Ia Hanya Ingin Hidup, Katanya

Terkadang, bukan badai besar diluar sana yang harus ia takhlukan,
melainkan, gemuruh petir didalam kepala, yang harus ia kendalikan,
berlayar mengarungi pikiran sendiri,
menerjang kuat ombak kenyataan, yang bertentangan dengan keyakinan.
tiap malam mencoba menyelamatkan diri,
dari pertarungan di dalam kepala ini.

Terkadang, bukan kobaran api diluar sana yang harus ia cemaskan,
melainkan, ledakan amarah dalam hati yang harus ia padamkan.
mencari pembenaran, namun tidak ada yang bisa disalahkan.
mencari perlindungan, namun tidak ada yang bisa menenangkan.
tiap hari menyirami hati,
memadamkan kobaran api diri sendiri. 

Tidak ada pembeda diantara tangis atau tawa,
semua terlihat lucu katanya.

Dunia yang tidak ia kenali,
menyapa dan melahapnya tanpa peduli.

Kenyataan yang tidak ingin ia ketahui,
menyuguhkan fakta yang tidak bisa ia hindari.

"Hadapi!" teriak langit disuatu hari.

Ia yang selalu berlari, 
tidak memiliki pilihan, selain menjadi berani.
sekali ini, untuk saat ini, barangkali.

Dikesendiriannya,
ia hanya ingin hidup, katanya.
hidup dengan tanpa curiga,
mempercayai dan dipercayai oleh sesama,
melindungi dan dilindungi,
berlari dan tahu tempat kemana harus kembali.

Ia hanya ingin hidup, pintanya
jika bahagia terlalu mahal untuk ia rasa,
bernafas lega mungkin akan menjadi syukurnya.

Terkadang, bukan kelamnya dunia yang ia takutkan,
melainkan, pertarungan ditengah malam yang ia khawatirkan.

Dikeheningannya,
ia hanya ingin damai, katanya.

Jika ternyata terlalu banyak pinta dihatinya,
tidak apa,
setidaknya ia masih memiliki rasa percaya,
bahwa semesta,
mungkin akan mengabulkan segala panjatnya nantinya,
mungkin akan ada waktu, dimana ia dapat mengerti semuanya,
semua kecemasan, semua pertarungan, semua kalah atau menang,
mungkin akan ada waktu, dimana semua lukanya,
menjadi cerita bermakna dan berharga bagi sesama. 

Aamiin. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna