Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Ia Si Berkepala Awan

Ia si berkepala awan, yang selalu meneduhkan beberapa orang saat siang, kemudian berlari saat petang datang, ke luas hamparan ladang, menumpahkan seluruh tangis yang ia tahan saat malam. Kesehariannya, terkadang ia juga sering kesulitan, pandangannya seakan tertutup oleh sesuatu yang sulit ia jelaskan.  susah baginya untuk berterus terang, bercerita secara gamblang, tentang apa yang ia rasakan.  Karena pasti, hujan akan datang, dan petir bermain bergantian, menakuti dan tak jarang melukai, para kerumunan yang kemudian berlari tak karuan. Ia si berkepala awan, yang berusaha memaafkan diri sendiri ditengah malam, yang berusaha memaklumi seluruh ketakutan yang mereka utarakan, dan berusaha untuk selalu tersenyum 'tuk melanjutkan keseharian.  Berat atau ringan yang ia rasakan, tetap tidak pernah ia mengutuk kehidupan, karena ia masih percaya, apapun bentuk dirinya, tetap akan ada dunia yang mampu menerimanya.  Mungkin belum sekarang, namun waktu itu pasti akan datang....

Berjalan Kembali

Beberapa dari kita, pasti pernah merasa, tentang betapa sulitnya untuk ada di dunia. betapa susahnya untuk melawan dan berdamai kepada ketakutan dan kecemasan yang selalu ada. dan betapa sulitnya untuk berjalan dan percaya kepada harapan yang juga belum nyata. Hingga akhirnya beberapa manusia, berjalan dengan tanya yang memenuhi kepala. apakah ini kehidupannya? apakah ini semua nyata? apakah ia benar-benar 'hidup'? atau hanya sekedar 'ada'? Beberapa dari kita, pasti juga pernah merasa, tentang betapa sulitnya untuk bercerita, membagi kisah bahagia ataupun kecewa, namun tak pernah bisa. Tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengerti, yang terdekat belum tentu mampu menghargai, yang terjauh belum tentu juga bisa dipercayai. Hingga bertambah lagi, pertanyaan manusia di dunia ini. kenapa tidak ada yang peduli? apakah aku harus melanjutkan semua ini? tidakkah mereka seharusnya mengerti  tentang jerih payahku selama ini? apakah sebaiknya aku menyudahi karena semua.. ternyata ...

Kamu Tidak Sendiri

 Di dunia ini, ternyata kita tidak pernah sendiri, dalam menghadapi perasaan yang sering menghantui, dikucilkan, disalahkan, dikecewakan, tidak diinginkan, dan kembali ditinggalkan.. sama-sama kita alami. dan, ternyata kita juga tidak pernah menyadari, banyak sekali mata manusia yang berusaha berbicara dan bercerita menjeritkan seluruh pedih yang ia rasa, namun.. tak pernah bisa,   airnya  pun tidak cukup untuk menumpahkan semua luka. segalanya seakan masih tersisa, membekas dalam nyawa hati setiap manusia. di dunia ini, ternyata banyak juga manusia yang memilih pergi, kesana dan kemari, mencari rumah yang ia gunakan untuk kembali. namun.. tak pernah ia dapati, ketenangan yang ia cari selama ini, semua terasa jauh sekali dari hati. dan banyak manusia yang selalu menanti, kapan, derita ini dapat diakhiri. Walau semua luka hanya bisa disimpan di dalam hati, ditangisi seorang diri, percayalah kamu tidak sendiri. karna kita juga mengalami. Jadi, untuk saat ini Tariklah ...

Selamat Lebaran

Hai.  Selamat lebaran. Walaupun seluruh ekspektasi, dan segala pertanyaan yang nanti akan didengar, belum terwujud atau menemui jawaban, tidak apa, santai saja, tetaplah berjalan, Tenangkan pikiran, mengenai proses kehidupan, tidak perlu cepat-cepat dipaksakan, jauhkan beban, dan nikmatilah semua perlahan.  Karena mereka yang mengerti, akan sabar memahami dan menanti, bahwa kehidupan memang tidak mudah untuk dilalui, jadi teruslah berani, walaupun hanya sebuah senyum yang bisa diberi saat ini, tetaplah ada dan berusaha diesok hari. Nikmati perayaan tahun ini, dekat atau jauh, bersama atau sendiri, ramai atau sepi, tetap syukuri kesempataan ini dari hati. Dan untuk mereka yang telah pergi, tidak bisa lagi menemani perayaan tahun ini, tidak perlu terlalu lama kamu sedihi, ikhlasi keadaan ini dari hati, karena mereka, pasti akan tersenyum dari tempatnya tanpa kamu ketahui, melihat betapa kuat kamu melewati semua ini sendiri. Selamat lebaran, semoga kita dapat selalu bertemu di t...

Manusia Diluar Sana

 Diluar sana, ternyata banyak sekali manusia, yang tengah berjuang, disetiap harinya.  Kesana-kemari, pulang dan pergi, berkerja-beristirahat, berhenti dan memulai kembali, mereka lalui.  Harapan dan tuntutan, sudah terlalu bias untuk dihiraukan, kini apapun dilakukan, agar dapat bertahan di tengah ketidak pastian. semua diusahakan untuk membahagiakan.  Diluar sana, ternyata banyak sekali manusia, yang sedang kecewa atau terluka, tidak baik-baik saja, namun tetap dapat tertawa, seakan tidak terjadi apa-apa. Ya beginilah rasanya menjadi dewasa, kata mereka.  Harus bisa dan terbiasa, karena dunia suka bercanda.  Ramai hingga sepi, bersama kemudian sendiri, tertawa lalu hampa, mereka rasakan semua.  Diluar sana,  semua manusia, ternyata memiliki bahagia dan sedih yang berbeda, dunia yang senang bercanda, tidak pilih-pilih kepada siapa ia ingin mencoba. dan kita manusia, tidak perlu membandingkan semua hal yang dirasa, karena sedih atau bahagia,...