Lagi

Lagi, 
suara dan ingatan itu kembali lagi,
memenuhi kepala,
menyesakkan hati.

Lagi,
suara pukulan itu terdengar lagi,
terulang di telinga,
terekam di pipi.

Lagi,
lagi-lagi mempertanyakan,
apa salah ku disini,

diam ditendang,
bersuara disalahkan.

Lagi, 
semua tragedi itu terputar lagi,
trauma datang kembali,
menutup pintu percaya diri.

Lagi,
dan aku harus berdamai lagi,
pada ketakutan yang mencekam hari,
merenggut nafas kedamaian abadi.

dan lagi,
aku harus memaafkannya sekali lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna