Postingan

Asing

Tidak ada lagi ceria, Tidak ada lagi cerita, Semua telah berbeda, Katanya. Dibalik jendela, Hujan tidak mereda, Sama, Seperti deras yang ia rasa.  Dimana? Bahagia seperti menguap tidak bersisa. Dimana? Semua terasa asing baginya juga. 

Abadi - Sementara

Siapa yang berkata bahwa kehidupan adalah tentang selamanya? tidakkah kita kehabisan waktu pada akhirnya? Siapa yang berkata tentang mereka akan selalu ada? tidakkah kita akan pergi juga pada waktunya? Bermimpi tentang abadi, apakah bisa? Berharap tentang hal diluar akal, apakah nyata? Berharap hidup nantinya akan baik-baik saja, apakah akan tiba? Bagaimana jika semua hanyalah sementara? waktu, manusia dan dunia. Apa yang tersisa?  Apa yang terbawa? Bagaimana jika semua hanyalah sementara? kemana kita akan pergi selanjutnya?

Sudah Sepenuh Apa?

Beberapa manusia terkadang, begitu hebat dalam beradu pandang. Tanpa perlu mendengar, mereka cepat merasa ya merekalah yang paling benar. Tanpa perlu memahami, mereka cepat berteriak ya merekalah yang paling mengetahui. Sudah sepenuh apa diri ini? sehingga tidak ada lagi ruang untuk mengerti? Sudah seberapa benar diri ini? sehingga tidak ada lagi rasa salah dalam bercermin diri?

Fase

Ternyata seperti ini ya rasanya, hidup menuju fase usia yang lebih dewasa. Dimana, sudah mulai terdengar, suara-suara yang memberi patokan terhadap kehidupan yang kita jalankan. sudah mulai terasa, lelahnya berjalan mengemban segala tuntutan yang seakan harus cepat untuk direalisasikan.  Dan.. dimana, kehilangan diri sendiri dipertengahan jalan, sudah menjadi kebiasaan.  Ternyata seperti ini, bergabung menjadi salah satu dari ribuan atau jutaan, yang kehidupannya diisi untuk membuktikan, berniat membahagiakan walau selama ini tidak dipedulikan, menyuguhkan kesuksesan agar lebih diperhatikan. Ternyata seperti ini, menjadi manusia yang menjalankan ritual pagi dengan menyemangati diri sendiri, menjadi sandaran yang paling tegar untuk sebuah bahu, disaat diri sendiri sebenarnya sedang menjalankan kehidupan yang ia juga tidak tahu. Tanpa kita sadari, menuju fase usia yang lebih dewasa ini, terkadang pandangan tentang kebahagiaan kita lihat dari kacamata pencapaian, tidak jarang, ki...

Api Jiwa

Terkadang, dalam sebuah perjalanan panjang, sangat tidak disangka, ketika kehidupan membawa kita masuk kedalam suatu liku cerita, bernama.. kehilangan. Jalannya sungguh berliku, berputar berkali-kali, diimpit perasaan hampa, mencari jalan keluar dari seluruh lara. Dan aku melihat, banyak sekali yang tersesat, terombang ambing dalam keputus asaan, berjalan dengan raga yang harapannya telah terbang.  Dan aku mendengar, sebuah pertanyaan samar-samar, "untuk apa aku melalui ini semua?" "tidak bisa, tidak bisa lagi aku bertahan, semua kenyataan begitu pahit untuk ditelan." hai, jalan ini memang berliku, namun menyerah tidaklah membantu. Tidak ada yang tahu, kemana kehidupan nanti akan mengarahkanmu, walau kini harapan tampak begitu semu, namun tetap dekaplah hal itu dalam dadamu. Nyalakan kembali, api jiwa yang telah lama padam, Bangkitlah, tegakkan keyakinanmu, teguhkan hatimu, capailah tujuanmu, itu. 

Sudahkah kita?

Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata menghabiskan waktu.. dengan mencemaskan beberapa hal yang tidak tentu. Seakan kita telah menjadi manusia yang bisa memprediksi masa depan.. disaat semua masih jauh dari pandangan.  Lupa, bahwa semua.. masihlah menjadi rahasiaNya. Tanpa disadari, beberapa dari kita ternyata juga sering, menghabiskan malam bersama pikiran-pikiran yang menakutkan. Segala macam pikiran seperti kecemasan,kepahitan dan rasa ketidak-adilan, seakan menjadi teman penghantar sekaligus pengisi kesepian.  Lelah dalam menjalani kehidupan, namun tidak ingin menyerah karena takut akan kegagalan, menjadi motif pengisi perjalanan, dan penyelimut tekad dalam bertahan menuju masa depan.  Mungkin, beberapa dari kita kemudian berteman dengan segala pertanyaan yang menanti akan jawaban, "setelah ini apa?"  "setelah ini bagaimana?" Seakan waktu merupakan sebuah janji yang akan selalu kita miliki.  Tanpa disadari, kini ada pertanyaan yang terlewat untuk kita ...

Beberapa - Semua

"kau tahu tentang konsep beberapa - semua?" "maksudnya?" "ya seperti.. Beberapa manusia sungguh bahagia, sehingga ia takut untuk tiada, beberapa manusia sungguh tersiksa, sehingga ia tidak mau ada di dunia. Beberapa manusia sedang berbunga, sehingga bahagia menjadi satu-satunya udara yang ada, beberapa manusia sedang berlarut dalam duka, sehingga sesak menjadi satu-satunya yang memenuhi dada. Beberapa manusia sedang hidup, beberapa manusia sedang meredup. Beberapa manusia sedang berenang, beberapa manusia sedang tenggelam. " "lalu apa yang 'semua'? " "semua manusia sementara." "termasuk bahagia dan lara yang sedang dirasa." " .."