Postingan

dan kota ini

dan kota ini, akan punya ruangnya sendiri dalam hati. bersama semua wajah yang pernah ia temui, akan tersimpan dalam bilik-bilik yang nanti ia buka lagi. Tentang jalanan yang lenggang, rumah-rumah tua yang kembali muda, dan beberapa tawa sederhana tapi mewah terasa, akan ia bawa.. Bersama setumpuk koper berisi asa, ia kayuh mimpinya sedari gelap buta, menuju kota bergelimang cahaya, ia siap mewujudkan semua. Tidak terasa, lautannya sudah di depan mata, tidak ada jalan kembali, ia akan mengarungi samudera nyata.

Mimpi

Meninggalkan beberapa, mengejar yang lainnya. Mengemaskan semua, berlari sejauh yang ia bisa. Lautan membentang, sayapnya mengembang. Kepada harapan yang ia pegang, suara kepakannya begitu lantang. Yang ia nanti, akhirnya terjadi. Jika semua ini adalah mimpi, jangan bangunkan ia lagi. 

Untuk dirinya sendiri

Pada akhirnya ia sadar, bahwa selama ini ia tidak pernah meminta apapun, hanya satu, waktu. Karena yang ia percaya adalah, ia tidak perlu meminta hal seperti itu, walau sedikit, akan selalu diberi bagi yang mau. Pada nantinya giliran mereka yang akan sadar, bahwa setelah ini, ia tidak akan pernah meminta apapun lagi, karena ia akan memberi dirinya sendiri, seluruhnya, tentang sesuatu yang tidak mereka beri.  Ia akan memberikan semuanya, waktunya akan ia habiskan untuk dirinya saja.

Sepi

Di ruang persegi, ia duduk sendiri, sedikit bertanya dalam hati, kenapa rasanya begitu sepi. Meja sebelah tampak ramai sekali, tawa bahak mengisi, dan ia lupa kapan tertawa lepas terakhir kali.

Menanti - Tenggelam Sendiri

Ternyata ia menunggu, sesuatu yang tidak akan ada titik temu. Karena ia sudah tenggelam, dalam perapian yang juga ia ciptakan, Tidak ada jalan kembali, untuk mendengar sesuatu yang baginya begitu berarti, Bisakah seseorang dapat mengerti, tentang besarnya hal yang ia nanti.

Waves

Kepalanya sakit sekali, sudah beberapa hari, dan beberapa obat ditelannya lagi. Khawatirnya kembali, cemasnya naik lagi, dan ia tidak ingin menutupi apa-apa kali ini.

Berserah

Aku berserah, bukan menyerah. Pada akhirnya, yang pegang Kuasa, adalah yang satu-satunya dapat dipercaya.