Pada Waktunya



Beberapa manusia,
seakan hidup di dalam kepala manusia lainnya,
tergenggam dalam kepalan mengadah di setiap malamnya,

Tidak berbicara,
tidak juga menyapa,
namun ada,
dimana dan kemanapun dirinya berada.

Usahanya, 
bisa jadi berujung sia,
namun berhenti bukanlah keputusannya,
karena ia percaya,
akan ada waktu dimana ia bisa menunjukan semua.

Tidak apa jika saat ini hanya ada di dalam doa,
karena nanti pada waktunya,
pada jalannya,
entah harapannya akan menjadi nyata,
atau tergantikan oleh lainnya,
semua ia percayakan kepada-Nya.

Sang pemilik semesta,
dan sang pengabul segala doa.

Komentar

  1. Kadang aku merasa diri ini gagal dan telah kehilangan momen, walaupun kadang setiap datang kesempatan aku juga merasa telah melakukannya dengan baik. Namun tak apa, aku juga percaya kalo semua pasti punya waktunya. Selamat berkarya, terima kasih atas beberapa tulisan terakhir yg menenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak sudah membaca tulisan panjaaang, hang in there! just for more a little moment, this too shall pass ! ;))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lautan

Sempurna