Postingan

Tentang Ketakutan

Menurutku, kita semua pasti memiliki suatu ketakutan, yang tidak bisa kita ungkap atau jelaskan. Karna kita juga tidak mengerti, dari mana dan kenapa bisa ketakutan itu melekat di dalam hati.  Bertahun hidup dalam kegelapan, pasti akan sangat senang ketika ada cahaya yang tak diundang datang, seperti menemani hari-hari,  menghadirkan gelak tawa yang susah berhenti, membuat perjalanan kini terasa lebih berarti. Namun ditengah kebahagiaan yang sedang dirasakan, rasa takut datang mengetuk pintu harapan, katanya "jangan dulu terlalu senang" "-karna kegelapan bisa saja juga datang tanpa diundang," dan kita tertunduk dalam diam, memikirkan segala kemungkinan terburuk yang bisa saja datang, menarik diri dari kesenenangan, dan memilih untuk tidak merasakan agar tidak kecewa dimasa depan, tanpa sadar, sering kita lakukan.  Namun jika diingat kembali, sudah berapa kesempatan yang terlewat karena kita khawatir akan kesalahan di masa depan? sudah berapa banyak kehilangan yang d...

Part 2. (Ia Bukan) Manusia Buta Rasa

Selama ini, ada seorang manusia yang tinggal dalam menara tinggi, rerumputan yang jauh dari kaki, membuat ia sadar sudah terlalu lama ia mengurung diri diatas sini. Rasa bersalah tak jarang datang menghantui, pertanyaan yang tak pernah ada jawaban, ia fikirkan sendiri sejauh ini.  Hingga datang suatu pagi, saat sinar mentari menyapa dari ufuk yang jauh sekali, tersenyum  sembari menyinari sudut gelap yang tak pernah ia sadari. "hidup tidak sebatas tentang salah dan benar bukan?" "hidup tidak harus diisi dengan berbagai tanya yang memusingkan kan?" "kalau kamu salah, hidup tidak berhenti sampai disini kan?" tanyanya disuatu pagi. Tersadar ia atas kegelisahan yang menyita diri, ia lihat cahaya itu sekali lagi "ayo keluarlah dan nikmati hari"  ajaknya sambil berlari.  Bertahun berdiam diri, mencari pertolongan karena takut akan sepi, kini manusia itu keluar dari menara imajinasi yang ia pasang dalam pemikirannya sendiri, jika dahulu ia menunggu sia...

Part 1. Manusia Buta Rasa

Dahulu banyak manusia yang berteriak, tentang seorang manusia yang buta rasa,  tentang usaha yang diberi selalu berujung sia, dan tentang menara yang menjulang tinggi, yang dipanjat tak akan pernah bisa.  Segala cerita yang mencela, menjadi jejak akhir dari perjuangan yang tak bersisa. "kau si buta rasa!" teriak mereka.  Menaranyapun semakin bertambah tinggi, apa yang salah dari melindungi diri sendiri? Pintu semakin rapat terkunci, membuat ia menarik diri, lebih jauh lagi.  Malam ia lewatkan seorang diri, mempertanyakan semua hal yang ia tidak mengerti, tak jarang ia kehabisan akal melihat semua yang terjadi. sempat ia mengiyakan, segala kata yang menghakimi, ia terima bulat-bulat sendiri.  Namun, lagi dan lagi semua hari ia isi dengan bertanya dalam hati, berputar dalam menara tinggi kesana-kemari, mencari jawaban tentang salah yang ia tidak ketahui.

Pejuang

Tulisan ini, dibuat dan dibacakan untuk seorang pejuang. Satu kata pembuka yang akan aku ucapkan adalah : "Terimakasih telah bertahan" Aku tidak akan pernah bisa membayangkan, tentang semua luka yang kamu simpan sendirian, tentang semua tanggung jawab yang kamu pikul dalam diam, dan tentang semua harap yang kamu dekap erat untuk diwujudkan di masa depan. Kamu adalah pejuang, yang tidak pernah lelah, walau sudah ribuan patah dan kehilangan arah, namun tak pernah memilih berhenti dan terus melanjutkan langkah. Kamu adalah pejuang, yang mampu mengubah segala cerita yang kurang menyenangkan, menjadi suatu hal yang sangat membanggakan. Walau ditengah perjalanan tak jarang kamu ditempa banyak kehilangan, namun terimakasih karna kamu mampu untuk terus berjalan, percayalah semua kehilangan akan membawamu kembali dalam sebuah pertemuan baru, yang tidak pernah kamu tahu, bahkan tidak pernah kamu tunggu.  Jadi untuk si pejuang itu .. Kuatkan diri selalu, Karna terkadang hidup mungkin m...

Tentang Kehilangan

Tidak ada hal yang menyenangkan, jika kita berbicara tentang kehilangan. Tidak ada hal yang lebih mengharukan, jika kita melihat tatapan yang penuh akan kerinduan, akan hal-hal yang tidak dapat tersampaikan. Tentang kehilangan, adalah bagian salah satu dari bab kehidupan. yang sejujurnya kita tidak akan pernah siap untuk menjalankan. Namun beberapa kehilangan, tidak harus kita sesalkan, baik pertemuan atau perpisahan, semua adalah bagian dari kehidupan. Tidak ada juga yang harus kita salahkan, karena beberapa hal, memang tidak dapat dikendalikan. Bertahan, mari tetap terus bertahan. Karena pada akhirnya bab kehilangan, harus ditutup dengan merelakan. Berjalan, mari untuk terus berjalan. Walaupun semua tampak tidak mudah, Jangan dulu menyerah.. Belajar, mari kita belajar. tentang bagaimana kita harus selalu menghargai, semua yang masih ada disini-kini. tentang bagaimana kita harus mengikhlaskan, semua kehilangan dan perpisahan. Kini, hal-hal yang menyedihkan, tidak harus selalu disimpan...

Si Penyangkal Ulung

 Ia  adalah si penyangkal ulung, yang tidak pintar dalam menerjemahkan, semua hal yang ia simpan dan ia rasa. Ia lari kesana kemari, membawa ceritanya yang penuh luka dan duka. dan ia terus berlari, dari semua manusia yang mencoba menolong dan membantunya. mengurangi rasa sedih dan menurunkan sedikit beban yang ia bawa setiap ia pergi.  Ia si penyangkal ulung, lucu ketika ia berteriak  "kenapa tidak ada yang peduli!" "aku selalu merasa sendiri disini!" "aku seperti terjebak di sangkar yang aku tidak akan pernah bisa keluar!" ketika selama ini yang ia lakukan hanyalah  memukul semua untuk pergi, menjauh ketika ada yang peduli, dan menutup diri karna ia fikir semua orang akan mencoba menyakiti.  Namun,  apapun yang ia lakukan, ia tidak pernah membenci, tak ada yang ia benci, selain dirinya sendiri.  Disuatu sisi yang lain, tak ada yang membuatnya sedih, selain kepergian manusia yang tak bisa ia panggil kembali. Ia si penyangkal ulung, yang seharusn...

Ekspektasi

Yang menyakiti, terkadang adalah ekspektasi, yang kita pasang seorang diri. Kita mudah kecewa, kita mudah terluka, saat semua tidak sejalan dengan realita. Dan kitapun tidak mampu untuk menerima, mencari yang bisa disalahkan, satu-satunya apalagi selain keadaan? Dan tak jarang kita tenggelam, dalam lautan fana, dengan rasa penyesalan dan kegagalan. Tidak ada yang bisa diubah, dari yang sudah-sudah. Tidak ada yang bisa kembali, dari kesempatan yang telah pergi. Kini yang kita punya adalah waktu,  untuk menyusun harapan baru. Belum saatnya kita harus berhenti, karna semua belum berakhir sampai disini. Mari berdiri, hentakkan kaki untuk berani menghadapi dunia.. berkali-kali lagi. Jangan lupa atur ekspektasi, agar ia tidak menyakiti kita sekali lagi.