Kuatkan hati, untuk mengikhlaskan segalanya yang pergi.
Di situasi yang tidak terkendali,
Di tekanan yang semakin menjadi,
dan di sudut ruang yang hanya terdapat kita sendiri,
Kita menepi,
meratapi..
segalanya yang telah pergi.
Tawa, canda, suka cita dan bahagia..
rasanya seperti masih mengudara.
Namun tak ada siapa-siapa,
hanya diri kita yang tidak ingin melupa.
hanya diri kita yang memeluk luka.
hanya diri kita yang bertahan tanpa suara.
Menghadapi hari kini terasa begitu berat seperti hidup tak ada arti,
seperti hidup tanpa nyali.
"Apakah hidup akan berakhir dengan begini?"
"Apakah hidup ujungnya hanya seperti ini?"
"Apakah hidup semenyiksa ini?"
segala pertanyaan tentang penderitaan seakan tidak ada habis berputar dalam pikiran.
kemudian kita mulai meragukan yang namanya harapan.
karena rasanya hal itu selalu dikikis habis oleh keadaan.
Rehat.
Istirahat.
tenangkan pikiran sebelum semakin kehilangan.
Mungkin kita kehilangan orang yang dulunya ada,
orang yang dulu suka berbagi cerita,
orang yang dulu suka berbagi tawa,
tapi kali ini, jangan sampai kita kehilangan diri sendiri juga.
Kuatkan kaki, untuk melangkah kembali.
Kuatkan hati, untuk mengikhlaskan segalanya yang pergi.
Komentar
Posting Komentar