Postingan

Nahkoda Kapal

kapal kecil itu barulah berlayar, dan ombak kala itu begitulah tenang, ia berjalan perlahan, ditemani semburat cahaya yang hendak tenggelam, siapapun yang berada di dalam kapal kecil itu pastilah senang,  bercengkrama, tertawa, hingga waktu berlalu begitu saja.  kapal kecil itu barulah berlayar, dan kali ini ombak menghantamnya begitu keras, ia terombang ambing, nyaris karam. siapapun yang berada di dalam kapal kecil itu pastilah tidak tenang,  berebut megang kendali, agar tiada satupun yang tersakiti.. kapal kecil itu barulah berlayar, namun pengemudi di balik layar,  begitu dapat dihandalkan.. siapapun yang berada di dalamnya, pasti lah senang, karena mereka terselamatkan sampai tujuan..

Pupuk

  “hei! aku akan menjadi pupukmu disini!”   “pupuk??” “ya, kau tidak tahu bahwa makhluk biologis adalah sebaik baiknya pupuk untuk tanaman yang layu?”  “ya, aku mengerti, tapi kenapa harus kamu?!” “aku harus melihatmu hidup..”  “tapi aku tidak bisa melihatmu mati!” “aku tidak akan mati.. malah aku hidup dalam dirimu sesudah ini” “….” “aku tidak akan mati,  aku akan menjadi apa saja, dalam bentuk-bentuk yang tidak kau ketahui, di sini, di kehidupan ini.. dan di kehidupan nanti”

Perkusi

  hatinya seperti perkusi, dan begitu banyak kurcaci-kurcaci yang memainkannya malam ini.. tidak bernada, tapi semua suara dimainkan berirama, mereka meloncat-loncat seperti bergembira, merayakan sesuatu yang mereka tidak mengerti apa artinya, hatinya seperti perkusi, dan kurcaci-kurcaci itu tampak riang sekali, kali ini menghentak-hentakan kaki, bersorak seakan ini adalah perayaan yang mereka nanti.. hatinya seperti perkusi, berdebar kencang sekali.

Putri Tidur dan Kuda Terbang

Malam itu, sebuah menara terbakar, hebat,  dan seorang putri terjebak,  sakit menahan isak, asap menggumpal, gelap memenuhi awan, dan semua orang berhamburan,  “ayo cepatt! cepatt!” teriak seekor kuda putih terbang menyelinap,  sayapnya ia kepakan, kesana kesini mencari seseorang yang ingin ia selamatkan..  dan putri itu telah tertidur di sudut ruangan,  dengan satu kepakan, kuda itu berhasil membawanya ke awan. berpandu cahaya rembulan, mereka terbang menyitas kegelapan, ntah kemana semua kerumunan, tidak ada siapa-siapa, kecuali mereka, sang putri dan kuda terbang. malam itu, sebuah menara terbakar, hebat, dan seorang putri tlah selamat ..

Eyang (2)

Eyang,  Saya janji akan selalu jatuh cinta kepada setiap kesederhanaan, Tidak gelap mata terhadap semua kegemilangan,  Seperti pesan-pesan yang Eyang titipkan. Karna betul Eyang.. Lebih tenang rasanya hidup seperti itu,  Lebih ringan rasanya karna jauh dari kekhawatiran, Terimakasih Eyang,  Semoga kesederhanaanmu selalu mengalir dalam setiap kebiasaan-kebiasaanku 🤍

Eyang

 Eyang, badanmu begitu kaku, Tapi aku masih ingat betapa hangatnya tiap pelukmu, Eyang, aku beruntung terlahir sebagai cucumu, Aku masih ingat panggilan khusus yang kau beri untukku, Eyang, kau tampak cantik di terakhir kita bertemu, Semoga hangat dirimu dalam balutan kain putih itu, Eyang, aku janji akan selalu mengingat pesan-pesanmu, Terimakasih atas segala doa dan restu yang kau pupuk dalam diriku, Eyang, aku mencintaimu

Tuhan

Tuhan, begitu banyak manusia yang ia cintai ada di bumi, Tidak mampu hatinya jika harus menampung sedih untuk menghadapi hal seperti ini, Maka dari itu, Bolehkah aku pinta untuk jaga mereka semua selagi di dunia? Berikan kehidupan yang bahagia untuk mereka jalani, Berikan tenang dan cukup di setiap jalan yang mereka tapaki, Jadi, jika aku harus kembali menghadapi hal seperti ini, Hatiku dapat tersenyum, Mengetahui mereka telah hidup dengan baik sebaik-baiknya dengan penuh suka cita, Sisakan sedihku sedikit saja, Karena bahagia mereka adalah bahagiaku juga