Untuk Sesaat
Masalah seakan datang bertubi-tubi,
dan aku hanya ingin sendiri.
berdiam diri,
karna aku tidak sanggup untuk berlari.
Bisakah dunia baik-baik saja untuk sesaat,
bisakah ada sedikit jeda,
karna aku lelah menutupi luka dan harus terus berpura-pura.
Rasanya, aku tidak lagi berharap untuk merasa bahagia,
karena sudah tidak ada tenaga yang tersisa,
untuk menyambut sedih yang mungkin sedang mengantri di depan sana.
Bisakah dunia baik-baik saja untuk sesaat,
karena aku,
sangat ingin beristirahat.
Hai manusia kuat,
bukankah seperti itu yang sedang kau rasakan untuk sesaat?
Dunia yang harus terus kamu lawan,
bukankah pada akhirnya terasa begitu melelahkan?
Semua cerita yang selama ini kau pikul sendirian,
beserta segala kenangan yang kau simpan dalam-dalam,
bukankah sedikit-banyak kini begitu terasa semakin memberatkan?
Hai manusia kuat,
sudah begitu lama kau bertahan,
sudah begitu jauh kau berusaha untuk melupakan,
namun, rasa sesak bukankah masih kau rasakan?
Hai,
sudah..
berhentilah untuk terus melawan dunia,
berdamailah dengan segala yang ada..
Lepaskan..
relakan..
segala cerita dan kesempatan yang sudah berlalu dibelakang..
Sembuhkan,
segala luka yang selama ini kau lupakan..
Tidak apa,
Jika harapanmu sedang mengabur untuk sesaat,
tidak apa,
jika kau juga tidak tahu harus berjalan kemana disaat kau sedang merasa tersesat.
Namun,
cobalah ingat,
tentang orang-orang yang sebenarnya sangat ingin kau lihat?
suara yang kau rindukan,
dan pelukan yang telah lama tidak kau rasakan..
bukankah, semuanya begitu terasa menenangkan?
Hai,
berhentilah untuk terus melawan dunia,
karna kita tidak akan bisa memenangkannya juga,
Kau adalah manusia..
berdamailah dengan dunia,
atau.. buatlah dunia yang kau suka,
karena disitulah seharusnya kau berada..
bersama orang-orang yang kau cinta,
bercerita dan tertawa,
mungkin dengan begitu, dunia akan baik-baik saja.
Hai manusia kuat,
berdamailah..
namun bukan untuk sesaat.
Komentar
Posting Komentar