Kita Hanya Manusia Biasa



Pada akhirnya,

kita hanyalah manusia biasa,

yang masih banyak tidak mengerti tentang dunia dan manusia,

yang terkadang tidak bisa melakukan apa-apa juga. 


Banyak salah yang kita lakukan,

banyak perkiraan yang terlewat kita perhitungkan,

dan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan bersamaan. 


Menjadi kuat terkadang seperti jebakan,

karena akan ada suatu hal yang harus dikorbankan,

tak jarang, perihal rasa-merasa-dan perasaaan,

sering kita matikan. 


Kehidupan seakan berjalan hanya untuk memenuhi tuntutan,

dikejar habis-habisan,

tak ada jeda untuk mengatur pernafasan. 


Pada akhirnya kita hanyalah manusia biasa,

menjadi lemah terkadang juga tak apa,

menjadi salah juga hal yang biasa,

karena kita juga sama sama pertama hidup di dunia. 


Pada akhirnya kita hanyalah manusia biasa,

yang jauh dari kata sempurna,

dan lagi-lagi hal itu tak apa,

bukan kewajiban kita juga untuk memenuhi ekspektasi semua.


Pada akhirnya kita hanyalah manusia biasa,

sungguh biasa dan tidak ada apa-apa,

kita yang masih kurang mampu belajar menerima,

sering tidak terima jika ada yang berbeda,

kita yang masih belum sadar bahwa bukan hanya kita yang menjadi poros dunia,

sering lupa, seakan dunia hanyalah tentang diri sendiri saja. 

dan kita yang masih berlomba, mengejar suatu yang fana dan menghiraukan segala yang dipunya.


Perihal salah,

perihal kalah,

akui saja,

sungguh biasa dan tidak apa-apa.


Walaupun kita hanyalah manusia biasa,

tidak menjadi alasan untuk berhenti berusaha dan mencoba.

karena kelemahan, bukan sebagai landasan untuk mencari pembenaran.


Walau kita hanyalah manusia biasa,

jangan berhenti untuk terus mempelajari tentang dunia dan manusia.

jangan berhenti untuk memperbaiki dan menyusun kembali,

walau beberapa hal telah terlanjur pergi,

namun akan selalu ada beberapa hal baru yang sedang menanti,

asal kita tidak berhenti.


Sampai bertemu nanti,

para manusia biasa yang selalu berusaha. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna