dan mereka lebih memilih menenggelamkan kepala di lautan kesibukan, merelakan sebuah sapaan, melupakan sebuah tatapan yang memiliki banyak kesamaan, mungkin nanti, jika memang jalannya, mungkin bertemu kembali, dan mereka melanjutkan mengarungi lautannya sendiri-sendiri, merelakan yang sebenarnya selama ini dicari.
kelap-kelip lampu, gedung-gedung tinggi, bunga warna-warni, bulan yang jauh, saturnus yang asal, lemon yang baru, dan piring mangkok yang tidak bisa dibawa pulang karena mereka akan tahu, sempurna, seluruhnya. ditambah gelak tawa yang tidak ada hentinya, meramaikan hiruk-pikuk kota yang tampak kecil dari tempat kita berada. sempurna, seluruhnya, bahagia.
Komentar
Posting Komentar