tidak ada judul untuk tulisan ini
"Perasaan" bisa menjadi kelebihan yang dimiliki oleh seseorang,
namun bisa juga menjadi kelemahan diwaktu bersamaan.
Tidak ada yang akan menolak jika yang dirasa adalah kesenangan,
namun belum tentu semua bisa menahan jika yang dirasakan adalah kesedihan.
Beberapa orang tidak siap untuk keduanya,
beberapa orang memilih untuk mengubur perasaanya,
karena ia takut terhadap kebahagiaan yang akan disusul kesedihan,
karena ia takut terhadap hal-hal "sementara" yang akan menyiksa "selamanya"
Sehingga ia memberi jarak,
karena ia fikir itulah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanya,
"dengan memilih untuk tidak merasakan apa-apa"
"dengan tidak percaya terhadap siapa-siapa"
Komentar
Posting Komentar