Tulisan yang Tidak Pernah Kita Tulis

Terkadang,
aku juga tidak mengerti,
tentang kemana arah yang aku jalani. 

Terkadang,
aku juga belum dapat memahami,
tentang untuk apa semua ini harus dilalui.

Rasanya,
begitu banyak tanya yang menuntut jawaban secepat dini,
namun, aku juga belum melakukan sesuatu,
untuk siap mendengar apapun itu.

Terkadang,
aku salah dalam mengambil keputusan,
hingga tidak jarang aku hilang arah atas kehidupan.

Terkadang,
aku hanya ingin menangis diam-diam,
mengeluh tentang betapa beratnya semua tuntutan harus aku emban sendirian.

Terkadang,
aku ingin pergi,
hanya untuk mengetahui,
adakah yang mengharapkan aku kembali?

Terkadang,
aku menunggu,
kapan kehidupan akan berbaik hati,
membalas semua yang telah aku lalui,
membawa cerita bahagia yang selama ini aku nanti..

Namun,
bertahun waktu itu tidak kunjung tiba,
dan aku terjebak di lingkaran yang sama,
berputar tiada henti, 
dan kembali pada titik yang sama berulang kali.

Mungkin,
terkadang aku hanya terjebak kepada kecemasan yang menghantui,
terjebak kepada ketakutan yang tiap malam menghampiri,
terjebak kepada isi pikiran sendiri..

Mungkin,
aku hanya perlu untuk memulai kembali,
menerima segala cerita yang telah terjadi,
dan belajar memaafkan seluruh cerita yang telah terlewati,

Mungkin,
sudah saatnya aku kembali kepada diri sendiri,
menyadari ada luka yang perlu diobati,
menyadari ada diri yang perlu dicintai.

Mungkin,
sudah saatnya aku kembali belajar untuk mecintai diri sendiri.

Mungkin,
nanti aku akan menemukan arahku kembali,
bersama keutuhan yang kutemukan,
aku akan siap lagi untuk melanjutkan kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna