Postingan

Bangkit Ribuan Kali

"Kau tidak akan pernah bisa hidup, jika seperti ini caramu hidup!" "Kau tidak akan mengerti,  tentang segala pahit yang aku nikmati." "Kau akan mati, jika uang tidak kau geluti!" "Aku sudah. Bahkan sebelum hal itu aku miliki." "..." " Tidak butuh apa-apa untuk menguburkan hati, aku sudah bangkit ribuan kali."

Anehnya Ingatan

Begitu aneh ingatan, tiap rekamnya mampu mengabaikan dinginnya api pertengkaran, menyebutnya sempurna walau dipenuhi ledakan. Begitu aneh ingatan, tiap salah seakan termaafkan, tiap amarah seakan terwajarkan, Tenang seperti benda asing yang tidak teringinkan, dan diri berjalan, kesana-kesini mencari jalan untuk pulang ke keliruan. Begitu aneh ingatan, ditiap perputaran, tidak mampu membedakan mana kehidupan dan kematian. 

Tidak Ada

Tidak ada, kemana? Tidak disana, dimana? Tidak juga disini, bagaimana bisa? Hampa, apa?! Kosong, kenapa?! Tidak ada.

Percakapan dengan Pohon Tua

"Bagaimana aku tahu jika sesuatu itu yang terbaik untukku?"  tanya seekor landak kecil kepada sebuah pohon tua di sebelahnya. Pohon tua itu begitu kokoh,  akarnya begitu keras,  dan tuturnya begitu bijaksana untuk siapapun yang beristirahat dan mendengarkannya. Dengan tersenyum, pohon tua itu berkata "Kau tidak akan pernah tahu landak kecil.." "Kenapa begitu??"  sang landak seperti tidak puas mendengar jawabannya. "ya.. kau tidak akan pernah tahu, jika kau sendiri yang tidak membuatnya seperti itu." Angin bertiup perlahan diantara mereka, dan jeda mengisi udara diantara landak kecil dan pohon tua. Dengan menatap ke depan, sang landak kini tahu,  dirinyalah yang harus membuat keputusan.

Selamat diwisuda

Hai,  ingat tidak beberapa tahun yang lalu  adalah moment dimana kita mengambil keputusan besar  dalam hidup kita, Berpamitan kepada orang tua, dan berpelukan untuk pergi meninggalkan kota. kita lakukan,  demi misi meraih cita yang kita dambakan. dan demi harapan besar yang ingin kita wujudkan. Dan disinilah kita bertemu, melebur dalam impian dan perjuangan, dari berbagai latar, kita berteman.  Namun sayangnya,  pada setengah perjalanan, kita dipisahkan oleh keadaan. dan diharuskan berjuang sendirian. Beradaptasi pada sesuatu yang belum pernah kita lalui, mencari cara menyesuaikan diri di tengah pandemi. Hari-hari seakan sulit untuk dilewati, dan ide entah kemana mereka pergi, hanya revisi, yang selalu datang menghampiri. Setiap malam,  kita berjalan dengan dipenuhi pertanyaan, "bisakah aku meraih cita yang kudambakan?" "bisakah aku mewujudkan harapan?" bukan  "bisakah aku menyelesaikan??" ------ Hai,  tidak disangka, beragam pertanyaan, akhi...

Dear Myself

Dear myself, Kamu lagi ngerasa hilang ya, khawatirmu sepertinya kembali lagi malam ini, rasanya dunia sekarang menjadi tempat yang salah untuk ditinggali. pun tidak ada kabar baik, hanya ada beragam masalah yang mengantri.   Kenyang dengan berbagai pertanyaan tentang langkah selanjutnya di kehidupan, Seakan berhenti dan bernafas sejenak bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.   Hidup yang kamu rasakan juga jauh dari kata kebebasan yang kamu dambakan, Dan sayangnya waktu begitu cepat berlalu tanpa henti, hari demi hari terus bergulir tanpa ada sesuatu yang berarti.   Dear myself, Kamu lagi kebingungan ya, Aku tau kepalamu juga sudah lelah untuk terus bertanya, Hatimu juga sudah hampir lelah untuk terus percaya, Tentang segala yang ada di depan akan menghasilkan apa dan apa.   Dear myself, Mungkin yang kamu butuhkan sekarang adalah sedikit harapan, Agar kaki dapat terus kuat berjalan, Agar hati dapat terus bebal mempertaruhkan,...

Hanyut

dan Ia telah hanyut, dalam kesedihan dan warna-warna hitam, dalam deras ombak ketidak percayaan dan ketakutan, dan ia telah hanyut, dan ia telah hanyut, .. dan ia telah hanyut, .. dan.. ..ia memilih hanyut.