Postingan

Eternal

Planet "abadi" tidaklah ada, dan "selamanya" bukanlah hal yang nyata, karena tiap yang "berotasi" akan berhenti pada waktunya. Mungkin, satu-satunya yang abadi dan selamanya, hanyalah "cerita" yang kita pilih keberadaanya.. untuk selalu  tersimpan di dalam "jiwa". Tentang segala manis dan pahit, sembuh dan terluka, hingga menangis dan tertawa, segalanya yang menjadi pembentuk "kita" di dunia. Jadi apapun yang terjadi, janganlah pernah berhenti, teruslah berotasi, hingga nanti kau akan "mekar" pada waktumu sendiri. Karena, segala hal yang sedang kau rasakan kini, bukanlah "akhir", melainkan adalah "awal" dari hal-hal baik, yang menanti untuk kau ukir. 

Tulisan Bernada Baru

Begitu aneh rasanya,  ketika ia sudah tidak memiliki lagi.. kesedihan yang biasa ia simpan dan sembunyikan, yang beberapa diantaranya kini telah menjadi tulisan penyemangat diri, atau menjadi karya tanpa kata, yang hanya bisa dipahami oleh siapa yang bersedia.  Begitu aneh rasanya, ketika ia tidak perlu lagi kesulitan untuk merubah sesuatu yang ia rasakan,  namun, perasaan senang ternyata lebihlah susah untuk ia tuangkan.  Tentang senyum yang mengembang, tentang lagu baru yang ia dengarkan, atau tentang tenang yang ia pikir tidak pernah akan datang. Untuk pertama kali, tulisan ini adalah tentang kebahagiaan. Dan aku berharap, apa yang aku rasakan, dapat menular, mencari jalannya sendiri kepada setiap pembaca dan pendengar. Percayalah, hal baik akan datang, dan ketika ia datang, kamu akan percaya, bahwa kesedihanmu,  bukanlah selamanya untuk kamu simpan sendirian. :)

Dunia Baik

Dunia ini sedikit asing baginya, kesedihan yang dahulu ada disana, dalam sekejap sudah tidak lagi tersisa. Jalanan yang dahulu lapang dan sepi, sering sekali menjadi saksi, tentang segala sesuatu yang tidak kuat untuk ia emban sendiri. Gedung-gedung tinggi, pun juga begitu, apakah mereka pernah mencari? kemana anak kecil yang lusuh dan tertunduk lesu tidak lagi menampakan diri? Atau.. Jalanan yang menjadi ramai itu kini ikut merayakan? kebahagiaan yang sudah lama tidak pernah ia rasakan? apakah gedung-gedung itu juga ikut bersorak? seakan berakata "Akhirnya waktu ini telah datang." "dan terimakasih, pada akhirnya kau sanggup untuk bertahan." Dunia ini sedikit asing baginya, namun, dunia ini terasa lebih baik untuknya.

Bangkit Ribuan Kali

"Kau tidak akan pernah bisa hidup, jika seperti ini caramu hidup!" "Kau tidak akan mengerti,  tentang segala pahit yang aku nikmati." "Kau akan mati, jika uang tidak kau geluti!" "Aku sudah. Bahkan sebelum hal itu aku miliki." "..." " Tidak butuh apa-apa untuk menguburkan hati, aku sudah bangkit ribuan kali."

Anehnya Ingatan

Begitu aneh ingatan, tiap rekamnya mampu mengabaikan dinginnya api pertengkaran, menyebutnya sempurna walau dipenuhi ledakan. Begitu aneh ingatan, tiap salah seakan termaafkan, tiap amarah seakan terwajarkan, Tenang seperti benda asing yang tidak teringinkan, dan diri berjalan, kesana-kesini mencari jalan untuk pulang ke keliruan. Begitu aneh ingatan, ditiap perputaran, tidak mampu membedakan mana kehidupan dan kematian. 

Tidak Ada

Tidak ada, kemana? Tidak disana, dimana? Tidak juga disini, bagaimana bisa? Hampa, apa?! Kosong, kenapa?! Tidak ada.

Percakapan dengan Pohon Tua

"Bagaimana aku tahu jika sesuatu itu yang terbaik untukku?"  tanya seekor landak kecil kepada sebuah pohon tua di sebelahnya. Pohon tua itu begitu kokoh,  akarnya begitu keras,  dan tuturnya begitu bijaksana untuk siapapun yang beristirahat dan mendengarkannya. Dengan tersenyum, pohon tua itu berkata "Kau tidak akan pernah tahu landak kecil.." "Kenapa begitu??"  sang landak seperti tidak puas mendengar jawabannya. "ya.. kau tidak akan pernah tahu, jika kau sendiri yang tidak membuatnya seperti itu." Angin bertiup perlahan diantara mereka, dan jeda mengisi udara diantara landak kecil dan pohon tua. Dengan menatap ke depan, sang landak kini tahu,  dirinyalah yang harus membuat keputusan.