Terbakar
“Aphrodite..
bolehkah aku mengetahui,
kenapa hatiku rasanya terbakar,
oleh sesuatu yang aku tahu tidak bisa ku tawar?”
tanya seorang manusia kepada dewi termasyur di Semesta,
tidak mendengar jawaban,
manusia itu kembali bertanya dengan isakan,
“Aphrodite,
bisakah kau berikan aku penawar?
sungguh, racun benci kepada diri sendiri ini begitu cepat menyebar!”
Aphrodite menolehkan wajahnya,
“Penawar?”
“ya.. bisakah kau berikan aku sedikit penawar?” isakan manusia itu kini semakin menggelegar.
Aphrodite menjulurkan tangannya, mengucapkan beberapa kata,
dan seekor ular kecil tiba-tiba muncul disana,
melilit jemari-jemarinya yang lentik,dan bermain di atas emas-emas yang bertengger cantik.
“Kau tahu.. seperti bisa ular, jika kita tergigit, penawarnya ada pada dirinya sendiri..”
“maksudnya?” tanya manusia itu tidak mengerti..
“jika jiwamu terbakar, penawarnya sudahlah ada di dalam sana, kau bisa memutuskan, apakah akan kau gunakan atau tinggalkan.”
“Aphrodite, racun ini sudah menyebar, hatiku sudah terbakar, tidak mungkin aku semakin meneguk rasa yang tidak karu-karuan!”
“ya. hanya kau yang bisa memutuskan.”
“.. tidak, aku tidak akan melakukannya.”
dan manusia itu membiarkan hatinya terbakar,
habis, oleh kenyataan yang tidak bisa ia tawar.
Komentar
Posting Komentar