Postingan

Jika tidak ada

Jika tidak ada yang menyukai dirimu, tidak papa, belajarlah untuk menyukai diri sendiri. Jika tidak ada yang menyemangati dirimu, tidak papa, belajarlah untuk bangkit sebelum keresahan menguasaimu, Jika tidak ada yang memperdulikanmu, tidak papa juga, belajarlah untuk memperdulikan diri sendiri terlebih dahulu, Sudahkah kamu benar-benar memperlakukan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu benar-benar menghidupkan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu ..? Belum? Mungkin beberapa dari kita belum sepenuhnya baik ke diri sendiri juga, tidak papa, pelan-pelan kita belajar. Belajar menghargai diri sendiri, belajar merawat diri sendiri, belajar menerima diri sendiri, dan belajar mencintai diri sendiri.  Mulai saat ini, dari sini, dari diri sendiri. 

Kuatkan hati, untuk mengikhlaskan segalanya yang pergi.

Di situasi yang tidak terkendali, Di tekanan yang semakin menjadi, dan di sudut ruang yang hanya terdapat kita sendiri, Kita menepi, meratapi.. segalanya yang telah pergi. Tawa, canda, suka cita dan bahagia.. rasanya seperti masih mengudara. Namun tak ada siapa-siapa, hanya diri kita yang tidak ingin melupa. hanya diri kita yang memeluk luka. hanya diri kita yang bertahan tanpa suara. Menghadapi hari kini terasa begitu berat seperti hidup tak ada arti, seperti hidup tanpa nyali. "Apakah hidup akan berakhir dengan begini?" "Apakah hidup ujungnya hanya seperti ini?" "Apakah hidup semenyiksa ini?" segala pertanyaan tentang penderitaan seakan tidak ada habis berputar dalam pikiran. kemudian kita mulai meragukan yang namanya harapan. karena rasanya hal itu selalu dikikis habis oleh keadaan. Rehat. Istirahat. tenangkan pikiran sebelum semakin kehilangan. Mungkin kita kehilangan orang yang dulunya ada, orang yang dulu suka berbagi cerita, orang yang dulu suka be...

Fakta

Terkadang yang namanya Fakta itu.. menyakitkan. mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan dari fakta yang tidak sejalan dengan harapan, dengan usaha yang belum menghasilkan air mata bahagia, atau dengan doa yang belum terkabulkan sepenuhnya. Fakta selalu hadir apa adanya, siap tidak siap, kita sebagai manusia selalu dituntut untuk menerima. Sebagian manusia tidak bisa, sebagian lagi butuh waktu yang lebih lama untuk memahami petunjukNya. Sejatinya, manusia akan selalu merasakan hal yang sama, pada akhirnya. namun, tempo dan waktunya saja yang berbeda. Semua manusia pasti pernah merasakan sebuah fakta yang susah mereka terima, semua manusia pasti memiliki waktu dimana mereka ingin menyerah di dunia, ..namanya juga kita manusia.. Apakah manusia sebenarnya hanya memiliki satu harapan untuk hidup di dunia? sehingga ketika fakta datang membawa berita menyayat hati, kita seakan sudah tidak memiliki apapun yang berarti. Apakah kita sudah memanusiakan diri kita sendiri? atau malah mengurung dir...

Alternatif

2020 mengajarkan ku kalau hidup ternyata harus selalu menyiapkan alternatif, banyak rencana yang terhalang, banyak tekad yang kembali disimpan, dan banyak kejadian yang tidak diharapkan, namun terjadi secara berulang. Ya, alternatif. alternatif dapat membantu kita dalam menjaga harapan, mencari jalan dalam kesulitan, agar tidak menjadi manusia yang hanya penuh alasan. 2020 mengajarkan ku kalau hidup terkadang tidak jalan sesuai dengan yang kita impikan, namun dapat membantu kita menjadi manusia yang tidak pernah kita bayangkan, manusia yang mampu bertahan, manusia yang mampu bersabar, dalam segala cobaan. 2020 memperlihatkan aku tentang hidup yang benar-benar sulit, sulit dalam menuntut ilmu, sulit dalam mencari kerja dan pendapatan, dan sulit dalam mengontrol diri dalam kebosanan, Ya, perubahan terkadang benar-benar menakutkan dan meresahkan, tapi dengan alternatif, kita sama sama bisa menghadapi kesulitan. Sesuaikan alternatif dengan permasalahan, setiap manusia pasti berbeda, dan se...

Dewasa atau Menua?

Aku mau bertanya,  pernah tidak.. bertemu atau mengenal seseorang yang sudah dewasa, namun masih bersifat atau bersikap seperti kekanak-kanakan? pernah tidak.. bertemu atau berbicara dengan seorang yang masih anak-anak, namun sifat, sikap dan cara bertutur katanya sungguh bijaksana ? dan aku mau bertanya lagi.. Kenapa manusia seperti itu? Kenapa kamu seperti itu? Kenapa aku seperti itu? "Apa mungkin kebanyakan dari kita hanyalah seorang anak kecil yang menua?" Sudahkah kita yang bertambah tua setiap tahun, bertambah bijaksana juga? Sudahkah kita mampu belajar menerima? atau kita masih merengek dan menyalahkan orang lain atau keadaan ketika kita terluka? Sudahkah kita benar-benar tumbuh dewasa? bukan hanya menua? Semua jawaban atas pertanyaan, hanya kita yang mengetahuinya. Semoga tahun-tahun yang sudah kita tempuh,  membawa kita menjadi orang yang bijaksana, bukan hanya dari tutur kata, namun sikap kita di dunia juga. Semoga hari-hari yang sudah kita lalui, tidak terlewat beg...

Jalan

Tulisan ini ditujukan kepada .. manusia yang pernah bertahan namun diacuhkan, berusaha sabar setiap tidak ada kabar, berusaha menemani namun berujung ditinggal sendiri.. dan yang pernah atau masih berjuang namun yang didapat hanyalah hal-hal mengecewakan. Mungkin beberapa dari manusia itu kini berhenti, menyadari "sepertinya bukan jalanku disini" kemudian pergi, memulai cerita baru dengan jalan baru, walaupun tak selamanya lurus bahkan beberapa penuh liku, sebab rasa kecewa, marah dan sedih dan rasa yang mempertanyakan kepantasan diri seperti mengisi jalan itu. Hingga.. Jalan itu bercabang, membawa manusia kepada persimpangan kehidupan. dan setiap manusia pasti memiliki tujuan atau nilai hidupnya masing-masing, secara alami paham tentang sampai mana harus bertahan, sampai mana harus melupakan dan kembali menyusun kehidupan.. Sehingga, di persimpangan itu aku melihat ada manusia yang memilih meneruskan jalan ke kiri dan ke kanan. Sesuai dengan pilihannya masing-masing. Jika ka...

"sayangnya tanpa mereka sadari, merekalah yang kini melukai."

Mungkin setiap manusia datang kepada manusia lainnya dengan .. perannya masing-masing, dan durasi masing-masing juga. Beberapa ada yang datang membawa tawa, namun urusan bahagia terkadang tidak bertahan lama, waktunya telah habis sesuai durasinya. yang begitu cepat, tidak terasa.  tiba-tiba.. hilang saja semuanya.  dan beberapa juga ada yang datang membawa luka, sayangnya jika berbicara tentang luka durasinya seperti lebih lama, seperti abadi, walaupun manuasianya telah pergi.  Tapi, terkadang ada juga manusia yang datang membawa tawa, namun pergi meninggalkan luka. mungkin terkadang manusia tidak pernah benar-benar diciptakan hanya untuk meluka, namun, terkadang mereka hanya ingin menyelamatkan dirinya. dan manusia lain terluka karena rasanya seperti ditinggalkan begitu saja.  Mungkin itu semua.. Bisa terjadi karena ada ketidak siapan yang ia rasakan, sehingga dia memilih pergi dari pada menghadapi. Atau ada bayang-bayang jika ia bertahan maka dirinya lah yang akan ...