Lautan Penyesalan
Waktunya habis,
ia tenggelam dalam lara tidak berkesudahan.
bermimpi tentang keabadian yang menangkan,
selamanya bermimpi tentang sesuatu yang ia idamkan.
Tidak ada yang sia-sia,
hidup yang penuh dengan berpura-pura,
ia nikmati setiap tawa untuk menutup luka.
Hatinya entah sudah dimana,
entah sudah pergi,
entah mungkin tidak akan kembali.
Yang tersisa hanya raganya,
mengenang seluruh waktu yang dulu ia punya.
Ingin rasanya ia kembali,
berlari sekencang mungkin menuju suatu hari,
dimana seharusnya ia sedikit bernyali.
Namun, waktunya telah terhenti.
tidak ada lagi yang berdiri disini.
Seluruh kenangan telah terangkat menjadi awan,
dan berubah menjadi rintikan hujan yang menenggelamkan.
Waktunya telah habis,
ia telah tenggelam,
dalam lara tidak berkesudahan,
yang kita sebut sebagai lautan penyesalan.
Komentar
Posting Komentar