Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Impian, Ketakutan dan Keberhasilan

Tidak ada yang lebih menggetarkan, selain jembatan menuju impian yang diidam-idamkan,   Tidak ada yang lebih menakutkan, Selain kegagalan dan kejatuhan dalam melalui semua cobaan,   Tidak tahu apa yang akan terjadi, Tidak tahu apa yang dirasa, Karna saat ini.. “Tidak ingin membuat kecewa” adalah yang tersisa di dalam kepala.   Tidak bisa kembali, Tidak bisa berhenti sendiri, Tak ada jalan selain melewati..   Segala ketakutan yang tersisa di dalam diri.   Karna yang aku percayai.. tidak ada yang lebih menakjubkan, Selain keberhasilan yang menunggu dihujung jalan nanti.

Pada Waktunya

Beberapa manusia, seakan hidup di dalam kepala manusia lainnya, tergenggam dalam kepalan mengadah di setiap malamnya, Tidak berbicara, tidak juga menyapa, namun ada, dimana dan kemanapun dirinya berada. Usahanya,  bisa jadi berujung sia, namun berhenti bukanlah keputusannya, karena ia percaya, akan ada waktu dimana ia bisa menunjukan semua. Tidak apa jika saat ini hanya ada di dalam doa, karena nanti pada waktunya, pada jalannya, entah harapannya akan menjadi nyata, atau tergantikan oleh lainnya, semua ia percayakan kepada-Nya. Sang pemilik semesta, dan sang pengabul segala doa.

Memulai Kembali

Kita menghitung hari, menaruh mimpi, untuk berjumpa lagi. Jika bisa, mari bercerita, tentang mimpi yang tidak biasa. Melawan samudera, terbang diangkasa, dan hanyut dalam bahagia. Sederhana, namun sulit untuk bisa, Rencana, itu yang belum dicoba. Jika nanti, dunia membawa kalimat "sekali lagi" tidak ada salahnya, kita memulai kembali.

Yang Berjuang, Telah Menang

Mungkin, saat ini bagi beberapa manusia, perpisahan tengah akrab menyapa, kedatangan yang sangat ditakutkan, terjadi tanpa peringatan, dan kita tertunduk pada kenyataan, dipaksa menerima segala kepahitan tanpa persiapan. Mungkin saat ini, rasanya.. Sulit untuk melanjutkan, sebuah kehidupan yang masih panjang mereka katakan, sulit untuk kuat apalagi menguatkan, karna tubuh seperti telah lebur dan habis dalam kepedihan. Setengah jiwa rasanya telah pergi, ikut terbang tinggi, bersama mereka yang telah mendahului. Sendiri, rasanya sangat sepi. dan mungkin,  tidak banyak yang dapat mengerti dan memahami, bahwa semua memang berat rasanya untuk dilalui. Mungkin, inilah yang dikatakan kehidupan, tidak ada yang abadi dalam pelukan, yang berjuang, telah menang, dan mereka terbang, menuju keabadian untuk pulang. Kenangan yang mereka tinggalkan, simpanlah dalam ingatan, taruh dalam jiwa terdalam, karena mereka akan selalu ada disana disaat semangatmu padam, Ambil waktu hingga terasa tenang, s...