Postingan

Bersyukur dan Bersabar

aku bersyukur terhadap segala hal yang aku miliki, dan aku bersabar terhadap segala hal yang belum terjadi..

Hidup Sebagai Manusia

aku harap, kita dapat hidup dengan hati yang mulia, menjadi diri sendiri seutuhnya, dan berani untuk memegang kendali terhadap segala situasi yang terjadi. aku harap, kita dapat hidup dengan hati yang sederhana, tidak silau mata terhadap gemerlap yang di atas sana, dan berani untuk menjadi apa adanya. aku harap, kita dapat hidup sebagai "manusia".

Dua Puluh Tiga

Tiga hari menuju perayaan dua puluh tiga, Dan rasanya aku tidak ingin bertambah tua..   Bagaimana cara bersuka cita? jika tidak ada yang baik-baik saja? Tiga hari menuju perayaan dua puluh tiga, dan aku berharap, dapat berbahagia di kehidupan selanjutnya.            

Jadilah Bebas Nak

"Pak, harus menjadi apakah saya di masa depan?" tanya seorang anak kecil kepada seorang bapak di sebelahnya. Sorot sepasang mata yang telah berpuluh tahun melihat dunia, menyambut tanya anak kecil itu dengan seksama. Tawa kecil disudut bibirnya bertanya "Memangnya apa yang kau inginkan nak?"  "Hmm.. banyak! saya sangat ingin menjadi a, saya juga sangat ingin menjadi b! mungkin saya juga sangat ingin untuk menjadi lainnya!" jawab anak kecil itu sambil menggerakan tangannya seperti menghias angkasa, suara gulungan ombak berderu seakan mengimbangi semangatnya bercerita.  "tapi.. kenapa rasanya begitu berat untuk menjalani semuanya..?" tangan-tangan kecil itu tertahan diangkasa, dan deru ombak hilang seperti semangatnya yang memudar.  "Nak.."  "Menjadi bebaslah.."  "Menjadi bebas?" tanya anak kecil itu tidak mengerti.  "Ya.. jika kamu bertanya kamu harus menjadi apa, menjadi bebaslah jawabannya.." "Jangan...

Semoga Tidak Bertemu Lagi

Pada akhirnya,  anak-anak kecil itu berjalan sendiri-sendiri. Dengan merapikan dua buah ember yang tidak lagi terisi pasir, mereka berjalan dengan saling melambaikan tangan ditepi pesisir. Di depan mereka ombak  terus bergulung, berlomba-lomba dengan waktu yang semakin terhitung mundur, "Rumah yang berbeda", ternyata akan diwujudkan di tempat yang tidak sama. rumah mereka, ternyata akan diwujudkan masing-masing dengan orang yang ada di depan sana.  Pada akhirnya, anak-anak kecil itu berjalan sendiri-sendiri. Diam-diam saling menata diri, dan diam-diam saling berharap semoga tidak bertemu lagi. 

Apa Kau Juga?

Banyak yang terlupa, tentang mimpi-mimpi yang dibawa, kemana mereka semua? Tergulung oleh kesibukan, masih adakah waktu untuk mewujudkan? Tertatih-tatih bertahan, masih adakah tenaga untuk melakukan? Banyak yang terlupa, tentang mimpi-mimpi yang dibawa, apa kau juga? 

Mudah-mudahan

Beberapa dari kita, sudahlah berjalan begitu jauh, di tempat yang tidak sama seperti tahun sebelumnya, kini kita bertaruh. Berpegang kepada nyala api kecil yang kita jaga, kita semua sedang berusaha. entah menjadi apa nantinya, yang kita tahu,  lakukan dulu sebaik yang dibisa. Lelah, tentu. Sedikit yang mengerti, pasti. Pada akhirnya, hanya diri sendiri yang mampu memahami, tentang kaki yang ingin berlari, tentang hati yang ingin berteriak kencang sekali, dan tentang sakit yang hanya bisa ditelan sendiri. Mungkin inilah, sebuah jalan cerita, yang nanti akan terkenang manis pada akhirnya. tentang keberanian yang kita salutkan di masa depan, tentang harapan yang ternyata berhasil diwujudkan. Jangan dulu menyerah, jangan dulu pasrah, tapi berserahlah, kepada pemilik segalanya, kepada penolong kita semua. Mudah-mudahan bisa, mudah-mudahan tercapai semua, mudah-mudahan dimudahkan.