Postingan

Impian, Ketakutan dan Keberhasilan

Tidak ada yang lebih menggetarkan, selain jembatan menuju impian yang diidam-idamkan,   Tidak ada yang lebih menakutkan, Selain kegagalan dan kejatuhan dalam melalui semua cobaan,   Tidak tahu apa yang akan terjadi, Tidak tahu apa yang dirasa, Karna saat ini.. “Tidak ingin membuat kecewa” adalah yang tersisa di dalam kepala.   Tidak bisa kembali, Tidak bisa berhenti sendiri, Tak ada jalan selain melewati..   Segala ketakutan yang tersisa di dalam diri.   Karna yang aku percayai.. tidak ada yang lebih menakjubkan, Selain keberhasilan yang menunggu dihujung jalan nanti.

Pada Waktunya

Beberapa manusia, seakan hidup di dalam kepala manusia lainnya, tergenggam dalam kepalan mengadah di setiap malamnya, Tidak berbicara, tidak juga menyapa, namun ada, dimana dan kemanapun dirinya berada. Usahanya,  bisa jadi berujung sia, namun berhenti bukanlah keputusannya, karena ia percaya, akan ada waktu dimana ia bisa menunjukan semua. Tidak apa jika saat ini hanya ada di dalam doa, karena nanti pada waktunya, pada jalannya, entah harapannya akan menjadi nyata, atau tergantikan oleh lainnya, semua ia percayakan kepada-Nya. Sang pemilik semesta, dan sang pengabul segala doa.

Memulai Kembali

Kita menghitung hari, menaruh mimpi, untuk berjumpa lagi. Jika bisa, mari bercerita, tentang mimpi yang tidak biasa. Melawan samudera, terbang diangkasa, dan hanyut dalam bahagia. Sederhana, namun sulit untuk bisa, Rencana, itu yang belum dicoba. Jika nanti, dunia membawa kalimat "sekali lagi" tidak ada salahnya, kita memulai kembali.

Yang Berjuang, Telah Menang

Mungkin, saat ini bagi beberapa manusia, perpisahan tengah akrab menyapa, kedatangan yang sangat ditakutkan, terjadi tanpa peringatan, dan kita tertunduk pada kenyataan, dipaksa menerima segala kepahitan tanpa persiapan. Mungkin saat ini, rasanya.. Sulit untuk melanjutkan, sebuah kehidupan yang masih panjang mereka katakan, sulit untuk kuat apalagi menguatkan, karna tubuh seperti telah lebur dan habis dalam kepedihan. Setengah jiwa rasanya telah pergi, ikut terbang tinggi, bersama mereka yang telah mendahului. Sendiri, rasanya sangat sepi. dan mungkin,  tidak banyak yang dapat mengerti dan memahami, bahwa semua memang berat rasanya untuk dilalui. Mungkin, inilah yang dikatakan kehidupan, tidak ada yang abadi dalam pelukan, yang berjuang, telah menang, dan mereka terbang, menuju keabadian untuk pulang. Kenangan yang mereka tinggalkan, simpanlah dalam ingatan, taruh dalam jiwa terdalam, karena mereka akan selalu ada disana disaat semangatmu padam, Ambil waktu hingga terasa tenang, s...

Cerita dengan dirinya

Beberapa cerita, akan selalu terkenang didalam jiwa. Canda dan tawa yang menjadi hal biasa, tidak mudah terhapus begitu saja. Walau lama semua sudah berakhir, walau bertemu seperti sudah tidak mungkin, namanya tidak akan pernah tersingkir. Semua akan disimpan dan tersimpan, namanya akan selalu didoakan, bahagianya akan selalu diharapkan. Beberapa cerita, akan selalu terkenang didalam jiwa, termasuk cerita dengan dirinya.

Ia Si Berkepala Awan

Ia si berkepala awan, yang selalu meneduhkan beberapa orang saat siang, kemudian berlari saat petang datang, ke luas hamparan ladang, menumpahkan seluruh tangis yang ia tahan saat malam. Kesehariannya, terkadang ia juga sering kesulitan, pandangannya seakan tertutup oleh sesuatu yang sulit ia jelaskan.  susah baginya untuk berterus terang, bercerita secara gamblang, tentang apa yang ia rasakan.  Karena pasti, hujan akan datang, dan petir bermain bergantian, menakuti dan tak jarang melukai, para kerumunan yang kemudian berlari tak karuan. Ia si berkepala awan, yang berusaha memaafkan diri sendiri ditengah malam, yang berusaha memaklumi seluruh ketakutan yang mereka utarakan, dan berusaha untuk selalu tersenyum 'tuk melanjutkan keseharian.  Berat atau ringan yang ia rasakan, tetap tidak pernah ia mengutuk kehidupan, karena ia masih percaya, apapun bentuk dirinya, tetap akan ada dunia yang mampu menerimanya.  Mungkin belum sekarang, namun waktu itu pasti akan datang....

Berjalan Kembali

Beberapa dari kita, pasti pernah merasa, tentang betapa sulitnya untuk ada di dunia. betapa susahnya untuk melawan dan berdamai kepada ketakutan dan kecemasan yang selalu ada. dan betapa sulitnya untuk berjalan dan percaya kepada harapan yang juga belum nyata. Hingga akhirnya beberapa manusia, berjalan dengan tanya yang memenuhi kepala. apakah ini kehidupannya? apakah ini semua nyata? apakah ia benar-benar 'hidup'? atau hanya sekedar 'ada'? Beberapa dari kita, pasti juga pernah merasa, tentang betapa sulitnya untuk bercerita, membagi kisah bahagia ataupun kecewa, namun tak pernah bisa. Tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengerti, yang terdekat belum tentu mampu menghargai, yang terjauh belum tentu juga bisa dipercayai. Hingga bertambah lagi, pertanyaan manusia di dunia ini. kenapa tidak ada yang peduli? apakah aku harus melanjutkan semua ini? tidakkah mereka seharusnya mengerti  tentang jerih payahku selama ini? apakah sebaiknya aku menyudahi karena semua.. ternyata ...