Ia Si Berkepala Awan



Ia si berkepala awan,
yang selalu meneduhkan beberapa orang saat siang,
kemudian berlari saat petang datang,
ke luas hamparan ladang,
menumpahkan seluruh tangis yang ia tahan saat malam.

Kesehariannya,
terkadang ia juga sering kesulitan,
pandangannya seakan tertutup oleh sesuatu yang sulit ia jelaskan. 
susah baginya untuk berterus terang,
bercerita secara gamblang,
tentang apa yang ia rasakan. 

Karena pasti,
hujan akan datang,
dan petir bermain bergantian,
menakuti dan tak jarang melukai,
para kerumunan yang kemudian berlari tak karuan.

Ia si berkepala awan,
yang berusaha memaafkan diri sendiri ditengah malam,
yang berusaha memaklumi seluruh ketakutan yang mereka utarakan,
dan berusaha untuk selalu tersenyum 'tuk melanjutkan keseharian. 

Berat atau ringan yang ia rasakan,
tetap tidak pernah ia mengutuk kehidupan,
karena ia masih percaya,
apapun bentuk dirinya,
tetap akan ada dunia yang mampu menerimanya. 

Mungkin belum sekarang,
namun waktu itu pasti akan datang. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna