Postingan

"sayangnya tanpa mereka sadari, merekalah yang kini melukai."

Mungkin setiap manusia datang kepada manusia lainnya dengan .. perannya masing-masing, dan durasi masing-masing juga. Beberapa ada yang datang membawa tawa, namun urusan bahagia terkadang tidak bertahan lama, waktunya telah habis sesuai durasinya. yang begitu cepat, tidak terasa.  tiba-tiba.. hilang saja semuanya.  dan beberapa juga ada yang datang membawa luka, sayangnya jika berbicara tentang luka durasinya seperti lebih lama, seperti abadi, walaupun manuasianya telah pergi.  Tapi, terkadang ada juga manusia yang datang membawa tawa, namun pergi meninggalkan luka. mungkin terkadang manusia tidak pernah benar-benar diciptakan hanya untuk meluka, namun, terkadang mereka hanya ingin menyelamatkan dirinya. dan manusia lain terluka karena rasanya seperti ditinggalkan begitu saja.  Mungkin itu semua.. Bisa terjadi karena ada ketidak siapan yang ia rasakan, sehingga dia memilih pergi dari pada menghadapi. Atau ada bayang-bayang jika ia bertahan maka dirinya lah yang akan ...

Kenapa ?

Kenapa seiring kita beranjak dewasa,  maka kita akan semakin merasa tidak memiliki siapa-siapa? kita kehilangan satu persatu orang yang dulunya ada, yang entah karena apa, Entah dia atau kita yang sama sama menarik diri, dan kita juga tidak mencari,  karena rasanya yasudah tidak apa apa hidup sendiri. yasudah tidak memaksa siapa-siapa untuk peduli.  Tapi.. semua seperti begitu menyiksa, ketika malam datang, kita berfikir untuk mencari tempat cerita, sekedar hanya untuk berbagi hal hal lucu yang terjadi hari ini, tapi ternyata yang ada hanya diri kita sendiri. Dan lagi-lagi, kita menghibur diri,  melakukan apa yang harus dilakukan, agar tidak terasa sepi. seperti itu, setiap hari. Terkadang lelah bukan ? lelah saat kita harus berpura-pura baik baik saja saat kita tidak baik-baik saja. lelah saat harus menerima "bahwa ya mungkin memang seperti ini tumbuh menjadi dewasa" Kalau begitu, kenapa harus seperti ini rasanya?

I lost my words

Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, bukan dari apa yang ia punya, tapi dari apa yang tersimpan di dalam dirinya. Tentang tekad, impian dan harapan yang ia bawa kemana ia pergi, dan tentang luka, kecewa, dan lelah yang ia rasakan dan cukup ia simpan seorang diri,  dimana hal itu tidak menghentikan langkah kakinya untuk bergerak maju lagi. Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, bukan hanya dari kata kata yang ia ucapkan, namun dari mata yang seakan menceritakan tentag pahit dan manis kehidupan. dari badan yang tegap seakan tidak goyah walau dunia mungkin menghempasnya berkali kali. dari kaki yang kuat untuk berdiri sendiri dan mampu membawanya menjadi pribadi yang mandiri. Terkadang manusia bisa begitu menganggumkan, dengan caranya sendiri.

Cause You Know That Everybody is Falling

Mungkin sebagian dari kita seperti sedang berjalan di perjalanan yang sunyi, ramai namun hening.  Dibeberapa bagian perjalanan kita menemukan mereka yang kehilangan arah, mereka yang semangatnya patah, dan mereka yang ingin menyerah.  dan kita datang menegakan bahunya, berharap dia menyadari bahwa dia tidak sendiri, ada kita, tempatnya untuk bercerita kapan saja.  Namun terkadang pada suatu bagian perjalanan yang lain, kita menemukan diri kitalah yang kini kehilangan arah. terbiasa menegakan bahu lain,  sehingga tidak terasa bahwa bahu kita dengan bahunya ternyata sama saja, kita juga bisa lelah.  Perjalanan yang sunyi, Ramai namun hening. tidak ada yang menegakan kembali,  cause you know that everybody is falling.  Sehingga, di perjalanan kali ini, kita menemukan diri kita belajar menguatkan diri sendiri, sekali lagi, disetiap malam hari untuk bisa berjalan di esok hari. Dan aku berharap, pada siapapun yang sedang berjalan di perjalanan ini. Akan ter...

