Postingan

Menu Terbaik

"Saya pesan segelak tawa tak terhingga, percakapan konyol satu atau dua, ditambah sedikit taburan senyum untuk satu meja." "Baik, ada lagi kak?" "Dan bahagia, untuk nanti dibawa pulang."

Gadis Payung

Gadis kecil pembawa payung, memberikan perlindungan kepada yang membutuhkan, namun melupakan dirinya yang tlah kuyup kebasahan.

Katanada

sang manusia kata, dan sang manusia nada, bersama, mereka berirama, bersama, lantunan-lantunan yang tak pernah ada tercipta. dan perangkai kata terkesima, pembuat nada bersorak ria, "kau jenius!" katanya dengan bangga. sang manusia kata, dan sang manusia nada, bersama, mereka tahu, lantunan indah dan bahagia akan tercipta. 

Sebentar Lagi

dan sebentar lagi, gadis kecil itu akan kembali ke rumahnya, dan sang penggembara akan kembali melanjutkan perjalanannya. dan sebentar lagi, gadis kecil itu akan berhenti bermain pada suasana, dan sang penggembara akan mengembalikan semua waktu yang ia bawa. dan mereka, akan kembali ke masing-masing dunia yang berbeda.. dunia yang tidak sama, dunia mereka.

Terbakar

 “Aphrodite..  bolehkah aku mengetahui, kenapa hatiku rasanya terbakar, oleh sesuatu yang aku tahu tidak bisa ku tawar?” tanya seorang manusia kepada dewi termasyur di Semesta, tidak mendengar jawaban, manusia itu kembali bertanya dengan isakan, “Aphrodite, bisakah kau berikan aku penawar? sungguh, racun benci kepada diri sendiri ini begitu cepat menyebar!” Aphrodite menolehkan wajahnya, “Penawar?” “ya.. bisakah kau berikan aku sedikit penawar?” isakan manusia itu kini semakin menggelegar.   Aphrodite menjulurkan tangannya, mengucapkan beberapa kata,  dan seekor ular kecil tiba-tiba muncul disana, melilit jemari-jemarinya yang lentik,dan bermain di atas emas-emas yang bertengger cantik. “Kau tahu.. seperti bisa ular, jika kita tergigit,  penawarnya ada pada dirinya sendiri..”  “maksudnya?” tanya manusia itu tidak mengerti.. “jika jiwamu terbakar, penawarnya sudahlah ada di dalam sana, kau bisa memutuskan, apakah akan kau gunakan atau tinggalkan.” “Aphrodite...

Aphrodite dan Cupid

"Jelas manusia-manusia itu mengerti, tentang sebuah awal dan sebuah akhir, dari cerita-cerita yang tidak pernah terpikir." "Tapi kau tahu apa yang terjadi?" tanya Aphrodite kepada para Cupid, di tengah hamparan awan, mereka berkumpul, mendengarkan tentang kisah bertemakan perjuangan dan perpisahan, tentang menemukan dan merelakan. Dan Aphrodite melanjutkan, "Mereka mencobanya,  meskipun mereka tahu betapa perpisahan akan segera datang menyapa, tapi mereka mencobanya. Mereka bertaruh kepada ketidak mungkinan yang nyata, dan jelas, menusia-manusia itu mengerti, dan sangat memahami cerita-cerita itu tidak akan terjadi." "Karena bagi mereka, ini bukanlah tentang kisah yang harus dimenangkan, tidakpun harus diperjuangkan, ini semua adalah tentang merasakan, bahwa ada, selalu ada cerita, pada setiap pertemuan mata yang menyimpan banyak kerinduan, dan pada setiap cerita-cerita yang hanya bisa mereka simpan sendirian." "Lalu apa yang akan kau lakuka...

Kambing

 Seekor kambing yang tertawa, bersuara namun tidak tahu apa-apa, nyaring namun merasa paling merdu sedunia. Oh Kambing, pelanlah kau berbicara, bukalah mata, kawananmu adalah serigala. Oh Kambing, berhentilah mengadu-adu, mengada-ada, karena kami, memerhatikanmu juga.