena. Aku.. hanya ingin rumah kita berbeda." Senyuman penuh keyakinan kedua anak kecil itu seakan disambut oleh angkasa dengan senang. Langit yang cerah se...

Janji

"Tidak mudah,  sungguh semua memang dirasa tidak mudah." "apa?" "yaa kehidupan yang sedang dijalani." "hmmm, benar." "Tapi.. yaa bagus, setidaknya kita masih ada, masih bisa menutup mata disetiap malam, dan masih bisa menghirup udara disetiap esoknya." "Walau.. mungkin beberapa dari kita sedang meredup, sedang tidak bisa mengungkapkan kesedihan yang kita rasakan, atau kegelisahan yang tidak bisa kita ceritakan, karena badai ini seperti perubahan yang terlalu kencang." "Tapi..semua pasti berlalu.. Akan datang waktu dimana sedih mu akan habis, gelisahmu akan menjadi biasa saja, dan badai ini akhirnya berhenti juga." "Jadi,  teruslah berjalan, membiasakan diri kepada ketidak nyamanan, menghibur diri disaat ketidakpastian datang, dan selalu menjaga diri disetiap fase kehidupan" " Apapun yang sedang kamu hadapi, apapun yang sedang kamu lalui, seberapa sulitnya kamu melalui hari demi hari, seberapa melelahka...

Waktu

Terkadang menjadi manusia, Sebanyak apapun rencana yang telah terancang, Ia tidak akan pernah tahu, Apakah ia tetap dapat memiliki waktu, Untuk mewujudkan segala asanya satu persatu. Apa yang akan terbawa jika waktunya telah terhenti? Akankah harapannya ikut terbang tinggi, Menuju langit dan tidak pernah kembali? Terkadang menjadi manusia, Sebanyak apapun yang mencintai atau membenci, Ia tidak akan pernah mampu mengerti, Membedakan setiap ciri, Untuk percaya tuluskah mereka selama ini? Apa yang akan terjadi, Jika ternyata merekalah yang merenggut waktu yang ia miliki? Akankah mereka tersenyum, Dan bahagia menjalani hari? Terkadang menjadi manusia, Ia hanya ingin memiliki waktu yang banyak di dunia. Bahagia terhadap pilihannya, Dan tersenyum, walau penuh luka, Ia akan tetap berkata tidak apa-apa. Terkadang menjadi manusia, Ia hanya ingin memiliki waktu di dunia.

Bala Tentara

Gambar
Bala tentara itu akhirnya memilih mundur, menyelamatkan diri, sebelum segalanya luluh lantah dan hancur. Mereka berlari, mencari persembunyian diri, untuk menjaga mimpi, sebelum segala harapannya terkubur. Mencari tempat aman, untuk kembali mengumpulkan kekuatan. Bersama, dengan segala harapan yang tergenggam, mereka percaya, akan ada saatnya, kemenangan ada dalam genggaman. 

Aku Sudah Tidak Ingin Lagi

Aku sudah tidak ingin lagi, mengisi hari dengan ekspektasi yang terlalu tinggi. Aku sudah tidak ingin lagi, berharap kepada hal yang diluar kendali. Aku sudah tidak ingin lagi, menahan sesuatu yang memang seharusnya pergi. Aku sudah tidak ingin lagi, memaksa sesuatu yang bukan untuk aku miliki, Aku sudah tidak ingin lagi, mengisi hari dengan ketakutan yang menghantui. Aku sudah tidak ingin lagi, menghabiskan energi terhadap kecemasan yang tidak berarti. Aku sudah tidak ingin lagi, berlomba dengan kehidupan orang lain yang tidak kukenali. Aku sudah tidak ingin lagi, memenuhi ekspektasi yang bukan seharusnya untuk aku penuhi.  Aku sudah tidak ingin lagi, terburu-buru menjadi sempurna untuk memiliki segala yang mereka ingini. Aku sudah tidak ingin lagi, Aku sudah tidak ingin lagi, Aku sudah tidak ingin lagi, Aku ingin.. hidup. dan tidak takut, menjalani jalan yang aku percayai. Aku ingin..  hidup. dengan caraku sendiri, menyusun kehidupan yang mungkin orang lain tidak mengerti....

Angka Satu

Hai, akhirnya kita bertemu lagi. di angka 1 di tahun yang baru.  Bagaimana perjalanan di tahun yang lalu? Beberapa baik, dan beberapa belum tentu, iyakan? semua terasa begitu cepat berlalu.  Sakit yang kamu rasakan di tahun yang lalu, apakah masih terasa disaat kamu memasuki angka satu ? Kecewa yang kamu bawa, apakah masih susah untuk ditutupi dengan tawa? Di angka satu dari tiga ratusan yang menunggu, kira-kira mau diisi apa hari-harimu? Bukankah harapan kita sama, tahun ini ingin lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, berharap menjadi baik saja terkadang tidak cukup, harus ada pola yang kita ubah dari keseharian yang biasa kita lakukan. Termasuk menyimpan segala sakit sendirian, lepaskan perlahan, ikhlaskan pelan-pelan. Tidak akan ada yang berubah dari yang telah berlalu, akan banyak hal baru, jika kita akhirnya memilih berlalu.  Di angka satu, rancanglah perubahan baru. Tidak perlu terburu, mulailah nanti di angka keberapa yang kamu mau. Semoga dengan begitu, impian ...

Ketakutan dan Harapan

Beberapa manusia terkadang memiliki ketakutan, yang hanya bisa ia simpan sendirian, tatkala ketakutan suka datang, mengetuk benteng pertahanan dikala malam, memenuhi langit-langit ruang, menutupi segala sisa harapan yang ia simpan. Susah payah ia bertahan, susah payah ia menjaga harapan. Pun ia juga tidak mengerti tentang kehidupan, jalan lurus yang ia pilih, tak jarang dibelokan. Lagi-lagi, harapan. Hanya harapan yang mampu membuat ia bertahan. Walaupun semua kini tampak seperti angan-angan, kehidupan yang ia dambakan, seakan masih jauh dari pandangan. Lagi-lagi, bertahan, adalah keputusan yang masuk akal. Walau sakit yang dirasa tidak tertahankan, walau pusing yang dirasa semakin menyebalkan, teruslah bertahan dan berjuang untuk 'kesembuhan'. Sebesar apapun ketakutan yang kita simpan, tetap jaga harapan, sekecil apapun itu.. untuk kita wujudkan.  Walau kita sedang tidak mengerti jalan apa yang tengah kita lalui, tetap simpan harapan itu dalam hati. Hingga nanti, semua ini dap...