Postingan

Fase

Ternyata seperti ini ya rasanya, hidup menuju fase usia yang lebih dewasa. Dimana, sudah mulai terdengar, suara-suara yang memberi patokan terhadap kehidupan yang kita jalankan. sudah mulai terasa, lelahnya berjalan mengemban segala tuntutan yang seakan harus cepat untuk direalisasikan.  Dan.. dimana, kehilangan diri sendiri dipertengahan jalan, sudah menjadi kebiasaan.  Ternyata seperti ini, bergabung menjadi salah satu dari ribuan atau jutaan, yang kehidupannya diisi untuk membuktikan, berniat membahagiakan walau selama ini tidak dipedulikan, menyuguhkan kesuksesan agar lebih diperhatikan. Ternyata seperti ini, menjadi manusia yang menjalankan ritual pagi dengan menyemangati diri sendiri, menjadi sandaran yang paling tegar untuk sebuah bahu, disaat diri sendiri sebenarnya sedang menjalankan kehidupan yang ia juga tidak tahu. Tanpa kita sadari, menuju fase usia yang lebih dewasa ini, terkadang pandangan tentang kebahagiaan kita lihat dari kacamata pencapaian, tidak jarang, ki...

Api Jiwa

Terkadang, dalam sebuah perjalanan panjang, sangat tidak disangka, ketika kehidupan membawa kita masuk kedalam suatu liku cerita, bernama.. kehilangan. Jalannya sungguh berliku, berputar berkali-kali, diimpit perasaan hampa, mencari jalan keluar dari seluruh lara. Dan aku melihat, banyak sekali yang tersesat, terombang ambing dalam keputus asaan, berjalan dengan raga yang harapannya telah terbang.  Dan aku mendengar, sebuah pertanyaan samar-samar, "untuk apa aku melalui ini semua?" "tidak bisa, tidak bisa lagi aku bertahan, semua kenyataan begitu pahit untuk ditelan." hai, jalan ini memang berliku, namun menyerah tidaklah membantu. Tidak ada yang tahu, kemana kehidupan nanti akan mengarahkanmu, walau kini harapan tampak begitu semu, namun tetap dekaplah hal itu dalam dadamu. Nyalakan kembali, api jiwa yang telah lama padam, Bangkitlah, tegakkan keyakinanmu, teguhkan hatimu, capailah tujuanmu, itu. 

Sudahkah kita?

Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata menghabiskan waktu.. dengan mencemaskan beberapa hal yang tidak tentu. Seakan kita telah menjadi manusia yang bisa memprediksi masa depan.. disaat semua masih jauh dari pandangan.  Lupa, bahwa semua.. masihlah menjadi rahasiaNya. Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata juga sering, menghabiskan malam bersama pikiran-pikiran yang menakutkan. Segala macam pikiran seperti kecemasan,kepahitan dan rasa ketidak-adilan, seakan menjadi teman penghantar sekaligus pengisi kesepian.  Lelah dalam menjalani kehidupan, namun tidak ingin menyerah karena takut akan kegagalan, menjadi motif pengisi perjalanan, dan penyelimut tekad dalam bertahan menuju masa depan.  Mungkin, beberapa dari kita kemudian berteman dengan segala pertanyaan yang menanti akan jawaban, "setelah ini apa?"  "setelah ini bagaimana?" Seakan waktu merupakan sebuah janji yang akan selalu kita miliki.  Tanpa disadari, kini ada pertanyaan yang terlewat untuk kita ...

Beberapa - Semua

"kau tahu tentang konsep beberapa - semua?" "maksudnya?" "ya seperti.. Beberapa manusia sungguh bahagia, sehingga ia takut untuk tiada, beberapa manusia sungguh tersiksa, sehingga ia tidak mau ada di dunia. Beberapa manusia sedang berbunga, sehingga bahagia menjadi satu-satunya udara yang ada, beberapa manusia sedang berlarut dalam duka, sehingga sesak menjadi satu-satunya yang memenuhi dada. Beberapa manusia sedang hidup, beberapa manusia sedang meredup. Beberapa manusia sedang berenang, beberapa manusia sedang tenggelam. " "lalu apa yang 'semua'? " "semua manusia sementara." "termasuk bahagia dan lara yang sedang dirasa." " .."

Landak Kecil

Ia seperti seekor landak kecil, tersesat dalam rimba kehidupannya yang mungil. Berjalan, berlari, berhenti dan bersembunyi, entah kemana ia harus pergi. Setiap langkah yang ia lalui, tidak pernah ia berfikir untuk kembali. Walaupun jurang sudah lebar membentang di hadapan, ia tetap menyusuri secara perlahan, bermodal duri sebagai perlindungan sekaligus harapan, ia memilih terjun kedalam ketidakpastian.  Entah apa yang akan ia temukan, dalam jurang yang penuh kegelapan, dalam kehidupan ketika semua orang berteriak "Jangan!". Seekor landak kecil, yang tetap berjalan ditengah ketidak tahuan dan kehilangan, walau beberapa kali ia meringis kesakitan, tak jarangpun sekarat atas setiap pilihan, dalam benaknya tetap selalu tersisa harapan. Harapan tentang, seberapapun gelap kehidupan  yang ia rasakan sekarang, ia percaya tetap bisa melewati segala rintangan. Tidak ada ekspektasi, yang ia simpan dalam hati. Karena yang ia tahu, ia hanya ingin melewati jurang ini. Entah apapun yang ak...

Lautan Penyesalan

Waktunya habis, ia tenggelam dalam lara tidak berkesudahan. bermimpi tentang keabadian yang menangkan, selamanya bermimpi tentang sesuatu yang ia idamkan. Tidak ada yang sia-sia, hidup yang penuh dengan berpura-pura, ia nikmati setiap tawa untuk menutup luka. Hatinya entah sudah dimana, entah sudah pergi, entah mungkin tidak akan kembali. Yang tersisa hanya raganya, mengenang seluruh waktu yang dulu ia punya. Ingin rasanya ia kembali, berlari sekencang mungkin menuju suatu hari, dimana seharusnya ia sedikit bernyali. Namun, waktunya telah terhenti. tidak ada lagi yang berdiri disini. Seluruh kenangan telah terangkat menjadi awan, dan berubah menjadi rintikan hujan yang menenggelamkan. Waktunya telah habis, ia telah tenggelam,  dalam lara tidak berkesudahan, yang kita sebut sebagai lautan penyesalan. 

Bagaimana

Bagaimana mungkin,  kamu bisa merasa bahagia, disaat semua seperti api yang sedang membara? Bagaimana mungkin, kamu bisa merasa tenang, disaat semua yang kamu dengar adalah petir yang menggelegar? Bagaimana mungkin, kamu bisa merasa aman, disaat semua yang kamu lakukan penuh dengan kata ancaman? Bagaimana mungkin, kamu bisa mencintai, disaat semua terlihat sangat melukai? Bagaimana mungkin, kamu bisa hidup, disaat semua membuatmu meredup? Lalu apa? apa yang akan menunggu di depan sana? Bagaimana? cara untuk melalui ini semua?