Dunia Baru yang Berseru
Perjalanan jauh,
hari lalu terisi dengan berlari dan mengayuh,
harapan yang hampir rapuh,
menara yang tidak pernah dapat disentuh,
membawanya kedalam perhentian berjudul sungguh.
Ada rasa yang terseduh,
dibalik pekat cangkir yang bergemuruh,
ada tenang yang membawa sembuh,
dibalik hati yang perlahan tersentuh.
Luruh,
cemas tidak lagi tumbuh,
perjalanan tidak lagi terburu,
hatinya telah menyatu,
kepada dunia baru yang berseru.
Komentar
Posting Komentar