Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Closure (pt.3)

"apa pengharapanmu?" "kepadanya?" "ya.." "aku harap ia hidup dengan bahagia."

Apakah kau percaya?

Apakah kau percaya? beberapa jiwa bisa terhubung tanpa harus bersuara?

Orang-orang Baik

"rasanya, hidup di masa sekarang, aku sudah tidak begitu kaget." "kaget sama?" "berita buruk, hal-hal kurang baik atau ketika berhadapan dengan orang-orang yang bersikap menyebalkan." "hmmm.." "kau tau apa yang begitu mengagetkan?" "apa?" "bertemu dengan orang baik." "lalu apa yang akan kau lakukan ketika bertemu dengan orang seperti itu?" "mendoakannya." "aku berharap, semoga orang-orang baik yang aku temukan dapat dipertemukan kembali dengan orang-orang yang dapat membuat mereka senang dan bahagia, sama seperti diri mereka." "aku berharap, mereka selalu ada di dunia. karena mungkin saja apa yang mereka hadapi juga tidak mudah, karena mungkin saja mereka juga ada kalanya merasa lelah. Namun aku harap, mereka tetap ada." "dan aku harap, mereka juga ikut merasakan, jika kehadiran mereka, begitu berharga di dunia."

Ia Menemaniku

 "jadi sebenarnya ini obrolan dengan siapa?" "tidak dengan siapa-siapa." "lalu dari mana ini semua?" "kepalaku." "maksudmu.. ada suara dari sana?" "ya." "apakah itu mengganggumu?" "tidak," "ia menemaniku."

Sementara Kita Tidak

"aku melihatmu." "dimana?" "di dalam sebuah cerita.. yang berbeda dari kita." "..." "mereka berakhir bahagia, sementara kita tidak."

Tidak Ingin dibaca

"hai.." "hai sudah lama, kemana saja?" "haha, bersembunyi." "kenapa?" "tidak ada, aku hanya sedang tidak ingin 'dibaca'." --- "tapi, bukannya kau tetap harus menuangkan 'semua'?" "ya.. aku tetap menuangkannya, namun entahlah.. kata-kata itu kini seakan sedang berubah wujud,  menjadi bentuk tidak berhuruf, namun tetap bisa kau baca, jika kau bersedia." ".." "apakah kau bersedia?"

tentang diri

Ia kehilangan dirinya sendiri, lagi. atas lelah yang ia hadapi, atas masalah yang jauh dari kata berhenti. Segala yang ia punya, seakan tidak berarti. dan ia bertanya, berulang kali, untuk apa semua ini? Mereka yang berteriak mengerti, berujung melukai. Dan ia harus kembali melindungi diri sendiri, lagi. berkali-kali, untuk tetap ada di dunia ini. 

Sepi

Gambar
  dan ia kini menepi, duduk dalam ruang ramai seorang diri, menyibukan diri dengan semua pekerjaan yang menemani. hatinya entah sudah dimana, waktunya tersita, tidak ada detik yang ia lewatkan untuk sekedar merasa, hanya sepi, katanya.