Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Bab Perjuangan

Mungkin dia hanya ingin bahagia, dengan mewujudkan harapannya, dengan bekerja keras meraih impiannya, dengan menjaga apa yang ia punya. Namun sayangnya, kehidupan seakan tidak adil padanya. Yang ia harapkan, dijauhkan yang ia impikan, dipatahkan yang ia sayangi, melukai. Mungkin baginya kali ini, menyerah atau coba lagi. Dan diapun membenturkan dirinya sendiri, berkali-kali untuk muat masuk ke tempat yang ia nanti-nanti, berkali-kali untuk terlihat oleh orang yang ia sayangi, berkali-kali hingga ia dapat mendapatkan apa yang ia inginkan. Tidak ada yang salah dari dirinya, dia hanya manusia, yang memaksimalkan perjuangan, dengan meminimalisirkan penyesalan. Tidak ada yang salah dari dirinya, dia hanya manusia, yang bertahan karena menyerah bukanlah sebuah pilihan. Teruslah melakukan apa yang diinginkan, apapun yang terjadi, tetap sisakan ikhlas di dalam hati. 

Sederhanakan Pikiran

Mungkin ada yang kali ini harus dikendalikan, yaitu pikiran.  Engga semua hal sepertinya harus diartikan, apalagi perihal pertemuan. Bisa saja semuanya hanya kebetulan, iyakan? Namanya ekspektasi pasti terkadang berlebihan, sehingga mampu mengambil banyak peran. Pikiran ternyata perlu disederhanakan. Karena jika tidak, akan selalu ada rasa sesak yang tidak bisa diselesaikan. Mungkin sudah saatnya melupakan, berhenti memikirkan hal-hal yang tidak diperlukan. Sederhanakan jalan, melalui pikiran. 

Berhenti Sejenak

Perihal "kemana?" bisa jadi pertanyaan umum, dari sebagian besar manusia. Kemana kita harus pergi, ketika tidak ada yang mengharapkan kita disini. Kemana kita harus berjalan, ketika semua petunjuk tidak ada di tangan. Kemana kita harus kembali, ketika semua pintu tampak tertutup rapat terkunci. Perihal "tersesat"  bisa jadi gambaran umum, dari situasi sebagian besar manusia. Tersesat di dunia sendiri Terkunci di pikiran sendiri dan terhenti di langkah kaki sendiri. Berjuang untuk selalu "ada" terkadang rasanya sangat "mengada-ada", Mungkin kali ini, kita perlu sedikit menarik diri dari peredaran bumi, memberi jarak dari segala hal yang menghabiskan energi, Mungkin kali ini, kita perlu berhenti sejenak dari perjalanan ini, bukan untuk menyerah karena hal-hal yang telah terjadi, hanya saja sebatas meluruskan kaki, menenangkan diri, untuk nanti mampu berjalan lagi.  

tidak ada judul untuk tulisan ini

"Perasaan" bisa menjadi kelebihan yang dimiliki oleh seseorang, namun bisa juga menjadi kelemahan diwaktu bersamaan.  Tidak ada yang akan menolak jika yang dirasa adalah kesenangan, namun belum tentu semua bisa menahan jika yang dirasakan adalah kesedihan. Beberapa orang tidak siap untuk keduanya, beberapa orang memilih untuk mengubur perasaanya, karena ia takut terhadap kebahagiaan yang akan disusul kesedihan,  karena ia takut terhadap hal-hal "sementara" yang akan menyiksa "selamanya" Sehingga ia memberi jarak, karena ia fikir itulah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanya, "dengan memilih untuk tidak merasakan apa-apa" "dengan tidak percaya terhadap siapa-siapa"

asa dan harapan

ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan menghilangkan perasaanya, karena setiap hal yang ia rasa, pada akhirnya hanya akan membuatnya sengsara. ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan perasaan hampa, karena setiap ia merasa sedikit bahagia, akan ada sekelompok luka melahap dan menyakitinya, ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan memilih untuk tidak menggenggam siapa-siapa, karena setiap yang ia percaya, hanya akan menaruh luka dan meninggalkannya pada akhirnya. ada seseorang yang berjalan di bumi, dengan tidak menggenggam apa-apa, selain asa yang ia tanam di kepala. selain harapan yang ia perkuat di dalam dada. seseorang itu mungkin kita semua, yang memberanikan diri untuk terus mengambil langkah setiap hari, membiasakan diri dengan hal-hal yang dihadapi. mengobati diri atas hal-hal yang telah dilalui.  entah kehidupan apa yang kini sedang kita hadapi, semoga nyala asa dan harapan selalu terjaga dalam hati.