Untuk Mimpi dan Harap

Sebagai manusia  yang terus berjalan ..untuk mimpi ..untuk harap .. dan untuk hidup Dengan.. menyelesaikan apa yang harus diselesaikan melakukan apa yang harus dilakukan memulai apa yang harus dimulai semuanya demi..  kehidupan yang lebih baik dari saat ini Namun,  menjalaninya terkadang tidak seindah seperti apa yang kita bayangkan tak jarang dipertengahan jalan kita kehilangan arah sebab rutinitas yang berulang disetiap harinya seperti belum menghasilkan apa apa ..selain lelah. Nafas yang berat Hati yang sepi Teman yang pergi dan diri kita yang berjuang sendiri, Semakin membuat semua langkah seperti tidak berarti, dan menyerah seperti hal yang menyenangkan karena begitu mudah. Tapi.. sebentar Bukankah jalan untuk menjadi apa yang diimpikan, memang terkenal susah? terkenal berat? terkenal terjal? Untuk mendapatkan apa yang diharapkan, bukannya memang harus berjuang? bukannya memang harus menahan tangis? bukannya memang harus menahan luka? Selalu akan ada cobaan dan ujian...

sekali saja

sometimes you just can get tired, don't you ? Kamu berjuang, Kamu berjalan, istirahat, kemudian kembali tergelincir, kemudian tegak lagi tersungkur, kemudian merangkak lagi Jika sedang seperti ini, hidup terasa melelahkan bukan? Katanya kita harus terus melangkah,  katanya karena bumi terus bergerak maju, bumi kan terus berjalan, berputar, tidak akan berhenti apalagi hanya untuk menanti dirimu seorang diri. Lalu.. apa yang akan terjadi, jika sekali saja sekali saja kita berhenti ? rasanya tenaga sudah benar-benar terkuras berkali-kali.  tapi, ya, nanti kita akan kembali lagi, kita akan berjuang lagi, kita akan berjalan lagi, walaupun tergelincir lagi, kita akan belajar untuk tegak lagi, untuk merangkak lagi, berkali-kali. Tapi sekali saja, apakah tidak apa apa? untuk berhenti, beristirahat, disini, sendiri? Bumi berotasi saja, dengan perputarannya sendiri Nanti juga ku susul lagi. 

Harapan

Aku percaya kalau hidup ini terkadang berat untuk dijalani, Aku percaya kalau sebagian manusia di bumi pasti pernah ingin menyerah, Aku percaya tentang perjalanan yang terasa statis,  terasa tidak berubah dan segala yang dilakukan terasa tidak begitu berbuah, dan malam yang sendiri dipojok kamar menepi, menahan tangis seorang diri. Aku percaya tentang rasa sakit yang ingin kita lupakan,  tentang seseorang yang ingin kita maafkan, tentang diri sendiri yang berjuang untuk berdamai di setiap hari. dan Aku percaya, Tuhan telah memberikan bahu yang kuat pada setiap manusiaNya, yang kuat menopang tanggung jawab yang sedang diemban, yang masih mampu menjadi pundak ketika ada orang yang ingin bersandar. Aku percaya, Tuhan telah mempersiapkan air mata yang tidak akan ada habisnya, yang mampu untuk menyapu luruh kesedihanmu, yang akan mengalir untuk melegakan hatimu, dan yang akan turun untuk ikut merayakan kabar bahagia yang tidak pernah kamu sangka atau bayangkan sebelumnya. Aku perc...