Postingan

Tertawa

Tiap kepala, pastinya hanya ingin tertawa, tapi tidak semua bisa, karena apa yang ada di dalam terkadang begitu menyiksa. Maka, jadilah apa adanya, jadilah apa yang kita bisa, Tapi terkadang semua tidak perlu merasa, cukup kita saja, yang diam-diam bertahan untuk terus dewasa. Karena apa yang ada di kepala kita, bukanlah tanggung jawab siapa-siapa, untuk membuatnya reda.   Tetap diri sendiri, yang punya kendali.   Berhenti, jika selama ini terlalu menuntut untuk dimengerti, Syukuri, setidaknya, ada beberapa yang tidak menambah deras kita di pipi.

Merayakan Sepi

Dan ia kembali, merayakan sepinya seorang diri, mengatur nafas sekali lagi, memikirkan tentang kemana langkahnya setelah ini, Dan ia kembali, memeluk tubuh kecilnya seorang diri, menahan air matanya agar tidak jatuh lagi pagi ini, Rasanya, begitu banyak yang ia khawatirkan, namun sedikit sekali yang mampu mendengarkan. Dalam kepalanya bertanya, "Haruskah ia yang terus mengandalkan diri sendiri pada akhirnya?" dan tangan-tangan kecilnya dengan cepat mendekap, berkali-kali menyelamatkan sebelum ia kembali terisak. Dalam keheningan ia menemukan jawaban diri, dan ia kembali, merayakan sepinya seorang diri. 

Ada menjadi Tidak Ada

Terkadang, sesuatu menjadi berbeda karena, apa yang biasa "Ada" telah berubah menjadi "tidak ada", dan kita hanya bisa bertanya tanpa suara perihal "kenapa?" Dan pikiran semakin bersemangat memainkan perannya, dan hati semakin kesulitan untuk mencerna apapun hasilnya. Tidak bisakah kita untuk terus menghargai keberadaan, sebelum nantinya kembali kehilangan?

Menjaga

"kau tau?" "apa?" "terkadang manusia bisa dengan begitu mudah melupa.." "melupa? tentang?" "apa saja, terlebih jika mereka merasa bahwa apa yang mereka punya sudah pastilah selamanya.." ".." "padahal tentang selamanya, tergantung bagaimana mereka menjaga." "tergantung bagaimana mereka menjaga?" "ya." "maksudmu?" "kau tidak mungkin berharap bunga dapat tumbuh mekar dan menghiasi rumahmu jika tidak kau rawat dengan baik bukan?" "..."

Lilitan Kita

Malam ini aku sedang membuat secangkir teh panas, Hatiku rasanya sedang campur aduk, entah karena apa, Rutinitas yang padat dan minimnya istirahat, mungkin satu-satunya yang bisa menjadi alasan dari ketidak jelasan yang aku rasakan. Tapi sayangnya, kesabaran ku semakin diuji malam ini, Ketika mau membuat teh untuk menenangkan diri, Kantong teh itu tidak mau bekerja sama untuk memudahkan urusanku menyeduhnya, Dia terlilit, dan aku sedikit tidak menyukai, Rintangan-rintangan kecil yang dapat memancing emosi diri. Dan akhirnya aku membiarkan ia terlilit sendiri. Aku memilih untuk tetap memasukannya kesegelas cangkir panas walaupun bentuknya menjadi aneh dan hatiku semakin ganjal melihatnya.   Namun, Ketika aku perhatikan kembali kantong teh yang terlilit itu, Tidak ada yang berubah, Dia tetap menjadi kantong teh yang dengan baik menjalankan tugasnya, Rasa teh itu tetap sama, Hanya penampilannya saja yang berbeda.   Mungkin, kantong teh yang terlilit itu sama seperti manusia, Sa...

Eternal

Planet "abadi" tidaklah ada, dan "selamanya" bukanlah hal yang nyata, karena tiap yang "berotasi" akan berhenti pada waktunya. Mungkin, satu-satunya yang abadi dan selamanya, hanyalah "cerita" yang kita pilih keberadaanya.. untuk selalu  tersimpan di dalam "jiwa". Tentang segala manis dan pahit, sembuh dan terluka, hingga menangis dan tertawa, segalanya yang menjadi pembentuk "kita" di dunia. Jadi apapun yang terjadi, janganlah pernah berhenti, teruslah berotasi, hingga nanti kau akan "mekar" pada waktumu sendiri. Karena, segala hal yang sedang kau rasakan kini, bukanlah "akhir", melainkan adalah "awal" dari hal-hal baik, yang menanti untuk kau ukir. 

Tulisan Bernada Baru

Begitu aneh rasanya,  ketika ia sudah tidak memiliki lagi.. kesedihan yang biasa ia simpan dan sembunyikan, yang beberapa diantaranya kini telah menjadi tulisan penyemangat diri, atau menjadi karya tanpa kata, yang hanya bisa dipahami oleh siapa yang bersedia.  Begitu aneh rasanya, ketika ia tidak perlu lagi kesulitan untuk merubah sesuatu yang ia rasakan,  namun, perasaan senang ternyata lebihlah susah untuk ia tuangkan.  Tentang senyum yang mengembang, tentang lagu baru yang ia dengarkan, atau tentang tenang yang ia pikir tidak pernah akan datang. Untuk pertama kali, tulisan ini adalah tentang kebahagiaan. Dan aku berharap, apa yang aku rasakan, dapat menular, mencari jalannya sendiri kepada setiap pembaca dan pendengar. Percayalah, hal baik akan datang, dan ketika ia datang, kamu akan percaya, bahwa kesedihanmu,  bukanlah selamanya untuk kamu simpan sendirian. :)