Si Penyangkal Ulung
Ia adalah si penyangkal ulung,
yang tidak pintar dalam menerjemahkan,
semua hal yang ia simpan dan ia rasa.
Ia lari kesana kemari,
membawa ceritanya yang penuh luka dan duka.
dan ia terus berlari,
dari semua manusia yang mencoba menolong dan membantunya.
mengurangi rasa sedih dan menurunkan sedikit beban yang ia bawa setiap ia pergi.
Ia si penyangkal ulung,
lucu ketika ia berteriak
"kenapa tidak ada yang peduli!"
"aku selalu merasa sendiri disini!"
"aku seperti terjebak di sangkar yang aku tidak akan pernah bisa keluar!"
ketika selama ini yang ia lakukan hanyalah
memukul semua untuk pergi,
menjauh ketika ada yang peduli,
dan menutup diri karna ia fikir semua orang akan mencoba menyakiti.
Namun,
apapun yang ia lakukan,
ia tidak pernah membenci,
tak ada yang ia benci,
selain dirinya sendiri.
Disuatu sisi yang lain,
tak ada yang membuatnya sedih,
selain kepergian manusia yang tak bisa ia panggil kembali.
Ia si penyangkal ulung,
yang seharusnya tidak perlu untuk selalu keras menolak dan berkata tidak,
yang tidak perlu terus berlari,
yang tidak perlu merasa terperangkap,
karna sebenarnya yang perlu ia lakukan adalah
merasa cukup dan mampu untuk menerima
menerima semua yang ia rasa dan belajar untuk mencoba.
Ia si penyangkal ulung,
yang kini sadar akan kekurangan dirinya di dunia.
namun tidak apa-apa katanya,
karena langkah pertama yang harus ia lakukan,
adalah untuk mampu menerima dirinya sendiri terlebih dahulu bukan?
Komentar
Posting Komentar