Jalan
Tulisan ini ditujukan kepada ..
manusia yang pernah bertahan namun diacuhkan,
berusaha sabar setiap tidak ada kabar,
berusaha menemani namun berujung ditinggal sendiri..
dan yang pernah atau masih berjuang namun yang didapat hanyalah hal-hal mengecewakan.
Mungkin beberapa dari manusia itu kini berhenti,
menyadari "sepertinya bukan jalanku disini" kemudian pergi,
memulai cerita baru dengan jalan baru,
walaupun tak selamanya lurus bahkan beberapa penuh liku,
sebab rasa kecewa, marah dan sedih dan rasa yang mempertanyakan kepantasan diri seperti mengisi jalan itu.
Hingga..
Jalan itu bercabang, membawa manusia kepada persimpangan kehidupan.
dan setiap manusia pasti memiliki tujuan atau nilai hidupnya masing-masing,
secara alami paham tentang sampai mana harus bertahan,
sampai mana harus melupakan dan kembali menyusun kehidupan..
Sehingga, di persimpangan itu aku melihat ada manusia yang memilih meneruskan jalan ke kiri dan ke kanan.
Sesuai dengan pilihannya masing-masing.
Jika kalian bertanya ada apa di jalan kiri dan kanan,
maka jawabannya adalah kedua jalan itu sama.
sama-sama panjangnya.
bedanya..
jalan kiri adalah jalan yang sama seperti jalan sebelumnya, jalan sebelum ada persimpangan,
jalan yang penuh pertanyaan atas kehidupan.
sedangkan jalan kanan adalah jalan yang membebaskan dari hal-hal yang menyakitkan, memahami bahwa hal-hal buruk yang terjadi bukanlah hal dalam kendali diri, jalan yang membantu berkembang karena kehidupan harus terus berjalan dan di depan banyak hal dan rasa baru yang menunggu untuk dirasakan.
Jadi.. Jalan mana yang sudah kalian pilih hingga kalian membaca tulisan ini?
Atau mungkin.. kalian masih berdiri di persimpangan itu ?
Tak apa, manusia memiliki durasinya masing-masing bukan.
Apapun jalan yang dipilih,
Semoga, kita semua bisa mengikhlaskan, melepaskan, dan menerima hal-hal yang tidak bisa dipaksakan.
Karena merelakan terkadang jauh lebih menenangkan.
Komentar
Posting Komentar