Sepi

 


dan ia kini menepi,
duduk dalam ruang ramai seorang diri,
menyibukan diri dengan semua pekerjaan yang menemani.

hatinya entah sudah dimana,
waktunya tersita,
tidak ada detik yang ia lewatkan untuk sekedar merasa,

hanya sepi, katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna