Beranjak Dewasa
Mungkin, bagi beberapa manusia..
bukan menjadi tua,
yang ia takutkan saat beranjak dewasa.
Namun,
yang ia takutkan adalah tentang..
menjadi manusia yang harus mampu untuk menahan semua,
menahan semua kecewa yang dirasa,
menahan tangis dan mengubahnya menjadi tawa,
menahan rasa bahagia agar tidak habis tak bersisa.
intinya.. menahan semua yang dirasa dibalik sebuah kata "tidak apa-apa"
Dipaksa untuk bisa,
dituntut untuk memiliki segalanya,
di usia muda,
harus sempurna, kata mereka.
Tidakkah semua seperti jebakan,
jika begini rasanya?
Menjadi dewasa,
mungkin adalah perjalanan dan pembelajaran setiap manusia,
jika saat ini belum bisa untuk memahami semua,
untuk memiliki segalanya,
untuk menjadi apa kata mereka,
mungkin..
tidak apa-apa juga..
Karena beberapa manusia,
jika terlalu dituntut dan dipaksa,
tak jarang mereka akan hilang pada akhirnya,
tersesat dan tenggelam,
sembari bertanya,
milik siapa hidupnya sebenarnya?
suara siapa yang harus ia dengar seutuhnya?
hati mana yang harus ia dahulukan diatas semua?
Berhenti sejenak rasanya tidak bisa,
tidak ada iba,
tidak ada juga terimakasih,
hidupnya tidak sempurna,
namun dirinya dituntut untuk menjadi yang tidak sama,
harus berbeda, kata mereka.
Beranjak dewasa mungkin,
akan mengecewakan,
tapi mungkin..
juga akan membahagiakan,
sampai seluruh luka rasanya terbayarkan.
Jika belum merasakan,
mari bertahan,
sampai nanti..
kita bisa mensyukuri untuk tidak mengakhiri jalan ini.
Beranjak dewasa,
mungkin bukan tentang apa kata mereka,
Beranjak dewasa,
jangan sampai lupa tentang siapa dan apa sejatinya diri kita,
tidak sempurna juga tidak apa-apa,
Karena kita..
manusia.
Komentar
Posting Komentar