Tuntutan

Tanpa disadari,

bertahun-tahun kita habiskan,

untuk mewujudkan tuntutan,

yang tidak pernah menjadi pilihan jalan kehidupan.


Berat, sudah pasti.

lelah, jangan ditanyakan lagi.

tidak pernah cukup, seakan balasan dari semua yang sudah dilalui.


Perjalanan panjang, kita lalui untuk siapa?

perihal membahagiakan, kita tuju untuk siapa?

karena salah seakan selalu untuk kita.


Menyimpan luka agar tidak terlihat,

ternyata tidak membuat semua semakin erat.

penat, 

ditambah tidak bisa berpendapat. 

rehat?

mana sempat.


Apakah semua tuntutan, 

harus selalu diwujudkan?

dimana kehidupan yang katanya pilihan?

apakah begini kehidupan seharusnya dihabiskan?

hanya untuk membuktikan,

dengan harapan dapat membanggakan.


Lalu bagaimana dengan semua yang sudah diupayakan,

semua kebaikan yang berujung dengan ketidak-percayaan,

apakah akan disebut kegagalan, 

jika semua prestasi yang didapatkan,

tetap tidak pernah dihiraukan?


Karena berpura-pura,

sangat menguras tenaga.

Namun menjadi apa adanya,

ternyata juga sulit untuk diterima.


Berkeluhlah, tak apa.

bersama merasakan dan menertawakan kehidupan,

yang penuh dengan kebingungan.


Lepaskan beberapa tuntutan yang sangat memberatkan,

istirahatkan pundak sekali dua kali sebelum berjalan lagi,

semoga niat membahagiakan yang kita simpan, bisa terwujudkan.

semoga semua tuntutan, terbayar lunas dengan apa yang ingin kita dengarkan.


Jika pun nanti kehidupan berjalan tidak seperti tujuan,

semoga hati kita penuh dengan keikhlasan, 

dan mampu merelakan,

bukan menyalahkan apalagi menyebut semua adalah kegagalan.


Semoga sebanyak apapun tuntutan yang sedang dirasakan,

kita mampu untuk tetap berjalan,

dan terus menjalani kehidupan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna