Postingan

it's ok, it's gonna be ok

hidup di tengah-tengah manusia yang .. mudah menghakimi, mudah melempar kesalahan sendiri, dan mudah mencari celah kelemahan diri, benar-benar melelahkan hati, menguras energi, seakan tidak ada kebaikan yang telah kita beri.  apakah kehidupan sekarang memang begini? terlalu banyak yang mengujar benci, hingga kita lupa rasanya dicintai. terlalu banyak yang membandingkan diri, hingga kita lupa rasanya dihargai. terlalu banyak yang memarahi, hingga kita lupa rasanya dibela dan dilindungi. tidakkah sulit terkadang menjalani semuanya sendiri? namun bisa apa lagi? hanya diri sendiri yang ada disini hanya ada kita yang menutupi semua luka dengan tawa, berharap hidup akan baik-baik saja, walau yang dirasa malah sebaliknya.  untuk siapapun yang sedang merasakan ini : "..gapapa, it's ok, it's gonna be ok.." terkadang hanya itulah kalimat terkuat yang bisa kita ucapkan bersama, menyadari bahwa mungkin perjalanan sedang tidak mudah untuk dilalui, terlalu banyak hal yang menghala...

"Ragu"

 yang namanya "Ragu" pasti akan muncul sewaktu-waktu, menguji sudah setegak apa kaki kita berdiri, meyakinkan apakah jalan yang kita pilih sudah benar-benar sesuai tujuan. Tak jarang, "Ragu"pun menang, dengan caranya sendiri.. sukses membuat manusia kebingungan, beberapa memilih berbalik badan, tidak melanjutkan perjalanan, karena takut akan masa depan. Mungkin manusia lupa, yang namanya "Ragu" pasti akan tetap muncul sewaktu-waktu, kemanapun tempat yang dituju, terkadang ia juga disitu. Berbalik arah dengan menyerah, tidak membuat "Ragu" berhenti untuk mengganggu. Malah ia tak akan ragu untuk  menenggelamkanmu ke dasar laut penyesalan yang tak tentu, Menyiksa untuk menyadari- kalau kamu .. bisa saja menjadi lebih baik pada waktu itu. Sudah. Yang tlah lalu, biarkan berlalu. Jangan lupa, di dalam diri kita juga punya suara yang harus didengarkan, jangan biarkan yang namanya "Ragu" mampu selamanya membungkam- suara impian terdalam.  Jadi...

tokoh utama

 Apakah setiap buku cerita harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum ditutup rapat dengan sempurna? entah kemudian disimpan dalam rak kenangan, atau dibuang jauh dari ingatan? Apakah semua cerita memang harus diselesaikan terlebih dahulu dengan baik? Karena rasanya,  berlari menjauh, mencari perlindungan, mencari pertolongan, dari cerita yang tidak tertahankan, hanya akan membuat Sang Penulis menghadirkan kembali, menghadapkan kita kepada sang tokoh yang selama ini kita hindari.  Kita yang katanya menjadi tokoh utama di cerita hidup kita, terkadang rasanya tidak mampu memahami cerita Sang Penulis cipta. Hingga berbagai pertanyaanpun muncul di tengah perjalanan, tentang alur yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, atau akhir cerita yang jauh dari harapan. Aku tahu apapun cerita yang penulis cipta, tetap harus kita jalankan secara suka rela, namun karena aku manusia .. aku mengakui kalau aku tidak sekuat itu juga,  untuk menjalankan cerita yang tidak aku suka, e...

Sebentar Lagi

Terkadang rasanya tidak mudah, tidak mudah untuk menjadi manusia yang  berjalan  menyusuri waktu untuk mencari tempat baru, berpindah dari tempat lama, meninggalkan beberapa bahkan melupakan segala cerita yang pernah ada sebelumnya. mungkin manusia itu tidak memiliki tempat untuk saat ini, tempat lama yang telah tertutup rapi, terkunci rapat, dan telah jauh dari genggaman. tempat baru yang entah ada dimana, jauh dari pandangan.  Ada kalanya manusia itu kehilangan arah juga, berdiri sendiri tidak selamanya mudah untuk diakui, badai yang menyelimuti tak jarang juga menyakiti,  apapun badai yang menghampiri, hanya bisa dirasakan sendiri.  bahagia yang katanya akan datang sebentar lagi, membuat ia lupa kapan ia tertawa lepas terakhir kali. sehingga bagi manusia itu "ya hidup mungkin memang begini" Seiring berjalannya waktu, kini manusia itu menyadari sesuatu, Terkadang tempat yang kita cari untuk perlindungan diri,  mengistirahatkan kaki dan membantu kita bang...

Jika tidak ada

Jika tidak ada yang menyukai dirimu, tidak papa, belajarlah untuk menyukai diri sendiri. Jika tidak ada yang menyemangati dirimu, tidak papa, belajarlah untuk bangkit sebelum keresahan menguasaimu, Jika tidak ada yang memperdulikanmu, tidak papa juga, belajarlah untuk memperdulikan diri sendiri terlebih dahulu, Sudahkah kamu benar-benar memperlakukan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu benar-benar menghidupkan dirimu dengan baik? Sudahkah kamu ..? Belum? Mungkin beberapa dari kita belum sepenuhnya baik ke diri sendiri juga, tidak papa, pelan-pelan kita belajar. Belajar menghargai diri sendiri, belajar merawat diri sendiri, belajar menerima diri sendiri, dan belajar mencintai diri sendiri.  Mulai saat ini, dari sini, dari diri sendiri. 

Kuatkan hati, untuk mengikhlaskan segalanya yang pergi.

Di situasi yang tidak terkendali, Di tekanan yang semakin menjadi, dan di sudut ruang yang hanya terdapat kita sendiri, Kita menepi, meratapi.. segalanya yang telah pergi. Tawa, canda, suka cita dan bahagia.. rasanya seperti masih mengudara. Namun tak ada siapa-siapa, hanya diri kita yang tidak ingin melupa. hanya diri kita yang memeluk luka. hanya diri kita yang bertahan tanpa suara. Menghadapi hari kini terasa begitu berat seperti hidup tak ada arti, seperti hidup tanpa nyali. "Apakah hidup akan berakhir dengan begini?" "Apakah hidup ujungnya hanya seperti ini?" "Apakah hidup semenyiksa ini?" segala pertanyaan tentang penderitaan seakan tidak ada habis berputar dalam pikiran. kemudian kita mulai meragukan yang namanya harapan. karena rasanya hal itu selalu dikikis habis oleh keadaan. Rehat. Istirahat. tenangkan pikiran sebelum semakin kehilangan. Mungkin kita kehilangan orang yang dulunya ada, orang yang dulu suka berbagi cerita, orang yang dulu suka be...

Fakta

Terkadang yang namanya Fakta itu.. menyakitkan. mungkin tidak ada yang lebih menyakitkan dari fakta yang tidak sejalan dengan harapan, dengan usaha yang belum menghasilkan air mata bahagia, atau dengan doa yang belum terkabulkan sepenuhnya. Fakta selalu hadir apa adanya, siap tidak siap, kita sebagai manusia selalu dituntut untuk menerima. Sebagian manusia tidak bisa, sebagian lagi butuh waktu yang lebih lama untuk memahami petunjukNya. Sejatinya, manusia akan selalu merasakan hal yang sama, pada akhirnya. namun, tempo dan waktunya saja yang berbeda. Semua manusia pasti pernah merasakan sebuah fakta yang susah mereka terima, semua manusia pasti memiliki waktu dimana mereka ingin menyerah di dunia, ..namanya juga kita manusia.. Apakah manusia sebenarnya hanya memiliki satu harapan untuk hidup di dunia? sehingga ketika fakta datang membawa berita menyayat hati, kita seakan sudah tidak memiliki apapun yang berarti. Apakah kita sudah memanusiakan diri kita sendiri? atau malah mengurung dir...