Bunga

Seseorang berkata kepadaku bahwa ..

manusia terkadang seperti bunga,

tidak pernah sadar bahwa dirinya indah,

tidak pernah sadar karna yang dilihat selalu sekitar.


Namun bagiku manusia tetaplah manusia,

tidak ada perumpamaan yang mampu menyerupainya. 

karena yang berkata mencintai namun nyatanya melukai.

yang memuji tak jarang berujung membenci.


Sama halnya dengan bunga,

apakah ia hidup hanya untuk dipetik lalu mati?

apakah ia hidup hanya untuk dihirup sesaat lalu dibiarkan mengering sendiri?


Bisa jadi bunga tidak mau tau tentang siapa dirinya,

karna ketika ia tahu, bisa menjadi ancaman tersendiri baginya. 

seperti bunga bangkai yang dihindari karna aromanya sendiri,

atau bunga mawar yang didekati hanya untuk dipetik lalu mati. 


Bisa jadi dengan melihat sekitar, memberikannya sebuah ketenangan.

jangan menyalah artikan melihat sama halnya dengan membandingkan. 

bunga mungkin tidak perlu tahu siapa dirinya,

tidak perlu mengetahui bunga lain juga,

cukuplah ia hidup dengan semestinya,

cukuplah ia hidup dengan sendirinya.


Semoga jika nanti ada yang mencintai,

tidak menghampiri untuk melukai.

Namun merawat dan bersabar hati, 

menyadari bahwasannya bunga tidak selamanya akan selalu bersemi. 

ada kalanya ia mati dan bertumbuh lagi 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna