Rumah yang Berbeda

"Kita buat rumah yang kokoh ya!" kata seorang anak kecil kepada temannya sambil membawa dua buah ember plastik penuh berisi harapan ditangannya.

"Disini!" katanya sambil menghentakan kaki, menunjuk titik dimana lokasi rumahnya harus berdiri. Matanya sungguh berbinar seindah pemandangan lautan yang ada di hadapan, senyumnya mengembang seakan inilah waktu yang ia dambakan akhirnya telah datang. 

Diawali dengan anggukan setuju, tangan-tangan mungil itu mulai menggali dan menumpuk gundukan harapan satu persatu. 

"Kau mau rumah berbentuk seperti apa?" tanya temannya sewaktu-waktu.

"Hmm.. jajar genjang?" 

"Jajar genjang?"

"iyaa! bisa engga kita buat rumah dengan bentuk yang berbeda? tidak seperti biasanya?" 

"hmm.. kenapa?"

"entahlah, tidak ada alasan, tanpa karena. Aku.. hanya ingin rumah kita berbeda."

Senyuman penuh keyakinan kedua anak kecil itu seakan disambut oleh angkasa dengan senang. Langit yang cerah seakan turut melindungi harapan yang mereka simpan.

Seluas hamparan pasir yang membentang, sejauh mata memandang lautan. Tidak ada ketakutan yang akan kita temukan. Harapan mereka begitu besar. Berbekal tangan, hati dan pikiran, entah bagaimana bentuk rumah itu pada akhirnya, entah bagaimana cara yang akan mereka temukan seiring perjalanan. Sebesar apa ombak yang nanti akan datang menghancurkan. 

Rumah itu akan terwujudkan. 

Rumah yang berbeda. 

Rumah mereka. 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna